EnsikloPenjas

Selasa, 06 Desember 2011

PEMBELAJARAN MOTORIK

PRINSIP DASAR LATIHAN

  • Jumlah Latihan
Adalah suatu satu ketentuan bahwa variable yang paling penting dalam belajar adalah latihan. Dengan keterampilan tingkat tinggi yang ditujukan oleh atlet juara, lamanya waktu, usaha, serta latihan termasuk dalm persiapan amatlah mengesankan.

Umumnya para ahli sepakat, bahwa jumlah latihan ditentukam oleh adanya overlearning (Singer, 1980; Magil 1985; Scmidt, 1991). Maksudnya, ketika apa yang disebut pembelajaran (terjadi penguasaan yang diinginkan) tercapai, maka latihan yang dilakukan harus melebihi tahap itu. Dengan kata lain, harus ada pengulangan yang lebih maksimal.

  •  Kualitas Latihan
Jumlah waktu latihan bukanlah satu-satunya persialan pokok dalam hal pencapaian keterampilan. Tidak kalah pentingnya dalam hal latihan adalah kualitas latihan itu sendiri. Oleh kerananya adalah penting bagi kita untuk mengorganisasikan dan merancangkan kegiatan latihan secara efektif.

Pemilihan Metode Pengajaran

  •  Metode Bimbingan
Teknik atau metode bimbingan adalah metode yang paling umum dalam latihan, diman sisiwa dituntun dengan berbagai cara melalui persoalan gerak. Dalam penggunaanya metode ini mempunyai beberapa tujuan, dan ,yang paling utama adalah mengurangi kesalahan-kesalahan dan memastikan bahwa pola uang tepat sudah dilakukan.

  • Latihan Padat dan Terdistriusi
Dikaitkan dengan penggiunaan waktu dalam proses latihan, maka metode latihan yang lain dapt ditentukan, yaitu latihan padat (massed practice) dan latihan terdistribusi (distributed practice). Latihan padat menunjukan sedikitnya waktu istirahat diantar ulangan. Misalnya, jika tugas latihan mempunyai waktu 30 detik, latihan padat menjadwalkan istirahat pada ulangannya hanya sediktu sekali (misalnya 5 detik) atau tidak istirahat sam sekali. Latihan terdistribusi akan memerlukan istirahat diantara ulangannya minimal selam waktu pelaksanaannya, misalnya 30 detik atau lebih lama.

  • Keseluruhan VS Bagian
Beberapa keterampilan terdiri dari beberpa gerakan yang sangat kompleks. Dari kenyataa tersebut jelas bahwa alangkah sulitnya bagi guru untuk menampilkan ssemua aspek keterampilann tersebut sekaligus kepada siswa sebab siswa pun akan merasa dijejali terlalu banyak informasi da tugas dan kemungkinan tidak akan mampu mengingatnya sam sekali. Guru akan membagi tugas kedalam unit-unit yang bermakna yang dapat dipisah-pisahkan.

 Dalam pelaksanaannya metode global ini mengikuti urutan sebagai berikut :
1.      Preview
2.      Percobaan
3.      Review
4.      Retrial
5.      Pemantapan


Metode-Metode Pengajaran Dalam Praktek

  •       Metode Global
Metode Golabal atau keseluruhan atau whole method adalah suatu cara mengajar yang beranjak dari yang umum ke yang khusus. Dalam mengajarkan keterampilan gerak atau permainan, maka bentuk yang utuh atau keseluruhan terlebih dahhulu kemudian dipecah-pecah menjadi bagian-bagian.
Dalam pelaksanaannya metode global ini mengikuti urutan sebagau berikut :
1.      Preview
2.      Percobaan
3.      Review
4.      Retrial
5.      Pemantapan

  •           Metode Bagian
Metode bagian atau Part Methode adalah suatu cara mengajar yang beranjak dari suatu bagian ke seluruhan, atau dari yang khusus ke yang umum. Pada karakternya metode ini dianggap metode yang tradisional, karena meruoakan metode yang paling tua, yang merupakan pengkristalan gagasan-gagasan mengajar daro teori behaviourisme.
Tahap pelaksanaanya :
1.      Preview
2.      Analisis
3.      Melatih unit-unit
4.      Sintesis

  •      Metode Global-Bagian
Metode global-bagian (whole-part method) adalah campuran dari kedua metode yang sudah dibahas di atas, dengan maksud mencoba menggabungkan kelebihan-kelebihan dari keduanya.
Urutan pelaksanaan :
1.      Preview
2.      Percbaan
3.      Review
4.      Melatih bagian
5.      Sintesis
6.      Pemantapan
  •        Metode Progresif
Metode progresif (progresif method) adalah cara mengajar dimana bahan latihan atau keterampilan dibagi dalam beberapa unit atau bagian. Yan harus dlakukan disini adalah mencoba menari atau menentukan inti dari keterampilan yang bersangkutan. Inti itulah yang kemudian dijadikan bagia pertama yag harus dilakukan. Sebagai contoh, unutk mengajar lompat jauh gaya lenting dengan metode prigresif adalah dengan menentukan silkap melenting di udara sebagai intinya.

Pengaturan Latihan

  • latiahan terpusat ( blocked practice)
Latihan servis 50 x ( tugas A)
Latihan smash 50 x ( tugas B)
Latiahan chop 50 x (tugas C)
Penatira latihan terpusat dilaksanakan dengan mendahulukan satu tugas hingga selesai sebelum berpindah ke tuga lainnya

  •  Latihan acak
Memukul servis-langsung melakukan smash-kemudian melakukan chop-lalu melakukan servis lagi.
Latihan acak mengkehendaki atlet melakukan berbagai kegiatan latihannya dalam satu waktu, tanpa dipisah-pisah oleh jeinis keterampilannya. Siswa seolah berputar untuk melakukan semua keterampilan dengan acak, sehingga anak tidak pernah melakuakan tugas lainnya secara berturut-turut.

  • Melatih Tugas Tungal
Cara yang bisa ditempuh adalah dengan pengaturan latihan yang bervatiasi, atau lajim disebut varieabel practice.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTIKAN KETERAMPILAN SAN PEMBELJARAN

Pencapaian suatu keterampilan dianggap dipengaruhi oleh banyak fakutor. Faktor-faktor tersebut secara umum dibedakan menjadi tiga faktor utama, yaitu faktor proses belajar, faktor pribadi, dan faktor situasional (lingkugan).

  • Faktor Proses Belajar

Hakikt dari proses belajar sebenarnya berkaitan langsung dengan isu sentral yang dibahas yaitu hakekat pembelajaran. Proses belajar yang baik tentunya harus mendukung upaya menjelmakan pembelajaran pada setiap pesertanya. Berbagai teori belajar memeberi jalan kepada kita tentang bagaimana pembelajaran bisa dijelmakan, yang indikasi datinya adalah adanya perubahan dalam pengetahuan dan perilaku individu peserta pembelajarn.

Teori-teori belajar mengarahkan kita pada pemahaman tentang metode pengajaran yang efektif, apakah suatu materi pelajran cocok disampaikan dengan menggunakan metode keeluruhan vs bagian, metode distribusi, versus metode padat, metode drill versus problem solving, atau metode pengjaran terprogram.

  • Faktor pribadi
Setiap orang (pribadi) merupakan individu yang berbeda-beda, baik dalam hal fisik , mental-emosional, maupun kemampuannya. Idividu memiliki cirri, kemapuaan, minat, kecenderungan, serta bakat ayng berbeda-beda.

Dengan mengakui adanya perbedaan-perbedaan tersebut di atas pada siswa yang memepalajari gerak, maka tidak  mengherankan pula bahwa kesuksesan seseorang dalam menguasai sebuah keteampilan gerak banyak ditentuakan oleh cirri-ciri atau kemampuan bakat dari orang yang bersangkutan.

12 Faktor Pribadi Yang Sangat Berhubungan Dengan Upaya Pencapaian keterampilam (Singer)
  1. Ketajaman indera, yaitu kemempuan indera untuk mengenal keterampilan rangsang secara akurat
  2. Persepsi, yaitu kemempuan untuk membuat arti dari situasi yang berlangsung
  3. Intelegensi, yaitu kemampuan untuk menganalisis dan memecahkan masalah serta membuat keputusan-keputusan yang berhubungan denag penampilan gerak
  4. Ukuran fisik, adanya tingkat yang ideal dari ukuran-ukuran tubuh yang diperlikan untuk sukses dalam cabang olah raga tertentu
  5. Pengalaman masa lalu, keleluasaan da kualitas pengalaman masal lalu yang berhubungan dengan situasi dan tugas gerak yang dipelajari saat ini
  6. Kesanggupan, terdiri dari kemampuan (ability), keterampilan dan pengetahuan yang dikembangkan secara memadai untk menyelasaikan tugas dan situasi yang dipelajari saat ini
  7. Emosi, kemempuan untuk mengarahkan dan mengontrol perasaan secara tepat sebelum dan pada saat melaksanakan tugas
  8. Motivasi, kehadiran semangat dalam tingkat optimal untuk bisa mengusai keterampilan yang dipelajari
  9. Sikap, adanya minat dalam mempelajari dan memberi nilai pada kegiatan yang sedang dilakukan
  10. Faktor-faktor kepribadian yang lain, hadirnya sifat yang ekstrim seperti agresivitas, kebutuhan berafilsi, atau perlaku lain yang dapat atau tidk dapat dimanfaatkan, tergantung situasi yang terjadi
  11.  Jenis kelamin, pengaruh komposisi tubuh, pengalaman, faktor-faktor budaya pada pelaksanaan kegiatan dan keinginan untuk berprestasi
  12. Usia, pengaruh kronologis dan kematangan pada kesiapan dan kemampuan untuk memepelajari dan memampilakan tugas tertentu


  • Faktor situasional
Faktor situasional sebenarnya berhubungan dengan faktor-faktor linhkungan serta faktor-faktor lain yang mampu memberikan perubahan makna dan situasi pada kondisi pembelajaran.
Faktor situasional :
  1. Tipe tugas yang diberikan
  2. Peraltan yang digunakan termasuk media belajar
  3. Kondisi sekiter dimana pembelajaran
Pengguanaan peralatan serta media belajar, secara langsung atau tidak tentulah akan berpengaruh pada minat dan kesungguhan siswa dalam proses belajar, yang pada gilirannya akan mempengaruhi keberhasilan mereka dalam mengusai keterampilan yang sedang dipelajari.

kemajuan teknologi : mendongkrak prestsi seseorang serta merupakan gambaran nyata dari semakin terkuasainya keterampilan yang lebih baik lagikemajuan di bidang kesehatan : mengungkap baynayk rahasia dari kemampuan akhir manuisa dam hal gerak dan keterampilan.

BELAJAR MOTORIK

Konsep umum belajar motorubik : proses/perubahan perilaku gerak akibat pengalaman dan latihan. Perilaku ini mencangkup kognitif, afektif, dan psikomotor.

Konsep spesipik belajar motorik : proses menguasai, menghaluskan, memantapkan → motor ability (kemamapuan mtorik), motor skill (keterampilan motorik)Teknik : prosedur gerak dalam melakukan suatu tugas gerak/model untuk melakukank tugas gerak.

Keterampilan : diperoleh melalui belajar/latihan, merupakan aksi motorik, merupakan kemempuan seseorang melakukan tugas gerak mencapai tujuan tertentu.

Motor ability : kapasitas uang dimiliki seseorang untuk melakukan tugas gerak, yang sudah melakat sejak anak-anak. Tidak perlu dipelajari, bersifat biologis, bakat, dibawa sejak lahir.

Karakteristi belajar motorik :
1.      Merupakan proses
2.      Tidak teramati secara langsung
3.      Hasil pengalaman
4.      Menghsilkan kebiasaan
5.      Relative permanen
6.      Ada efek negative
7.      Kurva mula-mula menanjak, selanjutnya mendatar, akhirnya menurun.

Fase belajar motorik
1.      Kognitif : verbal
Motor mencari hubungan antara gerak yang dilakukan dengan hasil yang dicapai
2.      Fixasi/asosiatif : motor stage
Gerakan dilakukan berulang-ulang/dimantapkan. Fase latihan : koreksi, perbaikan oleh guru.
3.      Autonomus : otomatisasi
Gerakn dilakukan secara otomatis, keterampilan sudah disempurnakan, tingkat kecemasan berkurang, waktu dan urutan pola otomatis, gangguan lingkungan berkurang.
                   
Beberapa hal dalam fase 1 :

1.      Pahami hakekat gerak
2.      Memperolah gambaran yang jelas
3.      Memperoleh ide tentang gerakan. Empat hal yang dituntut untuk memperoleh ide:
1.      Tujuan harus jelas
2.      Adanya perhatian siswa
3.      Bemakna/mempunyai arti
4.      Kondisi harus mantap

Fase 2 :

1.      Latihan berulang-ulang
2.      Lakukan koreksi dan perbaikan
3.      Banyak latihan tergantung kompliksitas dan pengalaman motorik

Fase 3 : (cirri-ciri yang terlihat)

1.      Keterampilan mudah disempurnakan
2.      Tingkat kecemasan menurun
3.      Waktu dan urutan gerak otomatis
4.      Gangguan lingkungan berkurang
5.      Pengendalian akal berkurang
6.      Kecepatan dan efisiansi meningkat

Prinsip belajar motorik

1. Sederhana ke komplek
2. Kenali kemampuan awal siswa
3. Kesempatan berlatih cukup
4. Mantapkan umpan balik
5. Menghasilkan keberhasilan
6. Berikan bantuan dan kurangi bantuan
7. Lakukan koreksi dan perbaikan gerakan

Unsur-unsur gerak :
      
1. Space (ruang)
2. Force (tenaga)
3. Flow (aliran gerak)
4. Ritme (irama gerak)

Tugas utama belajar motorik ;
1.      Menerima dan menginterpretasikan informasi
a.  Faktor psikologis
b. Berfungsi indera
c.  Faktor fisiologi
d. Kejelasan informasi

2.      Mengolah dan menyusun informasi
a.  Pengalaman mototik yagn ngtersimpan si dalam LTM ( long term memory)
b. Kemampuan kognitif

3.      Realisasi gerakan dalam bentuk latihan
a.  Kapabilitas
b. Motor ability
c.  Penglaman motorik yang terimpan dalam LTM
d. Komplek gerakan

PERSIAPAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MOTORIK

A.    "Bagaimana memotivasi?"
Motivasi akan menentuktuan siswa mamapu dan mau mempelajari suatu kemampuan. Seorang siswa yang tidak termotivasi sama sekali tidak akan mau beraltih, dan karenanya hasil latihan atau belajar tidak akan maksimal.

Siswa yang termotivasi akan menghabiskan waktu dan usahanya untuk melakukan tugas yang diberikan, dengan latihan yang lebih serius, yang mengarahkannya pada pembelajaran yang relative.
                                       
Upaya memotivasi siswa
1.      Memperkenalkan keterampilan
Memperkenalkan makna dan manfaat dari keterampilan yang dimaksud untuk masa-masa tertentu.
Penjelasan tentang bagaimana keterampilan itu ditampilkan dalam tingkat yang sebenarnya.
2.      Menetapkan tujuan belajar
Commit pada diri sendiri terhadap suatu tujuan merupakan motivasi yang sungguh-sungguh kuat.
Tujuan yang ditetapkan harus realistis, sesuatu yang dapat dicapai melelui latihan dan usaha.

3.      Knowledge of result
Pentingnya pengetahuan penmpilan atau pengetahuan tentang hasil penmpilan dalam proses pembelajarn gerak.

B.     Memberi tugas
Memeberi gambaran yang menyeluruh kepada siswa tentang keterampilan yang akan dipelajari, termasuk pemberian deskripsi umum tentang bagaimana keterampilan itu dittampilkan.
Prosedur yang dilakukan :

1.      Pemberian instruksi
Siner mencatat bahwa pemberian intruksi ini harus meliputi empat hal :
a.       Terus menerus memeberikan intruksi dan aratukh
b.      Hanya digunakan sebagai teknik transfer nilai pra-latihan (pre training)
c.       Mendorong siswa untuk memberikan respon pada tanda-tanda khusus pada saat yang khusus
d.      Menwarkan saran yang bersifat korektif pada penmapilan yang bersangkutan

2.      Modeling dan demonstrasi
Media yang paling baik dalam pemberian intruksi pra-latihan adalah alat-alat bantu visual, seperti gambar dari suatu teknik atau keterampilan yang benar, klip film, atau demonstrasi oleh kawan sekelas atau oleh guru sendiri.
Prosedur ini merupakan bagian dari upaya pembelajaran observasional, dimana para siswa menalbah informasinya hanya dengan mengamati penampilan orang lain.

Empat pedoman pemberian demonstrasi :

1.      Para siswa harus disadarkan untuk mengamati contoh yang diberikan dengan perhatian penuh.
2.      Guru harus menyampaikan informasi yang optimal dapat diproses oleh kemampuan siswa
3.      Demonstrasi tersebut akan memberikan efek yang lebih baik jika diulang lebih dari sekali
4.      Akan sangat membantu jika dapat menampilkan demontrasi dalam bentuk film.

Bentuk latihan
Bentuk latihan dapat dibedakan antara latihan yang berbentuk latihan motorik dan fisik serta latihan yang berbentuk latihan mental.

Teknik latihan fisik dan motorik
Siapapun yang menyatakan “practice make perfect” mean ngetahui bahwa penguasaan keterampilan memerlukan pengulangan. Akan tetapi, pengulangan sendiri tidak menjamin meningkatnya penguasaan keterampilan tetapi hanya memperkuat pembentukan perilaku permanen. Oleh kerana itu adigium lama  tersebut akan lebih tapat berbunyi “latihan dirancang efektif membuat sempurna”.

Bebeapa teknik latihan fisik

1.      Latihan simulator
Simulator adalah alat yang meniru keadaan tertentu dari tugas yag menyerupai gerak sebenarnya. Simulator sering berupa alat yang rumit, canggih,dan mahal, seperti yang digunakan untuk melatih pilot. Tetapi simulator juga tidak terlalu rumit. Banyak perlengkapan yang malahan dapat dibuat sendiri oleh guru atau pelatih, sebagai alat bantu latihan.

2.      Latihan gerak lamban
Satu metode untuk menyedehanakan latihan dari keterampilan target adalah latihan gerak lamban. Kekhususan dari gagasan pembelajaran akan menyatakan bahwa gerak lamban amat berbeda jauh dengan kecepatan normal. Latihan gerak lamban bermanfaat pada latihan tahap-tahap awal pembelajran. Dengan melatih gerakn lamban, meraka harus mengontrol gerakan secara efektif, sehingga mengurangi keselahan dalam pola gerak fundamentalnya

Teknik latihan mental (menthal rehearsal)
Dalam khsanah pembelajaran gerak, kini muncul kesadaran bahwa upaya penguasaan keterampilan tidak hanya difokuskan pada pembalajaran gerak saja, melainkan disadari perlunya menyisihkan waktu untuk latihan mental.

Latihan mental adalah proses latihan dengan cara memikirkan atau membayangkan secara mental aspek tertentu dari keterampilan yang sedang dipelajari, tanpa terlibat dalam segala macam gerak sesungguhnya. Dalam khsanah pelatihan kita, praktik pelatihan mental sering juga disebut latihan nir gerak atau nir motorik.


Selama latihan mental, anak atau atlet dapat diingatkan kepada aspek procedural atau aspek simbolik dari keterampilan (misalnya, urutan dalam rangkaian dansa atau gerakan stroke dalam permainan raket), atau meraka membayangkan dirinya seperti benar-benar sedang memenangkan pertandingan, yang kadang disebut secara khusus sebagai pembayangan mental (mental imagery).




Bookmark and Share

Anda sedang membaca artikel PEMBELAJARAN MOTORIK. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2011/12/prinsip-dasar-latihan-jumlah-latihan.html

0 comments:

Poskan Komentar