EnsikloPenjas
Tampilkan postingan dengan label Adm Sistem Pertandingan Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adm Sistem Pertandingan Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Ketentuan Khusus dalam Pertandingan Bola Voli


PERATURAN PERTANDINGAN BOLA VOLI PUTRA DAN PUTRI
TINGKAT SMA/SMK/MA SE-DERAJAT
SE-JAWA BARAT

1.      Peraturan/Persyaratan Tim Peserta dan Pemain
a.       Setiap tim yang berpastisipasi dalam pertandingan ini, yang  merupakan tim yang mewakili SMA/SMK/MA Sederajat yang terdaftar serta berada pada lingkunga Jawa barat;
b.      Setiap tim yang berpartisipasi pada kejuaran ini dibatasi jumlah pemainnya. Yang terdaftar dan pemain yang syah masuk ke DSP setiap pertandingan hanya 12 orang. Jadi jumlah pemain 12 orang dan 2 orang official;
c.       Pemain adalah pelajar aktif yang terdaftar sebagai pelajar tingkat SMA/SMK/MA Sederajat yang terdaftar serta berada pada lingkunga Jawa barat;
d.      Persyaratan pemain yang wajib dikumpulkan
e.       Pendaftaran
f.       Setiap tim harus memiliki seorang coach, asisten coach, dan trainer, yang akan mendampingi tim saat bertanding
g.      Setiap tim wajib hadir dilapangan 30 menit sebelum pertandingan di mulai, dan akan dipanggil oleh panitia untuk mengisi DSP, harus diserahkan kembali kepada panitia 15 menit sebelum pertandingan dimulai dan akan di lakukan cek pemain.
h.      Dibench pemain hanya ada 9 orang, yang terdiri dari 6 pemain inti dan 3  cadangan (termasuk libero) dan orang official;

2.      Sanksi-sanksi
a.       Setiap tim yang melakukan segala bentuk kekerasan, keributan, perkelahian di lapangan akan dikenakan sanksi diskualifikasi dan akan diserahkan kepada pihak yang berwajib;
b.      Setiap tim pada kejuaraan Pekan Prestasi Pelajar 2013 wajib hadir pada saat acara pembukaan.
c.       Pemain yang terdaftar di timnya, yang tidak dapat dibuktikan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelum kejuaraan dimulai, pemain tersebut dinyatakan didiskualifikasi dari kejuaraan.
d.      Penghinaan, perkelahian atau pemukulan, dan atau kerusuhan dalam suatu pertandingan atau diluar lapangan akan tetapi berkaitan dengan pertandingan yang sedang berlangsung, maka tim tersebut dinyatakan mengundurkan diri/di diskualifikasi dari kejuaraan pekan prestasi pelajar 2013 Bola voli.

3.      Sistem Pertandingan
Kejuaraan ini akan menggunakan sistem gugur tunggal.

4.      Wasit
Wasit pada kejuaraan ini adalah wasit yang berasal dari PBVSI, yang sudahmempunyai lisensi/ akreditasi yang diakui oleh PBVSI. Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

5.      Peraturan Permainan
Semua peraturan permainan pada kejuaran ini adalah peraturan permaina pada umumnya, yang mengacu kepada buku peraturan permainan PBVSI terbaru.

6.      Peraturan WO
Batas keterlambatan suatu tim 15 menit dari jadwal yang sudah dijadwalkan oleh panitia, jika melebihi batas waktu 15 menit yang telah diberikan, maka tim tersebut akan dinyatakan WO, dan tim lawan akan diberikan kemenangan.

7.      Bola Dan Kostum
Bola :
a.    Bola yang digunakan dalam pertandingan adalah bola panitia.
b.    Bola yang digunakan untuk pemanasan adalah bola masing-masing peserta / regu.
Kostum (celana dan kaos tim) :
a.    Setiap pemain yang akan main harus memakai kaos tim seragam bernomor punggung kecuali libero

8.      Peraturan Tunda
Apabila terjadi Force major, yang disebabkan oleh alam dan lain-lain, yang diluar kuasa panitia. Maka pertandingan akan ditunda. Dan jadwal akan dikonfirmasikan beberapa saat kemudian.

9.      Aturan Protes
a.    Setiap regu dapat mengajukan protes kepada pemimpin pertandingan mengenai suatu kejadian yang dilakukan bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
b.    Protes harus dilakukan secara tertulis paling lambat 15 menit setelah pertandingan selesai dilaksanakan dengan tembusan kepada regu yang diprotes.
c.    Protes harus dilakukan / diajukan secara tertulis oleh tim manager / kapten / coach.
d.   Diterima atau tidaknya protes yang di ajukan, disampaikan secara lisan atau tertulis oleh komisi hakim melalui ketua pertandingan kepada kapten / tim manager / coach yang bersangkutan.
e.    Sekali mengajukan protes di kenakan biaya Rp. 100.000,-. Menang atau kalah uang protes milik panitia penyelenggara.

10.  Juara Dan Hadiah
Hadiah dan penghargaan pada kejuaran ini, akan ditetapkan dalam keputusan sendiri oleh Panitia.

11.  Pertemuan Teknik
Pertemuan teknik untuk membahas masalah :
1.    Perkenalan panitia pelaksana, wasit dan peserta.
2.    Pengesahan pemain.
3.    Penjelasan peraturan-peraturan
4.    Undian.
5.    Pembahasan hal-hal lain yang belum jelas.

Pertemuan Teknik Akan Dilaksanakan Pada :
Hari, Tanggal            Minggu, 5 Mei 2013
Waktu                        pukul 14.00 WIB.
Tempat                       Kampus STKIP Sebelas April Sumedang
  Jl. Angkrek Situ No. 19 Sumedang,

*) Apabila perwakilan tersebut tidak hadir, maka pihak yang bersangkutan dianggap bersedia diwakili dan dianggap menyetujui semua hasil technical meeting.

12.  12. Keterangan   :
Semua persyaratan dimasukkan ke dalam  map di bawa saat melakukan daftar ulang.

13.  Hal-hal lain
Hal-hal lain yang tidak dicantumkan pada peraturan pertandingan ini, semuanya akan diatur oleh panitia yang berpedoman dasar pada peraturan permainan dan peraturan pertandingan pada umumnya dan ditetapkan oleh panitia penyelenggara.




Bookmark and Share
Read More..

Selasa, 29 Januari 2013

Sejarah Sepak Takraw dan Perkembangan Sepaktakraw di Indonesia


Setiap cabang olahraga yang ada didunia pada umumnya dan di Indonesia khususnya mempunyai sejarah berdirinya olahraga tersebut secaraa sendiri-sendiri. Begitu juga dengan sepak takraw, olahraga sepaktakraw yang pada awalnya bermula dari permainan yang sangan sederhana dan sering disebut sebagai bola rotan tidak mempunyai peraturan permainan dan pertandingan yang sekomplit peraturan seperti sekarang

Negara Asia terutama Asia di wilayah Asia Tenggara telah mengenal permainan ini dengan sebuah sepakraga yang menggunakan bola rotan sudah sejak lama, akan tetapi di setiap negara-negara nama perminannya berbeda-beda, seperti Malaysia dengn nama Sepak Raga Jaring, Thailand dengan nama Takraw, di Philipina dengan nama Sipak.

Apabila kita cermati perkembangan olahraga hampir di setiap negara Asia Khususnya Asia Tenggara olahraga ini pada awalnya merupakan olahraga demonstrasi yang digunakan pada perayaan-perayaan hari tertentu seperti upacara adat, perkawinan, syukuran, khitanan dsb. Disamping itu juga olahrga ini sebagai rekreasi dalam mengisi waktu luang, namun yang dilakukan si Malaysia sekitar tahun 1946 yakni Sepak Jaring Laga di lingkungan masyarakat Malaysia. Hal ini menjadi pelopor dan sebagai titik awal perkembangan olahraga Sepaktakraw menjadi olahraga nasional Malaysia yang dipertandingkan.

Sejalan persamaan dan keinginan untuk mengembangkan olahraga ini maka dibentuklah kerjasam antara Malaysia dan Muangthai sehingga lahirlah cabang Sepaktakraw. Nama ini merupakan perpaduan antara Malysia dan bahasa Muangthai yaitu : Sepak barasal dari bahasa Malaysia yang berarti sepak dan takraw barasal barsal dari bahasa Thailand yang berarti bolah rotan. Perubahan olahrga sepak jaring raga ini menjadi sepaktakraw diresmikan pada tanggal 27 Maret 1965 di Stadion Nagara Kuala Lumput pada saat pesta olahraga Asia Tenggara. Pada saat Sea Games ini untuk pertama kalinya olahraga sepaktakraw dipertandingkan dan Malaysia keluat sebagai juara untuk yang pertamakalinya, sedangkan pad Sea Games yang selanjutnya pada tahun 1967 Muangthai keluar sebagai juaranya.

 Perkembangan Sepaktakraw di Indonesia
Olahraga sepaktakraw di Indonesia pada awalnya disebut sepakaga, sepaktago dsb, tergantung di daerah mana sepaktakraw dimainkan.

Pada abad XV tepatnya di Semenanjung Malaka dan daerah pesisir pantai lainnya, di Indonesia sudah berkembang suatu permainan yaitu sepak raga, namun apakan permainan ini cikal bakal permainan sepaktakraw atau bukan belum diketahui secara pasti. Namun apabila melihat jenis, karakter serta bentuk permainannya sepakraga ini bisa dijadikan sebagai cikal bakal permainan sepaktakraw yang sekarang ini kita kenal. Pengenalan permainan sepak takraw yang pertama kalinya di Indonesia adalah ketika tim Malaysia datang dan berkunjung ke Jakarta pada bulan September tahun 1970, kunjungan ini tidak sebatas di Jakarta akan tetapi sapai kepada daerah-daerah lain.

Kunjungan dari kedua negara ini telah mendorong Indonesia untuk berpartisipasi dalam setiap event sepaktakraw. Selanjutnya oada tahun 1974 atas prakarsa Dirjen Olahraga dan Pemuda khususnya dalam rangka pengembangan olaraga  permainan sepaktakraw ini maka didatangkanlah seorang pelatih dari Malaysia untuk melatih calo-calon peltih di Indonesia.

Sebelum permainan sepaktakra dikenal oleh masyarakat Indonesia secara umum seperti sekarang, dahuli permainan ini sidah ada dan berkembanga di daerah-daerah sampai di desa-desa dengan sebutan sepakraga tujuan dari permainan ini yaitu untuk mendemonstrasikan keterampilan atau kemahiran tubuh menguasai bola. Cara pelaksanaannya yaitu bola yang terbuat dari rotan dimainkan dengan seluruh anggota badan seperti kakim paha, dada, bahu, kepala dsb kecuali tangan.

Pada awalnya permainan sepaktakraw dimainkan dengan menggunakan bola yang terbuat dari rotan dengan tujuan memainkan bola selam mungkin tanpa jatuh ke tanah sehingga permainan ini sangat menarik dan cukup mengasyikan untuk dimainkan. Dari bentuk permainan ini merupakan permainan merupakan permainan yang berdifat demonstrasi, dengan lapangan yang digunakan yaitu sebuah lingkaran. Setiap pemain berdiri di lingkaran tersebut, salah satu pemain berdiri di tengah lingkaran berfungsi sebagai pengatur bola yang disebut janang, syarat janang ini haruslah seorang yang sangat mahir dalam menguasai dan memainkan bola karena fungsinya sebagai pengatur irama permainan dan pengmbalian bola sehingga permainan ini dapat dilihat sebagai permainan yang sangat menarik dan cantik. Disamping itu, permainan ini diperagakan hanya pada saat-saat tertentu atau pada saat ada acara atau keramaian.

Sulawesi Selatan
Di masyarakat Sulawesi Selatan permainan sepakraga ini merupakan permainan yang sangan populer dan merakyat. Pada waktu itu Sulawesi Selatan di kenal dengan nama kerajaan Bugis; permainan ini disukai dan digemari oleh para pemuda bangsawan bugis dan hal ini mendapat restu dari rajanya, selain itu juga permainan ini banyak dilakukan oleh para pedagang bugis yang bersandar di pelabuhan-pelabuhan. Didaerah ini permainan sepakraga dimainkan oleh beberapa orang dengan berbagai variasi gerakan tubuh. Pada zaman ini, permainan sepakraga mengindentifikasikan tingkat kematangan dan kecakapan seorang pemuda pemudi bugis, apabila sorang pemuda yang sudah mahir barmain sepakraga ini maka ia dianggap sebagai pemuda yang sudah cakap. Variasi permainan sendiri terutama dalam menunjukan kemahiran memainkan bola, seperti memainkan bola dengan sikap berdiri, sikap jongkok, sikap duduk, sikap tidur dsb.

Agar lebih menarik permainan sepakraga ini sering di iringi dengan bunyi-bunyian gendang dan alat musik tradisional lainnya, kemudian para pemain mengiringi irama musik tersebut dengan gerakan-gerakan memainkan bola seolah-olah bola rotan ini ikut menari di udara sehingga dapat menambah keindahan permainan sepakraga.

Sumatra Barat
Pada jaman kerajaan dulu, kebanyakan mata pencaharian masyarakat Sumatra Barat atau yang lebih dikenal dengan Minangkabau adalah bertani dan berladang. Hampir sepanjang kehidupan mereka dihabiskan dengan bercocok tanam sehingga tidak banyak bentuk variasi kehidupan yang mereka rasakan yang pada akhirnya timbul kejenuhan pada mereka.

Dalam mengisi aktivitas rekreasi di keramaian orang ini mereka bergembira sambil bermain sepakraga; permainan ini dilakukan oleh para pemuda, orang dewasa. Alat yang digunakan pertama kalinya yaitu sebuah bola yang terbuat dari rotan.

Permainan sepakraga di Minangkabau dikenal dengan sebutan Sepakrago atau Barago yang berasal dari kata Rago yaitu bola rotan, sepak yaitu cara memainkan bola tersebut dengan ditendang-tendang atau dipantulkan tan jatuh ke tanah.

Pada dasarnya cara permainan sepakrago ini sama dengan permainan sepakraga pada umumnya, perbedaanya hanya penentuan pemenang dimana ditentukan dengan lamanya waktu yang digunakan. Pemain yang paling lama memainkan bola tanpa jatuh ke tanah maka ditetapkan sebagai pemenang.

Kalimantan
Didaerah Kalimantan khusunya di daerah Kandangan olaahraga sepaktakraw ini telah dikenal sebelum perang dunia pertama, akan tetapi karena situasi dan sesuatu hal yang belum mengizinkan menyebabkan permainan ini belum dikenal secara luar. Pada saat ini permainan sepakraga di Kandangan disebut sebagai Bola Rotan. Permaiana ini diadakan apabila ada upacara adat, pesta perkawinan, syukuran dsb. Permainan ini bertujuan untuk memeriahkan dan meramaikan acara-acara tersebut.

Permainan di daerah ini sedikit lebih maju apabila dbandingkan dengan daerah lainnya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peraturan tertentu yang menjadi pegangan dalam menetukan suatu pemenang, adapaun peraturannya antara lain :
a. alat-alat dan perlngkapan
bola yang digunakan adalah bola yang terbuat dari rotan yang dianya dengan seni anyaman sehingga berbentuk bulatm adapun ukurannya adalah : garis menengah 15 cm dan berta yaiut 2 ons. Perlengkapan yang digunakan yaitu perlengkapan penyepak bola yang disebut kelapian; kelapian ini terbuat dari kelopak pinang yang digunakan pada kaki sebelah dalam untuk menyepak bola.

b. lapangan, waktu dan pemain
lapangan  permainan ini berupa lapangan rumput/kering terbuka dengan ukuran panjang 15m, lebar 15m dengan sasaran tendangan dipancang ditengah-tengah (pusat). Permainan ini dimainkan oleh dua regu dan masing-masing regunya terdiri dari 10 orang.

c. sistem penilaian
formasi pemain membentuk lingkaran mengelilinga tiang bambu yang diletakan ditengah-tengah, selanjutnya permainan diawali dengan warm up yaitu dengan menyepak bola rotan dari satu pemain dengan pemain lain yang setelah itu setiap regu menunjukan keahliannya guna mengimbangi dan mengatasi atraksi lawannya sehingga terjadilah gaya-gaya memainkan bola rotan yang mengagumkan.

Perkembangan sepaktakraw sekarang
Sepaktakraw adalah olahraga beregu yang jenis permainannya bisa dilakukan oleh 2 orang atau 3 orang dan 5 orang dalam satu timnya. Jenis permainan sepaktakraw yang terdiri dari 2 orang dalam satu timnya disebut double event takraw, 3 orang dalam satu timnya disebut jenis permainan regu takraw dengan sebutak pemainnya yaitu apit kiri, apit kanan dan tekong. Apit kiri dan apit kanan adalah sebutan untuk pemain yang posisinya berada disebelah kiri dan kanan serta dekat dengan net, sedangkan tekong yaitu sebutan untuk pemain yang posisinya berada ditengah dan bertugas sebagai server yaitu orang yang melakukan servis. Permainan takraw yang dimainkan oleh 5 orang dalam satu timnya disbut hoop yaitu memasukan bola takraw kedalam keranjang yang digantung pada ketinggian tertenu dengan menggunkan kaki, paha, bahu, sampai kepalah kecuali tangan.


Bookmark and Share
Read More..

Minggu, 09 Desember 2012

Pelanggaran Dalam Pertandingan Sepak Bola


Untuk menjaga semangat sportivitas, disusunlah berbagai peraturan yang diharapkan membuat para pemain merasa nyaman dalam permainan.

Pelanggaran Pemain
Dalam sepak bola, terdapat sembilan peraturan yang apabila dilanggar akan mengakibatkan tendangan bebas langsung bagi regu lawan. Pelanggaran tersebut di antaranya sebagai berikut.
1.    Menerjang lawan secara kasar.
2.    Menerjang lawan dari belakang, kecuali jika lawan itu menghalang- halanginya.
3.    Memukul atau mencoba memukul lawan.
4.    Melompati pada lawan.
5.    Menendang atau mencoba menendang lawan.
6.    Menjatuhkanlawan, yaitu menjatuhkannya dengan kaki atau dengan melakukan sliding dari depan atau dari belakang lawan itu.
7.    Memegang lawan dengan bagian lain dari tangan.
8.    Mendorong lawan dengan tangan atau bagian dari lengan.
9.   Memainkan bola dengan tangan atau lengan seperti membawa, memukul, dan mendorong bola. Pelanggaran terhadap ini mengakibatkan hukuman satu tendangan penalti, tetapi hal ini tidak berlaku bagi penjaga gawang, selama ia berada dalam daerah gawang. Adapun jika melakukan pelanggaran seperti berikut, maka ia memberikan kesempatan pada lawan untuk melakukan tendangan bebas tidak langsung di tempat pelanggaran terjadi. Jenis pelanggaran yang dimaksud adalah sebagai berikut.
1)      Memainkan permainan yang membahayakan, misalnya menendang bola yang sedang dipegang oleh penjaga gawang.
2)      Menerjang dengan cara yang tidak jujur.
3)      Sengaja menghalangi lawan saat tidak memainkan bola, misalnya berdiri di
antara bola dan lawan.
4)      Menerjang penjaga gawang, kecuali jika penjaga gawang itu:
a.    keluar dari daerah gawangnya;
b.    menghalang-halangi seorang lawan; atau
c.    hendak memegang bola.
5)      Jika penjaga gawang membawa bola berjalan lebih dari empat langkah sambil memegang bola dengan idak memantulkan bola ke tanah.
Pelanggaran Regu Penyerang
Berikut ini jenis-jenis pelanggaran yang dilakukan oleh regu penyerang.
1.    Melakukan perbuatan, bersikap, atau mengucapkan perkataan yang tidak sopan saat dilakukan tendangan hukuman.
2.    Pemain penyerang bukan pengambil tendangan masuk ke daerah tendangan hukuman (kurang dari 9,15 meter dari bola) sebelum bola ditendang.
3.    Pengambil tendangan hukuman melakukan gerakan yang membingungkan penjaga gawang.
4.    Bola tidak ditendang ke depan.

Pelanggaran dari Regu Bertahan
Pelanggaran yang dilakukan oleh pihak penahan antara lain sebagai berikut:
1.   Melakukan perbuatan, bersikap, atau mengucapkan perkataan yang tidak sopan saat dilakukan tendangan hukuman.
2.   Penahan memasuki daerah tendangan hukuman (kurang dari 9,15 meter dari bola) sebelum bola ditendang.
3.    Penjaga gawang menggerakkan kedua kakinya sebelum bola ditendang (saat tendangan hukuman).

Konsekuensi Pelanggaran yang Terjadi Saat Tendangan Hukuman Dilaksanakan
Jika terjadi pelanggaran pada saat tendangan hukuman dilakukan, konsekuensinya adalah sebagai berikut.
1.    Pelanggaran oleh pihak penyerang
-          Jika bola masuk ke gawang maka tendangan diulangi.
-         Jika bola keluar, lewat, atau sampai di atas gawang maka regupenahan melakukan tendangan gawang.
-         Jika bola mengenai gawang atau dipukul keluar oleh penjaga gawang, maka wasit menghentikan permainan dan regu bertahan melakukan tendangan bebas tidak langsung.
2.    Pelanggaran oleh pihak penahan
-          Jika bola masuk dalam gawang, maka gol dianggap sah.
-          Jika bola keluar lewat atau sampai di atas gawang, maka tendanganvdiulangi.
-         Jika bola mengenai gawang atau dipukul keluar oleh penjaga gawang, maka tendangan hukuman diulangi. 
-         Jika pelanggaran dilakukan oleh kedua regu maka tendangan hukuman diulang. Jika tendangan hukuman diulang maka baik penjaga gawang maupun penendang hukuman boleh diganti dengan pemain lain.
Adapun pelanggaran yang berhubungan dengan permainan secara umum adalah:
1.    Melintas keluar dari daerah gawang;
2.    Mengulur waktu permainan;
3.    Masuk ke dalam atau ke luar lapangan permainan tanpa seizin wasit; dan
4.    Menunjukkan ketidaksetujuan terhadap suatu putus

Bookmark and Share
Read More..