EnsikloPenjas
Tampilkan postingan dengan label Bola Voli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bola Voli. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Ketentuan Khusus dalam Pertandingan Bola Voli


PERATURAN PERTANDINGAN BOLA VOLI PUTRA DAN PUTRI
TINGKAT SMA/SMK/MA SE-DERAJAT
SE-JAWA BARAT

1.      Peraturan/Persyaratan Tim Peserta dan Pemain
a.       Setiap tim yang berpastisipasi dalam pertandingan ini, yang  merupakan tim yang mewakili SMA/SMK/MA Sederajat yang terdaftar serta berada pada lingkunga Jawa barat;
b.      Setiap tim yang berpartisipasi pada kejuaran ini dibatasi jumlah pemainnya. Yang terdaftar dan pemain yang syah masuk ke DSP setiap pertandingan hanya 12 orang. Jadi jumlah pemain 12 orang dan 2 orang official;
c.       Pemain adalah pelajar aktif yang terdaftar sebagai pelajar tingkat SMA/SMK/MA Sederajat yang terdaftar serta berada pada lingkunga Jawa barat;
d.      Persyaratan pemain yang wajib dikumpulkan
e.       Pendaftaran
f.       Setiap tim harus memiliki seorang coach, asisten coach, dan trainer, yang akan mendampingi tim saat bertanding
g.      Setiap tim wajib hadir dilapangan 30 menit sebelum pertandingan di mulai, dan akan dipanggil oleh panitia untuk mengisi DSP, harus diserahkan kembali kepada panitia 15 menit sebelum pertandingan dimulai dan akan di lakukan cek pemain.
h.      Dibench pemain hanya ada 9 orang, yang terdiri dari 6 pemain inti dan 3  cadangan (termasuk libero) dan orang official;

2.      Sanksi-sanksi
a.       Setiap tim yang melakukan segala bentuk kekerasan, keributan, perkelahian di lapangan akan dikenakan sanksi diskualifikasi dan akan diserahkan kepada pihak yang berwajib;
b.      Setiap tim pada kejuaraan Pekan Prestasi Pelajar 2013 wajib hadir pada saat acara pembukaan.
c.       Pemain yang terdaftar di timnya, yang tidak dapat dibuktikan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelum kejuaraan dimulai, pemain tersebut dinyatakan didiskualifikasi dari kejuaraan.
d.      Penghinaan, perkelahian atau pemukulan, dan atau kerusuhan dalam suatu pertandingan atau diluar lapangan akan tetapi berkaitan dengan pertandingan yang sedang berlangsung, maka tim tersebut dinyatakan mengundurkan diri/di diskualifikasi dari kejuaraan pekan prestasi pelajar 2013 Bola voli.

3.      Sistem Pertandingan
Kejuaraan ini akan menggunakan sistem gugur tunggal.

4.      Wasit
Wasit pada kejuaraan ini adalah wasit yang berasal dari PBVSI, yang sudahmempunyai lisensi/ akreditasi yang diakui oleh PBVSI. Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

5.      Peraturan Permainan
Semua peraturan permainan pada kejuaran ini adalah peraturan permaina pada umumnya, yang mengacu kepada buku peraturan permainan PBVSI terbaru.

6.      Peraturan WO
Batas keterlambatan suatu tim 15 menit dari jadwal yang sudah dijadwalkan oleh panitia, jika melebihi batas waktu 15 menit yang telah diberikan, maka tim tersebut akan dinyatakan WO, dan tim lawan akan diberikan kemenangan.

7.      Bola Dan Kostum
Bola :
a.    Bola yang digunakan dalam pertandingan adalah bola panitia.
b.    Bola yang digunakan untuk pemanasan adalah bola masing-masing peserta / regu.
Kostum (celana dan kaos tim) :
a.    Setiap pemain yang akan main harus memakai kaos tim seragam bernomor punggung kecuali libero

8.      Peraturan Tunda
Apabila terjadi Force major, yang disebabkan oleh alam dan lain-lain, yang diluar kuasa panitia. Maka pertandingan akan ditunda. Dan jadwal akan dikonfirmasikan beberapa saat kemudian.

9.      Aturan Protes
a.    Setiap regu dapat mengajukan protes kepada pemimpin pertandingan mengenai suatu kejadian yang dilakukan bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
b.    Protes harus dilakukan secara tertulis paling lambat 15 menit setelah pertandingan selesai dilaksanakan dengan tembusan kepada regu yang diprotes.
c.    Protes harus dilakukan / diajukan secara tertulis oleh tim manager / kapten / coach.
d.   Diterima atau tidaknya protes yang di ajukan, disampaikan secara lisan atau tertulis oleh komisi hakim melalui ketua pertandingan kepada kapten / tim manager / coach yang bersangkutan.
e.    Sekali mengajukan protes di kenakan biaya Rp. 100.000,-. Menang atau kalah uang protes milik panitia penyelenggara.

10.  Juara Dan Hadiah
Hadiah dan penghargaan pada kejuaran ini, akan ditetapkan dalam keputusan sendiri oleh Panitia.

11.  Pertemuan Teknik
Pertemuan teknik untuk membahas masalah :
1.    Perkenalan panitia pelaksana, wasit dan peserta.
2.    Pengesahan pemain.
3.    Penjelasan peraturan-peraturan
4.    Undian.
5.    Pembahasan hal-hal lain yang belum jelas.

Pertemuan Teknik Akan Dilaksanakan Pada :
Hari, Tanggal            Minggu, 5 Mei 2013
Waktu                        pukul 14.00 WIB.
Tempat                       Kampus STKIP Sebelas April Sumedang
  Jl. Angkrek Situ No. 19 Sumedang,

*) Apabila perwakilan tersebut tidak hadir, maka pihak yang bersangkutan dianggap bersedia diwakili dan dianggap menyetujui semua hasil technical meeting.

12.  12. Keterangan   :
Semua persyaratan dimasukkan ke dalam  map di bawa saat melakukan daftar ulang.

13.  Hal-hal lain
Hal-hal lain yang tidak dicantumkan pada peraturan pertandingan ini, semuanya akan diatur oleh panitia yang berpedoman dasar pada peraturan permainan dan peraturan pertandingan pada umumnya dan ditetapkan oleh panitia penyelenggara.




Bookmark and Share
Read More..

Jumat, 07 Desember 2012

Sejarah Permainan Bola Voli


Asal-Usul Bola Voli

Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).
William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.

Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.

Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committe of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Kedua tim tersebut diketuai oleh seorang Mayor dan Kepala pasukan pemadam kebakaran Holyoke.

Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

Demonstrasi pertandingan yang dibawakan oleh kedua tim, serta penjelasan yang telah disampaikan oleh Morgan-pun telah membawa sebuah perubahan pada Mintonette. Perubahan pertama yang terjadi pada permainan tersebut terjadi pada namanya. Atas saran dari Profesor Alfred T. Halstead yang juga menyaksikan dan memperhatikan demonstrasi serta penjelasan Morgan, nama Mintonette-pun berubah menjadi Volleyball (bola voli). Pemilihan nama Volleyball sebagai pengganti Mintonette-pun tidak dilakukan dengan tanpa pertimbangan. Nama Volleyball dipilih berdasarkan gerakan-gerakan utama yang terdapat pada permainan tersebut, yaitu gerakan memukul bola sebelum bola tersebut jatuh ke tanah (volley). Pada awalnya, nama Volleyball-pun dieja secara terpisah (dua kata), yaitu “Volley Ball”. Kemudian pada tahun 1952, Komite Administratif USVBA (United States Volleyball Association) memilih untuk mengeja nama tersebut dalam satu kata, yaitu “Volleyball”. USVBA adalah persatuan olahraga bola voli yang terdapat di Amerika Serikat. Asosiasi ini pertama kali didirikan pada tahun 1928, dan pada saat ini USVBA lebih dikenal dengan nama USAV (USA Voleyball). Setelah demonstrasi tersebut, komite YMCA berjanji untuk mempelajari peraturan-peraturan permainan yang telah ditulis dan diserahkan oleh Morgan.

Beberapa peraturan yang pertama kali ditulis oleh Morgan adalah penggunaan net setinggi 6 feet 6 inch (ukuran ini disesuaikan dengan tinggi rata-rata orang Amerika yang pada abad ke-19 tersebut ternyata lebih pendek), lapangan berukuran 7.6 x 15.2 m2, dan dimainkan oleh beberapa orang pemain. Dalam peraturan lama tersebut, permainan terbagi atas sembilan babak. Pada setiap babak, masing-masing tim memperoleh kesempatan untuk melakukan servis (memukul bola di awal permainan/pukulan bola pertama). Selain itu, dalam peraturan yang pertama kali dibuat tersebut tidak terdapat batasan kontak antara pemain dengan bola, sebelum bola tersebut dapat dipukul dan berpindah ke wilayah lawan. Jika pemain melakukan kesalahan ketika melakukan servis, maka ia masih diijinkan untuk melakukan servis yang kedua. Sedangkan pemukulan bola ke arah net akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran dan berakibat kehilangan skor, kecuali pada saat melakukan servis yang pertama. Karena setelah servis pertama, masih terdapat kesempatan untuk melakukan servis yang kedua. Akhirnya, merekapun memodifikasi dan menerbitkan peraturan tersebut pada bulan Juli 1896.

Bookmark and Share
Read More..

Peraturan-Peraturan Dalam Permainan Bola Voli


Lapangan
Olahraga permainan bola voli dimainkan pada sebuah lapangan yang berbentuk persegi panjang. Seiring dengan terus berkembangnya permainan bola voli, maka standar-standar ukuran internasional dan sarana pendukung pada lapangan bola voli-pun telah ditetapkan. Standar ukuran panjang lapangan bola voli adalah 18 meter, sedangkan ukuran lebarnya adalah 9 meter. Panjangan lapangan tersebut kemudian dibagi dua dan dipisahkan dengan sebuah net yang dipasang pada dua buah tiang. Net tersebut dipasang pada ketinggian 2.43 meter atau 2.24 meter. Pada setiap ujung atas tiang biasanya akan dipasang sebuah antena. Antena ini akan menjadi pembatas gerakan bola yang menyamping atau melebar. Net yang memiliki lebar satu meter tersebut dipasang melebar di tengah lapangan. Ukuran 2.43 meter biasa digunakan dalam pertandingan bola voli putra, sedangkan pada kelas putri biasanya menggunakan net dengan ketinggian 2.24 meter. Meskipun demikian, pada kompetisi-kompetisi kelas yunior maupun veteran biasanya tinggi net bervariasi. Untuk kompetisi kelas tersebut, tinggi net biasanya dapat disesuaikan kembali.


Dalam lapangan bola voli dikenal istilah garis “3 meter” dari net. Garis tersebut berfungsi sebagai batas wilayah penyerangan (attack line). Garis 3 meter tersebut kemudian membagi lapangan menjadi dua bagian, yaitu barisan belakang (back row), dan barisan depan (front row). Kemudian, pada masing-masing bagian itu (back row dan front row) masih dibagi lagi menjadi 6 area atau 6 titik. Pada keenam area atau titik itulah yang merupakan posisi para pemain bola voli. Area “1” merupakan posisi pemain yang akan melakukan servis berikutnya.
Setiap pergantian giliran untuk melakukan servis, para pemain harus berputar searah dengan putaran jarum jam untuk mendapatkan giliran melakukan servis. Dengan melakukan putaran searah dengan putaran jarum jam, maka pemain pada posisi pertama akan digantikan oleh pemain yang sebelumnya menempati posisi kedua. Sedangkan pemain yang awalnya menempati posisi 1 akan bergeser ke posisi 6, begitu seterusnya.

Dalam aturan lapangan bola voli terdapat istilah zona bebas (free zone). Zona bebas ini merupakan area yang mengelilingi area tim. Para pemain dapat memasuki dan bermain di dalam zona bebas yang memiliki lebar minimal 3 meter tersebut dengan bebas, setelah salah seorang pemain melakukan servis. Batas-batas area tim ditunjukkan dengan menggunakan garis-garis yang tergambar dilapangan. Sedangkan area penyerangan berada di dalam area tersebut. Garis-garis area tim tersebut juga menentukan apakah bola yang jatuh akan dinyatakan “masuk” atau “keluar”. Apabila bola yang jatuh masih menyentuh garis area tim, maka bola tersebut dinyatakan “masuk”, dan tim lawan akan memperoleh nilai. Namun, jika bola jatuh di luar garis area tim tanpa menyentuh garis area tim, maka bola dinyatakan “keluar”.

Bola
Sesuai dengan namanya, “Bola Voli”, maka bola merupakan salah satu perlengkapan yang paling vital dalam permainan ini. Bola standar yang digunakan dalam permainan bola voli ini biasanya terbuat dari bahan kulit. Selain dengan menggunakan bahan kulit asli, pembuatan bola biasanya juga menggunakan bahan kulit buatan. Bola tersebut kemudian diisi dengan udara (dipompa). Persyaratan bola yang standar ini sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh FIVB (Fédération Internationale de Volleyball), sebuah Federasi Bola Voli Internasional yang menangani hal-hal yang berhubungan dengan olahraga permainan bola voli. Selain menetapkan peraturan-peraturan permainan bola voli, FIVB juga mengatur penyelenggaraan pertandingan-pertandingan bola voli yang berskala internasional. FIVB berkantor pusat di Lausanne, Switzerland, dan mulai berdiri pada tahun 1947 di kota Paris, Prancis. Berikut ini adalah peraturan yang dikeluarkan oleh FIVB mengenai penggunaan bola standar dalam permainan bola voli:
  • Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga 280 gram.
  •  Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).
  • Bola tersebut memiliki keliling lingkaran 65 hingga 67 cm, dengan berat 260 hingga 280 gram.
  • Tekanan dalam dari bola tersebut hendaknya sekitar 0.30 hingga 0.325 kg/cm2 (4.26-4.61 psi, 294.3-318.82 mbar atau hPa).



Bookmark and Share
Read More..

Teknik Dasar Permainan Bola Voli


Dalam permainan bola voli terdapat dua buah tim yang yang saling berhadapan. Jumlah pemain yang terdapat pada masing-masing tim adalah 6 orang. Selain itu, dalam satu tim biasanya juga membawa 3 hingga 6 orang pemain cadangan. Biasanya, permainan dimulai dengan menggunakan sistem coin toss, yaitu wasit melemparkan koin dua sisi ke udara,
kemudian menangkapnya kembali dalam keadaan ditutup dengan tangan. Kedua perwakilan tim akan diminta untuk menebak gambar sisi koin yang tampak. Bagi yang jawabannya benar, maka timnyalah yang berhak menjadi server (yang melakukan servis pertama kali).

Untuk melakukan servis, seorang pemain dari tim server yang berada di posisi 1 bersiap ke luar garis tepi belakang lapangan. Pemain tersebut melempar bola ke udara, kemudian memukulnya hingga melambung dan jatuh di area lawan (menyeberangi net), dan tidak boleh keluar dari garis lapangan lawan yang telah ditentukan. Jika keluar garis maka bola tersebut akan dinyatakan keluar atau “out”, dan pihak lawan akan mendapat satu poin. Setelah bola sampai di area lawan, maka pihak lawan akan menerima atau menahan bola tersebut dengan cara “bump” atau “pass” (passing). “Bump” atau “pass” adalah menahan bola dengan menggunakan kedua lengan yang disatukan ke arah depan (passing). Dalam keadaan terpaksa, penerimaan bola dapat dilakukan dengan menggunakan anggota tubuh mana saja.

Dalam usaha untuk mengembalikan bola, setiap tim harus berusaha secara maksimal untuk melakukan sebuah kombinasi tiga kali pukulan. Maksudnya, penerima bola yang pertama harus berusaha sebaik mungkin untuk mengarahkan bola tersebut kepada setter. Setter adalah pemain yang bertugas untuk memberikan umpan bola yang bagus kepada attacker atau spiker (pemain penyerang). Setter akan mengangkat bola dengan menggunakan kekuatan ujung jemarinya, yang juga dengan memainkan pergelangan tangannya. Dalam hal ini, setter harus mampu membuat gerakan bola yang ia umpankan ke attacker bergerak dengan terarah dan tenang, tidak berputar. Setter-pun harus terlebih dahulu membaca gerakan awalan (ancang-ancang) yang telah diambil oleh sang attacker. Sehingga setter dapat memberikan umpan bola ke arah yang tepat, dan dengan tinggi yang sesuai. Setelah bola melambung, sang attacker akan segera melompat dan melakukan serangan berupa pukulan smash atau spike ke arah area lawan. Spike adalah melompat dengan mengangkat satu tangan ke atas kepala, kemudian memukul bola yang sedang melambung di udara melewati net kearah area lawan, sehingga bola tersebut akan jatuh di area lawan dengan keras dan cepat. Selain dibutuhkan tenaga yang prima dan tehnik yang baik, ketajaman kemampuan attacker dalam membaca situasi lapangan saat akan melakukan spike juga sangat diperlukan. Karena dengan demikian, sang attacker akan dapat mengarahkan bola ke area lawan yang tampak lemah atau kosong. Serangan dari spiker inilah yang dihitung sebagai pukulan ketiga. Meskipun pada pukulan ketiga tidak dilakukan spike, namun bola harus tetap sudah menyeberang ke area lawan. Jika bola belum menyeberang ke area lawan setelah pukulan ketiga, maka akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran. Maka bola akan berpindah ke tim lawan, dan tim lawan-pun akan memperoleh poin tambahan. Tim yang melakukan penyerangan ini disebut dengan tim “offense”, atau tim penyerang.

Lawan dari tim “offense” adalah tim “defense”, yaitu tim yang melakukan pertahanan dengan mencegah bola agar tidak masuk atau jatuh di areanya. Pertahanan yang digunakan oleh tim defense biasa disebut dengan block (blokir). Block dilakukan oleh pemain depan atau yang berada didekat net. Ketika attacker dari tim offense melakukan spike, pemain depan tim defense melompat dengan kedua tangan diangkat ke atas, ke bagian ujung atas net. Dengan kedua tangan itulah tim defense mencegah atau menghalangi (memblokir) bola yang yang di spike agar tidak masuk atau jatuh di areanya. Dalam melakukan block ini, pemain juga harus mampu membaca kemanakah bola tersebut akan diarahkan, sehingga bola tidak akan melewati block dengan mudah. Meskipun demikian, terkadang bola masih dapat melewati blok. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti posisi bola lebih tinggi dari block, bola yang dispike berputar, atau karena block-nya yang lemah. Dalam keadaan bola berhasil menembus block, maka tim defense biasanya akan berusaha untuk tetap mampu mengontrol bola tersebut agar tidak jatuh atau masuk ke areanya. Jika bola yang berhasil menembus block tersebut masih dapat diselamatkan dengan mudah, maka pemain yang lain akan menyambut bola tersebut dengan pass atau bump. Namun, jika bola bergerak dengan tidak stabil atau agak sulit untuk dicapai, maka biasanya pemain akan melakukan dig untuk menyelamatkan bola tersebut. Dig sebenarnya hampir sama dengan pass, yaitu menahan dan mengoper bola ke arah setter. Namun, biasanya dilakukan dengan menggunakan satu lengan. Dig biasanya dilakukan dalam keadaan terpaksa, yaitu ketika bola sulit dicapai atau sulit untuk dikendalikan. Ketika tim defense telah berhasil menguasai bola, maka situasi permainan akan berubah. Tim bertahan (defense) akan berganti menjadi tim penyerang (offense), begitu juga sebaliknya, tim yang awalnya menyerang akan berganti menjadi tim bertahan (defense).

Permainan tersebut akan terus berlanjut dengan langkah-langkah seperti di atas, hingga bola menyentuh area salah satu tim sesuai dengan peraturan permainan bola voli yang telah ditetapkan. Atau sampai terjadi sebuah pelanggaran yang dilakukan oleh pemain dari salah satu tim yang bertanding.

Bookmark and Share
Read More..

Kamis, 06 Desember 2012

Peraturan Pertandingan Bola Voli

SISTEM PERTANDINGAN

1.       System pertandingan menggunakan system gugur
2.       Pertandingan penyisihan dilaksanakan dengan 2 set kemenangan (two winning set)
3.       Pertandingan final dilaksanakan dengan 3 set kemenangan(three winning set)
4.       Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
5.       Time out masing-masing tim maksimal sebanyak 1 kali setiap set, yang berlangsung selama 30 detik dan Technical time out 2 kali setiap set.
6.       Apabila ada perubahan atau penundaan waktu pertandingan oleh karena satu dan lain hal maka pertandingan tunda akan ditentukan kemudian oleh panitia.
TIM
1.       Setiap tim maksimal terdiri dari 8 orang (6 pemain inti, 2 cadangan)
2.       Setelah technical meeting daftar pemain yang terdaftar tidak dapat diubah

PEMAIN
1.      Pemain yang diperkenankan bermain adalah peserta yang telah terdaftar sebagai pemain dan telah memenuhi syarat dan ketentuan saat pendaftaran.
2.      Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.

TATA TERTIB PERTANDINGAN
1.       Setiap tim datang 30 menit sebelum pertandingan dimulai.
2.       Panitia hanya akan memberikan toleransi waktu 5 menit sejak pemanggilan pemain ke lapangan bagi tim yang datang terlambat.
3.       Apabila dalam waktu 5 menit tim yang bersangkutan tidak hadir di lapangan, maka tim dinyatakan gugur.
4.       Setiap tim meregistrasi ulang pemainnya kepada panitia 15 menit sebelum pertandingan di mulai.
5.       Apabila saat registrasi ulang terdapat anggota tim yang tidak sesuai dengan data yang telah diserahkan kepada panitia pada saat pendaftaran, maka tim tersebut didiskualifikasi.
6.       Pemain dilarang melakukan perbuatan yang dapat mengganggu atau menyinggung pemain lain, panitia dan supporter.
7.       Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan pertandingan ini ataupun berita acara pada technical meeting, akan ditetapkan kemudian secara khusus oleh panitia. 
WASIT
1.       Peraturan pertandingan mengacu kepada peraturan pemain bola voli PBVSI yang selanjutnya dikembangkan oleh PANITIA.
2.       Regulasi kompetisi ini dibuat untuk kelancaran pertandingan dan acuan dari setiap team dalam kegiatan ini.
3.       Keputusan wasit bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.


Bookmark and Share
Read More..