EnsikloPenjas

Senin, 18 Februari 2013

Penguasaan Guru Terhadap Karakteristik Peserta Didik


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dengan peserta didik, untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Interaksi ini disebut interaksi pendidikan, yaitu saling pengaruh antara pendidik dengan peserta didik. Pengaruh peranan pendidik sangat besar, karena kedudukannya sebagai orang yang lebih dewasa, lebih pengalaman, lebih menguasai banyak nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan. Peranan peserta didik lebih banyak sebagai penerima pengaruh, sebagai pengikut, oleh itu disebutnya sebagai peserta didik, atau terdidik. Seorang guru sebagai pendidik yaitu mendidik peserta didik, baik yang berkenaan segi intelektual, sosial, maupun fisik motorik. Perbuatan guru memahami karakteristik peserta didik yaitu di arahkan pada karakter peserta didik pada pencapaian tujuan sekarang dan yang akan datang.
Seorang guru harus menguasai karakteristik peserta didik karena guru merupakan contoh teladan kepada anak-anak dan remaja. Guru merupakan pendidik formal, karena latar belakang pendidikan, kepercayaan masyarakat kepadanya serta pengangkatannya sebagai pendidik. Sedangkan pendidik lainnya disebut pendidik informal. Guru harus menguasai karakteristik setiap individu peserta didik supaya dapat memahami keseluruhan kepribadiannya dengan segala latar belakang dan interaksi dengan lingkungannya. Adapun yang disebut komponen asfek fisik atau jasmaniah dan psikis atau batiniah.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas perlu dilakukan perumusan masalah yang di identifikasikan masalah-masalah tersebut, diantaranya 
      1.      Apa yang akan terjadi apabila guru tidak memahami karakteristik peserta didik ?
      2.      Mengapa karakteristik peserta didik dikatakan karakteristik perubahan hasil belajar ?
      3.      Bagaimana upaya meningkatkan penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik ?

1.3. Tujuan Penulisan
Adapun maksud dan tujuan dalam penyusunan makalah ini, diantaranya:
     1.      Untuk mengetahui hal-hal apa saja apabila guru tidak memahami karakteristik peserta didik.
     2.      Untuk mengetahui karakteristik peserta didik sebagai perubahan hasil belajar.
    3.     Untuk memberikan gambaran tentang upaya meningkatkan penguasaan guru terhadap karakteristik peserta didik.



BAB II
ISI

2.1. Definisi Istilah Karakteristik
            Karakteristik awal katanya berasal dari kata karakter yaitu sifat-sifat kejiwaan, ahlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain, tabiat, watak, berubah menjadi karakteristik. Sedangkan menurut kamus Bahasa Indonesia bahwa karakteristik adalah mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu.
Dalam situasi pendidikian atau pengajaran terjalin suatu interaksi antara peserta didik dengan guru atau antara pendidik dengan peserta didik. Interaksi ini sesungguhnya merupakan interaksi antara dua kepribadian, yaitu kepribadian guru sebagai orang dewasa dan kepribadian peserta didik sebagai anak yang belum dewasa dan sedang mencari bentuk kedewasaan.
Guru sebagai pendidik dan pembimbing tidak bisa dilepaskan dari guru sebagai pribadi. Kepribadian guru sangat berpengaruh peranannya sebagai pendidik dan pembimbing. Guru mendidik dan membimbing peserta didik tidak hanya dengan bahan yang disampaikan, tetapi harus bisa menguasai karakteristik individu peserta didik. Sedangkan anak adalah manusia yang baru tumbuh dan berkembang yang memerlukan kasih sayang, baik di sekolah, rumah, maupun dimana saja.

2.2.  Teori Menurut Para Ahli/Pakar
  1. Surya, (1982 )
Setiap belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik, karena karakteristik perilaku belajar sebagai prinsip-prinsip belajar.
  1. Reber, (1988 )
Kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapih secara mulus dan sesuai keadaan untuk mencapai hasil tertentu.
  1. Bruno, ( 1987 )
Kecenderungan yangyang relatif untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang tertentu.
  1. Carl R. Rogers
Memberikan rumusan yang lebih ekplisif tentang penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik.

2.3. Uraian atau Penjelasan
2.3.1. Guru
Guru mempunyai peranan ganda sebagai pengajar dan pendidik. Kedua peran tersebut bisa dilihat perbedaannya, tetapi tidak bisa dipisahkan. Tugas utama sebagai pendidik adalah membantu mendewasakan anak. Dewasa secara psikologis, sosial, dan moral. Dewasa secara psikologis berarti individu telah berdiri sendiri, tidak bergantung kepada orang lainjuga telah mampu bertanggung jawab atas perbuatannya, mampu bersifat objektif. Dewasa secara sosial berarti telah mampu menjalin sosial dan bekerja sama dengan orang dewasa lainnya. Dewasa secara moral yaitu telah memiliki yang ia akui sebenarnya, ia berperilaku dengan nilai-nilai yang menjadi pegangannya.

2.3.2. Anak/ Peserta Didik
Anak adalah manusia yang baru tumbuh dan berkembang yang memerlukan kasih sayang, baik di sekolah, rumah, maupun dimana saja. Seorang anak atau peserta didik memiliki potensi yang ada pada diri anak tidak bisa di abaikan. Potensi itu harus dikembangkan, mengembangkan potensi anak berarti menciptakan tanggung jawab yang mulia kepada orang tua, namun demikian, orang tua tidak bisa sendiri perlu bekerja sama dengan lembaga formal, yaitu sekolah. Begitu Juga dengan masyarak tempat tinggal.

2.3.3. Cara penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik
            Ada beberapa contoh karakteristik peserta didik diantaranya:
  1. Senang bermain
  2. Selalu ingin tahu
  3. Selalu ingin mencoba
  4. Ingin diperhatikan
  5. Punya sipat polos
  6. Suka menentang
  7. Egois
  8. Senang dipuji
  9. Ingin bebas
  10. Suka Mengganggu
  11. Mendambakan kasih sayang dan rasa aman
  12. Mudah Terpengaruh
  13. Suka Meniru
  14. Manja
  15. Berani
  16. Kreatif
  17. Keras Kepala
  18. Suka berkhayal
  19. Emosi
Cara penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik yaitu memerlukan pemahaman tentang dirinya sendiri (Self Understanding), dan juga pemahaman tentang orang lain (Under Standing the Other). Tanpa pemahaman yang meluas dan mendalam tentang diri sendiri dan orang lain maka guru tidak akan memahami karakteristik peserta didik, jadi harus dilakukannya penguasaan secara menyeluruh.
Pemahaman saja sesungguhnya belum cukup, sebab belum membuat apa-apa. Nilai hidup seseorang di ukur oleh apa yang dia dapat berikan kepada orang lain, apa yang diberikan oleh pendidik kepada muridnya, Dalam hubungan antar individu diberikan dalam bentuk perlakuan, tindakan-tindakan yang bijaksana, yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi. Guru menyiapkan dan menyampaikan pelajaran, memberikan tugas latihan dan sebagainya.
Pemahaman individu pada dasarnya merupakan pemahaman terhadap keseluruhan kepribadiannya dengan segala latarbelakang. Tidak jarang kita temukan orang-orang yang memiliki gambaran diri yang kurang bahkan tidak tepat, lebih tinggi atau lebih rendah. Individu mempunyai perasaan diri lebih superior akan memandang orang lain rendah, dan orang rendah akan memandang orang superior tinggi tingkatannya.
Apabila guru tidak memahami karakteristik peserta didik maka peserta didik tidak akan mengalami perkembangan, potensi belajarnya melemah, dan mobilitas perkembangan anak monoton atau tidak bervariasi. Akhirnya karena potensi peserta didik merupakan dasar dalam menentukan masa depan maka harus diperhatikan, karena menurut sebuah penelitian mutakhir menunjukan bahwa otak manusia terdiri atas bermilyar-milyar sel aktif.

2.3.4. Tekhnik Penguasaan Peserta Didik
  1. Tekhnik tes
  2. Tekhnik Non tes
  3. Observasi
  4. Wawancara
  5. Angket
  6. Studi Dokumenter
  7. Sosiometri
  8. Otobiografi
  9. Studi Kasus
  10. Konferensi Ksus
2.3.5. Karakteristik Perubahan Hasil Belajar
            Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh perubahan yang spesifik. Karakteristik perilaku belajar disebut prinsip-prinsip belajar. Diantara ciri-ciri perubahan yang khas, terdapat karakteristik perilaku belajar yang terpenting yaitu:

  1. Perubahan itu intensional, perubahan yang terjadi dalam proses belajar adalah berkat pengalaman atau praktek yang dilakukan dengan sengaja dan disadari atau dengan kata lain bukan kebetulan.
  2. Perubahan itu positif dan aktif, perubahan yang terjadi karena proses bersifat positif dan aktif.
  3. Perubahan itu efektif dan fungsional, perubahan yang timbul karena proses belajar bersifat efektif, yakni berhasil guna.
2.4. Pendapat Pendamping dan Penulis
            Apabila guru tidak memahami karakteristik peserta didik maka peserta didik tidak akan mengalami perkembangan, potensi belajarnya melemah, dan mobilitas perkembangan anak monoton atau tidak bervariasi. Pemahaman individu pada dasarnya merupakan pemahaman terhadap keseluruhan kepribadiannya dengan segala latarbelakang.
Pendapat kami bahwa cara yang epektif tentang penguasaan guru terhadap peserta didik yaitu guru harus profesional dan guru harus bisa memahami setiap individu, dan bisa memahami diri sendiri dan orang lain. Dalam hubungannya antara pendidik dengan peserta didik dengan cara perlakuan atau tidak boleh adanya tali pemisah atau tidak boleh renggang saupaya terjalin hubungan interaksi yang baik dan penguasaannya berjalan sesuai dengan rencana yang di inginkan.
Memang susah apabila di sesuaikan dengan zaman,yang ada di lapangan dengan teori, karena berbeda. Banyak guru yang tidak memanfaatkan hasil kuliah pendidikannya tentang profesi kependidikan sehingga pendidikan penguasaan guru tidak stabil dan dalam posisi yang tidak baik, dan tidak terarah sesuai dengan rencana.
           

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dalam situasi pendidikian atau pengajaran terjalin suatu interaksi antara peserta didik dengan guru atau antara pendidik dengan peserta didik. Interaksi ini sesungguhnya merupakan interaksi antara dua kepribadian, yaitu kepribadian guru sebagai orang dewasa dan kepribadian peserta didik sebagai anak yang belum dewasa dan sedang mencari bentuk kedewasaan.
 Guru sebagai pendidik dan pembimbing tidak bisa dilepaskan dari guru sebagai pribadi. Kepribadian guru sangat berpengaruh peranannya sebagai pendidik dan pembimbing. Guru mendidik dan membimbing peserta didik tidak hanya dengan bahan yang disampaikan, tetapi harus bisa menguasai karakteristik individu peserta didik.
Cara penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik yaitu memerlukan pemahaman tentang dirinya sendiri (Self Understanding), dan juga pemahaman tentang orang lain (Under Standing the Other). Tanpa pemahaman yang meluas dan mendalam tentang diri sendiri dan orang lain maka guru tidak akan memahami karakteristik peserta didik, jadi harus dilakukannya penguasaan secara menyeluruh. Apabila guru tidak memahami karakteristik peserta didik maka peserta didik tidak akan mengalami perkembangan, potensi belajarnya melemah, dan mobilitas perkembangan anak monoton atau tidak bervariasi. Pemahaman individu pada dasarnya merupakan pemahaman terhadap keseluruhan kepribadiannya dengan segala latarbelakang.

3.2.Saran
Guru harus menjadi guru profesional dan harus bisa memahami karakteristik peserta didik supaya peserta didik mengalami perkembangan, potensi belajarnyamelesat atau normal, dan mobilitas perkembangan anak bervariasi.
8
Pemahaman individu pada dasarnya merupakan pemahaman terhadap keseluruhan kepribadiannya dengan segala latarbelakang.
Pemahaman individu pada dasarnya merupakan pemahaman terhadap keseluruhan kepribadiannya dengan segala latarbelakang. Tidak jarang kita temukan orang-orang yang memiliki gambaran diri yang kurang bahkan tidak tepat, lebih tinggi atau lebih rendah.



DAFTAR PUSTAKA

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2005). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Depdikbud.
Syah, Muhibbin. (2009). Psikologi Belajar. Jakarta: Depdikbud.
Aqib, Zainal. (2008).Sekolah Ramah Anak, Mencegah Kekerasan dalam Sekolah. Bandung.
Yamin, Martinis. (2010). Kiat Penguasaan Siswa. Bandung.

















Bookmark and Share

JANGAN LUPA KLIK IKLANNYA YAA..
1 X KLIK SANGAT BERARTI

Anda sedang membaca artikel Penguasaan Guru Terhadap Karakteristik Peserta Didik. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2013/02/penguasaan-guru-terhadap-karakteristik.html

0 comments:

Posting Komentar