EnsikloPenjas

Senin, 18 Februari 2013

Bersikap Inklusif,Objektif dan tidak Diskriminatif


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Sikap pada dasarnya merupakan evaluasi umum yang disebut oleh manusia terhadap dirinya, orang lain, objek atau isu, sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil keputusan terhadap lingkungan hidup merupakan kuynci utama dalam usaha meningkatkan kualitas, dan sikap juga merupakan bentuk perasaan manusia, yang berhubungan dengan sikap seseorang terhadap suatu objek yaitu perasaan mendukung atau memihak kepada salah satu orang objek tertentu.
Dalam diri manusia harus memiliki kesiapan untuk melakukan interaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, dan dapat dikatakan adanya kesiapan pada suatu stimulus atau rangsangan yang menghendaki adanya suatu respon,menurut suatu pemikiran sikap merupakan konstelasi komponen kognitif, afektif, konatif, saling merasakan, memahami, dan berperilaku terhadap suatu objek.
Seseorang harus bersikap objektif supaya dapat mengenal keadaan yang sebenarnya tanpa dikenai pendapat atau pendapat pribadi, dan tidak bersipat  diskriminatif antara perbedaan, perlakuan,yang tidak adil, supaya tidak terjadi kesalah pahaman, dan tidak mengalami permasalahan yang patal.

1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, perlu dilakukan perumusan masalah, diantaranya :
1.      Apa yang harus dilakukan untuk bersikap inklusif, objektif, dan tidak diskriminatif ?
2.      Mengapa bersikap inklusif,objektif, dan tidak diskriminatif harus dimiliki seseorang ?
3.      Bagaimana upaya yang harus dilakukan oleh seseorang supaya tidak terlepas dari sikap inklusif, objektif, dan tidak diskriminatif ?

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penyusunan makalah ini, diantaranya:
1.      Untuk mengetahui hal-hal penting untuk bersikap inklusif,objektif, dan tidak bersikap diskriminatif.
2.      Untuk mendapatkan pemahaman tentang bersikap inklusif,objektif dan tidak bersikap diskriminatif.
3.      Untuk mendapatkan gambaran umum tentang hal tersebut.


BAB II
ISI

2.1. Definisi/Istilah
Sikap memiliki penguasaan dalam diri seseorang untuk mengambil keputusan untuk meningkatkan kualitas, inklusif awal katanya inclusive, sebuah bentuk seni inklusif, konsep tentang sejarah, dan modern. Objektif menurut kamus bahasa indonesia yaitu mengenal keadaan yang sebenarnya tanpa dikenai pendapat atau pandangan pribadi. Deskriminatif menurut kamus bahasa indonesia yaitu perbedaan perlakuan yang tidak adil,atas dasar kecacatan berarti perbedaan, pengecuali atau pembatasan yang memiliki tujuan/meniadakan pengakuanpelaksanaan, atas dasar kesetaraan dengan orang lain yang berhubungan dengan hak asasi manusia (HAM).
Sikap pada dasarnya merupakan evaluasi umum yang disebut oleh manusia terhadap dirinya, orang lain, objek atau isu, sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil keputusan terhadap lingkungan hidup merupakan kuynci utama dalam usaha meningkatkan kualitas, dan sikap juga merupakan bentuk perasaan manusia, yang berhubungan dengan sikap seseorang terhadap suatu objek yaitu perasaan mendukung atau memihak kepada salah satu orang objek tertentu.

2.2. Teori Menurut Para Ahli
1. Farhati, (1955)
Sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil suatu keputusan terhadap lingkungan hidup merupakan kunci utama dalam usaha meningkatkan kualitas.
2.      Azwar, s (2000)
Sikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, objek, atau isue.
3.      Notoatmojo (1997:130)
Sikap adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindaksesuai sikap objek.

2.3. Uraian atau Penjelasan
2.3.1. Sikap seseorang          
Sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil suatu keputusan terhadap lingkungan hidup merupakan kunci utama dalam usaha meningkatkan kualitas.
Komponen sikap terdiri atas tiga, yaitu:
1.      Komponen kognitif adalah refresentasi apa yang yang dipercaya oleh individu pemilik sikap.
2.      Komponen afektif adalah perasaan yang menyangkut asfek emosional.
3.      Komponen konatif adalah aspek tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang.
Sikap-sikap yang tepat terhadap sistem hukum dan peradilan nasional pada diri seseorang, sesuai dengan sikap yang dimilikinya.

2.3.2. Sikap yang harus dimiliki seseorang
Sikap yang sesuai yaitu:
1.      Sikap Terbuka
Merupakan sikap yang internal menunjukan adanya keinginan dari dirinya untuk memenuhi rasa keadilan. Sikap ini sangat penting dalam rangka menghilangkan rasa curiga dan salah paham sehingga dapat membentuk rasa saling percaya.
2.      Sikap Objektif/Rasial
Sikap ini ditunjukan oleh seseorang dalam memahami ketentuan dan fakta yang dapat diterima oleh akal sehat, mengenai keadaan yang sebenarnya.
3.      Sikap inklusif
Termasuk banyak atau segala sesuatu yang khususnya batas menyatakan sesuatu.
4.      Sikap tidak diskriminatif
Sikap ini tidak boleh adanya suatu perbedaan atau perlakuan yang tidak adil, supaya tidak terjadi konflikyang tidak di inginkan atau kesalah pahaman.

2.3.3. Gambaran tentang bersikap inklusif, objektif dan tidak diskriminatif
            Gambaran ini harus sesuai dengan aturan yang berlaku, tidak hanya sesuai dengan perlakuan tetapi harus adanya hubungan timbal balik antara pokok-pokok tersebut,supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan,bersikap:
  ü  Inklusif
  ü  Objektif, dan
  ü  Tidak diskriminatif.
Hal tersebut harus sesuai dengan sikap,dan aturan yang berlaku.

2.4. Pendapat Pendamping dan Penulis
            Kita tentu berusaha untuk berpikiran inklusif, objektik,dan tidak diskriminatif, agar kita mampu melihat secara luas dari segi menganalisa permasalahan berbagai hal yang terjadi, yaitu bisa menggunakan berbagai cara sudu pandang seseorang. Memang pemikiran ketiga faktor tersebut tidak akan timbul secara tiba-tiba, hal ini memang seni yang perlu kita pelajari, bisa dengan cara hidup bersosial,dengan cara mengamati cara berpikir manusia lain,atau dengan pendidikan.
            Namun, secara ketiga faktor tersebut masih ada salah satu hal penting untuk membuat kita layak sesuai dengan kehidupan yang kita jalani saat ini, yang memang sulit unrtuk di ambil jalan keluarnya, tetapi dengan memahami faktor ketiga hal tersebut dapat memberi gambaran untuk berkembang ke hal yang lebih baik dan terarah, memiliki penyetabilan dalam diri kita. Harus memiliki Objektif hati supaya opini yang kita anggap bisa berhasil sesuai arah dan tujuan.
Sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil suatu keputusan terhadap lingkungan hidup merupakan kunci utama dalam usaha meningkatkan kualitas.
Komponen kognitif adalah refresentasi apa yang yang dipercaya oleh individu pemilik sikap. Komponen afektif adalah perasaan yang menyangkut asfek emosional. Komponen konatif adalah aspek tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Sikap-sikap yang tepat terhadap sistem hukum dan peradilan nasional pada diri seseorang, sesuai dengan sikap yang dimilikinya.


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dalam situasi Sikap pada dasarnya merupakan evaluasi umum yang disebut oleh manusia terhadap dirinya, orang lain, objek atau isu, sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil keputusan terhadap lingkungan hidup merupakan kuynci utama dalam usaha meningkatkan kualitas, dan sikap juga merupakan bentuk perasaan manusia, yang berhubungan dengan sikap seseorang terhadap suatu objek yaitu perasaan mendukung atau memihak kepada salah satu orang objek tertentu.
Dalam diri manusia harus memiliki kesiapan untuk melakukan interaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu, dan dapat dikatakan adanya kesiapan pada suatu stimulus atau rangsangan yang menghendaki adanya suatu respon,menurut suatu pemikiran sikap merupakan konstelasi komponen kognitif, afektif, konatif, saling merasakan, memahami, dan berperilaku terhadap suatu objek.
Sikap dan perilaku seseorang dalam mengambil suatu keputusan terhadap lingkungan hidup merupakan kunci utama dalam usaha meningkatkan kualitas.
Komponen kognitif adalah refresentasi apa yang yang dipercaya oleh individu pemilik sikap. Komponen afektif adalah perasaan yang menyangkut asfek emosional. Komponen konatif adalah aspek tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang. Sikap-sikap yang tepat terhadap sistem hukum dan peradilan nasional pada diri seseorang, sesuai dengan sikap yang dimilikinya.

3.2. Saran
Kita tentu berusaha untuk berpikiran inklusif, objektik,dan tidak diskriminatif, agar kita mampu melihat secara luas dari segi menganalisa permasalahan berbagai hal yang terjadi, yaitu bisa menggunakan berbagai cara sudu pandang seseorang.
Memang pemikiran ketiga faktor tersebut tidak akan timbul secara tiba-tiba, hal ini memang seni yang perlu kita pelajari, bisa dengan cara hidup bersosial,dengan cara mengamati cara berpikir manusia lain,atau dengan pendidikan.
            Namun, secara ketiga faktor tersebut masih ada salah satu hal penting untuk membuat kita layak sesuai dengan kehidupan yang kita jalani saat ini, yang memang sulit untuk di ambil jalan keluarnya, tetapi dengan memahami faktor ketiga hal tersebut dapat memberi gambaran untuk berkembang ke hal yang lebih baik dan terarah, memiliki penyetabilan dalam diri kita. Harus memiliki Objektif hati supaya opini yang kita anggap bisa berhasil sesuai arah dan tujuan.

Bookmark and Share

JANGAN LUPA KLIK IKLANNYA YAA..
1 X KLIK SANGAT BERARTI

Anda sedang membaca artikel Bersikap Inklusif,Objektif dan tidak Diskriminatif . Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2013/02/bersikap-inklusifobjektif-dan-tidak.html

0 comments:

Posting Komentar