EnsikloPenjas

Rabu, 14 November 2012

Contoh Macam-Macam Tes Pengukuran Kekuatan (Strength)


PENGUKURAN KEKUATAN (strength)

1.    Tes Kekuatan Pegangan (Hand Dynamometer)
Grip strength dilaksanakan untuk mengetahui kekuatan otot peras tangan. Kekuatan otot peras tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani, maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya.
a.       Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght Dynamometer atau Hand Dynamometer.Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg)

b.      Prosedur Pelaksanaan Tes
1)      Pengukuran Otot Peras Tangan Kanan dan Kiri. Orang coba berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka kurang lebih 20 cm atau selebar bahu.
2)      Pandangan lurus kedepan. Tangan memegang Grip Strenght dynamometer Tangan harus lurus. Skala dynamometer menghadap keluar atau kedepan. Jarum dynamometer berada  pada     angka   nol.
3)      Setelah itu, Grip Strenght Dynamometer diperas dengan sekuat tenaga
4)      Hanya dengan sekali perasan. Penekanannya tidak boleh dengan sentakan
5)      Tangan yang diperiksa maupun alat grip streng dynamometer tidak bolah tersentuh badan ataupun benda lain.
6)      Hasil tes dapat dilihat pada skala dynamometer.Dilakukan sebanyak 3 kali ,di ambil hasil yang terbaik.
7)      Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan peras otot tangan kanan pria dan wanita:
Kategori Prestasi pria (kg) Prestasi Wanita (kg)
Baik sekali 55.50 – keatas 42.50 – keatas
Bagus 46.50 – 55.00 32.50 – 41.00
Sedang 36.50 – 46.00 24.50 – 32.00
Cukup 27.50 – 36.00 18.50 – 24.00
Kurang SD – 27.00 SD – 18.00

2.    Tes Kekuatan Lengan (Beneh press I-RIM test)
a.    Jenis Tes
Push-Up semampu mungkin
b.    Tujuan
Mengukur kekuatan otot lengan dan tangan
c.    Alat dan peralatan
-       Tally counter
-       Lantai yang datar atau matras
-       Blangko dan alat tulis.
d.   Pengetes
1 orang pencatat hasil dan 1 orang pengawas merangkap penghitug
e.    Pelaksanaan Tes
1)        Sebelum memulai tes dipastikan semua alat lengkap.
2)        Testee tengkurap dilantai , kedua tangan diletakkan didada, kedua kaki lurus, rapat dan tubuh simetris.
3)        Dengan aba-aba “Ya” testee berusaha mengangkat tubuh dengan kedua tangannya lurus.
4)        Seorang pengawas merangkap menghitung testee yang melakukan tes push-up.
5)        Tes dilakukan 2x
6)        Pencatatan hasil
Hasil yang dicatat adalah berapa kali testee dapat melakukan tes tersebut dngan benar dan semampu mungkin.
7)        Lakukan berulang-ulang dengan nilai A adalah 41 kali permenit.
Catatan : Dipastikan selama tes berlangsung seluruh tubuh terangkat keatas.

3.    Tes Kekuatan Otot Perut (The Curl Up Test)
a.       Jenis Tes
Sit-Up semampu mungkin
b.      Tujuan
Mengukur kekuatan otot perut
c.       Alat dan peralatan
-          Tally counter
-          Lantai yang datar atau matras
-          Blangko dan alat tulis.
d.      Pengetes
1        orang pencatat hasil dan 1 orang pengawas merangkap penghitug
e.       Pelaksanaan Tes
1)      Posisi tubuh tidur terlentang
2)      Kaki menutup,menempel satu sama lain
3)      Lutut ditekuk kurang lebih 45 derajat, sehingga membentuk posisi kaki V- Sit Up
4)      Kedua tangan menyentuh belakang telinga.
5)      Setelah itu gerakkan tubuh bagian atas naik turun
6)      Ketika naik, perut dan dada harus sampai menyentuh paha
7)      Ketika turun, kepala tidak boleh sampai menyentuh lantai, tetapi pundak harus menyentuh lantai.
8)      Posisi tangan jari-jari tangan harus tetap menmpel disamping telinga.
9)      Jika pergerakan atau pelaksanaan tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Maka tidak bisa dihitung.
10)  Perhitungan, jika dimulai dari posisi dibawah, maka duhitung sekali jika sudah turun lagi. Begitu juga sebaliknya. Jika dimulai dari atas, maka dihitung satu jika berada di posisi atas lagi.
11)  Lakukan berulang-ulang dengan nilai A adalah 41 kali permenit.

4.      Tes Kekuatan Tungkai/Lutut (Leg Dynamometer/CYBEX division of lumex)
a.       Tujuan
Mengukur kekuatan otot tungkai
b.      Jenis Kelamin
Laki-laki dan perempuan
c.       Alat/fasilatas
Leg Dynamometer

d.      Pelaksanaan :
1)      Teste memakai pengikat pinggang, kemudian berdiri dengan membengkokkan kedua lututnya hingga membentuk sudut ± 450, kemudian alat pengikat pinggang tersebut dikaitkan pada leg dynamometer.
2)      Setelah itu teste berusaha sekuat-kuatnya meluruskan kedua tungkainya.
3)      Setelah teste itu meluruskan kedua tungkainya dengan maksimum, lalu kita lihat jarum alat-alat tersebut menunjukkan angka berapa.
4)      Angka tersebut menyatakan besarnya kekuatan otot tungkai teste.
5)      Penilaian : Skor terbaik dari tiga kali percobaan dicatat sebagai skor
dalam satuan kg, dengan tingkat ketelitian 0,5 kg

Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Pria.
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 153.50 – keatas
Bagus 112.50 – 153.00
Sedang 76.50 – 112.00
Cukup 52.50 – 76.00
Kurang SD –52.00
Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Wanita
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 103.50 – keatas
Bagus 78.50 – 103.00
Sedang 57.50 – 78.00
Cukup 28.50 –57.00
Kurang SD –28.00

5.    Tes Kekuatan Pinggang/Togok (Back Dynamometer)
a.       Tujuan
Mengukur komponen kekuatan otot punggung
b.      Jenis Kelami
Laki-laki dan perempuan
c.       Alat/fasilatas
Back Dynamometer
d.      Pelaksanaan :
1)      Teste coba berdiri, panggul dirapatkan di dinding, badan dibungkukkan ke depan.
2)      Kedua tangan lurus memegang dynamometer dengan kedua tangan lurus.
3)      Teste berusaha sekuat-kuatnya mengangkat badan ke atas, sehingga menuju pada sikap berdiri tegak.
4)     Alat tersebut menunjukkan angka yang menyatakan besarnya kekuatan kontraksi dari otot punggung tersebut.
e.       Penilaian : Besarnya kekuatan tarikan otot punggung teste dapat dilihat pada alat pengukuran setelah melakukan tes tersebut.

Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Pria.
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 153.50 – keatas
Bagus 112.50 – 153.00
Sedang 76.50 – 112.00
Cukup 52.50 – 76.00
Kurang SD –52.00
Norma penilaian dan klasifikasi kekuatan otot punggung Wanita
KATEGORI PRESTASI (kg)
Baik sekali 103.50 – keatas
Bagus 78.50 – 103.00
Sedang 57.50 – 78.00
Cukup 28.50 –57.00
Kurang SD –28.00


Bookmark and Share

Anda sedang membaca artikel Contoh Macam-Macam Tes Pengukuran Kekuatan (Strength). Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/11/macam-macam-tes-pengukuran-kekuatan.html

0 comments:

Poskan Komentar