EnsikloPenjas

Senin, 17 Desember 2012

Rekreasi Untuk Kesehatan

BAB III
PEMBAHASAN

            3.1 Pengertian Rekreasi
Rekreasi, dari bahasa Latin,re-creare, yang secara harfiah berarti “membuat ulang”, adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang selain pekerjaan. Kegiatan yang umum dilakukan untuk rekreasi adalah pariwisata, olahraga, permainan, dan hobi. Kegiatan rekreasi umumnya dilakukan pada akhir pekan. Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Akan tetapi, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi “penggunaan berharga dari waktu luang.”
Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dansosial. Jay B. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja,dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang.
Dengan demikian, penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa “menciptakan kembali” (re-creation) orang tersebut, upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena ‘menjauh’ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali, sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi, yang tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka.
3.1.1        Jenis-jenis Rekreasi
a)    Pariwisata
Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan aling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia.
Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industry jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi; jasa keramahan – tempat tinggal, makanan, minuman; dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istirahat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.
Banyak Negara, bergantung banyak industry pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industry pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
b)   Olahraga
Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani (misalkan olahraga tradisional dan modern).
c)    Permainan
Permainan merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang-senang,, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Permainan biasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama. Permainan ada tingkatannya berdasarkan umur, ada permainan anak da nada permainan dewasa. Ada juga permainan untuk umum yaitu permainan computer.
d)   Hobi
Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan fikiran seseorang. Kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari bahasa inggris “Hobby”. Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan. Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti megumpulkan sesuatu (koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa.

3.2  Pengertian Kesehatan
Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek. Ini juga merupakan tingkat fungsional dan / atau efisiensi metabolisme organisme, sering secara implisit manusia.
Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan" . Hanya segelintir publikasi telah difokuskan secara khusus pada definisikesehatan dan evolusi dalam 6 dekade pertama. Beberapa dari mereka menyoroti kurangnya nilai operasional dan masalah diciptakan dengan menggunakan kata "lengkap." Lain menyatakan definisi, yang belum diubah sejak 1948, "hanya yang buruk."
Pada 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan dari kehidupan.
Kesehatan adalah konsep yang positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik." Klasifikasi sistem seperti WHO Keluarga Klasifikasi Internasional (WHO-FIC), yang terdiri dari Klasifikasi Internasional Berfungsi, cacat, dan Kesehatan (ICF) dan Klasifikasi Internasional Penyakit (ICD) juga menentukan kesehatan. Secara keseluruhan kesehatan dicapai melalui kombinasi dari fisik, mental, dan kesejahteraan sosial, yang, bersama-sama sering disebut sebagai "Segitiga Kesehatan".

3.3. Hubungan Rekreasi dengan Kesehatan
Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang melakukan kegiatan. Ada yang bekerja di sawah, berangkat ke sekolah, berangkat ke kantor, berolahraga, memasak, dan sebagainya. Semua kegiatan tersebut memerlukan tenaga. Di sekolah, para siswa  melakukan kegiatan, seperti membaca, menulis, berpikir, dan bermain. Kegiatan itu tentu membuat kita merasa lelah.
Semua jenis kegiatan di atas memerlukan kerja otak dan otot. Makin banyak kegiatan yang dilakukan, makin banyak pula tenaga yang dikeluarkan. Akibatnya, tubuh menjadi lelah. Kelelahan tubuh yang terjadi harus diimbangi dengan istirahat yang cukup agar tubuh menjadi segar kembali.
1.    Olahraga
Olahraga dan kesehatan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, seperti halnya kebutuhan jasmani dan rohani. Dengan melakukan olahraga yang teratur, tubuh kita akan menjadi segar dan sehat. Berolahraga secara teratur dapat berdampak positif terhadap tubuh kita. Dampak-dampak positif tersebut, antara lain:
·       Nafsu makan akan bertambah karena sistem pencernaan menjadi lebih baik,
·       Sikap tubuh kokoh dan kuat karena otot-otot menjadi kuat dan besar,
·       Tubuh tahan terhadap penyakit,
·       Raut wajah kelihatan riang;
·       Mempunyai keinginan keras dan disiplin;
·       Peredaran darah menjadi cepat dan lancar; dan
·       Sirkulasi zat di dalam tubuh menjadi cepat.
2. Istirahat
Ada beberapa macam bentuk istirahat yang dapat menyehatkan tubuh, antara lain, tidur, santai setelah melakukan kegiatan, dan rekreasi pada waktu libur.
a.    Tidur
Tidur merupakan salah satu bentuk istirahat yang baik. Setelah tidur, kondisi tubuh akan menjadi lebih baik dan segar. Di saat tidur, pancaindra kita akan mengalami pengenduran. Otot yang semula tegang akibat digunakan untuk beraktivitas, juga akan mengendur.
Kebutuhan tidur antara orang satu dengan yang lain berbeda. Anak lebih banyak waktu tidurnya daripada orang dewasa. Mengapa? Karena anak masih berada dalam taraf pertumbuhan.
b.    Santai Setelah Melakukan Aktivitas
Setelah belajar, berolahraga, bekerja, atau bermain, tubuh dan otak kita akan terasa lelah dan tegang. Bersantai merupakan salah satu bentuk istirahat yang dapat membuat tubuh yang semula tegang dan lelah menjadi segar kembali. Santai dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain, sebagai berikut:
·       menonton TV atau mendengarkan musik,
·       membaca dan melihat gambar yang lucu,
·       berjalan-jalan di sekitar rumah atau kebun,
·       bersenda-gurau dengan keluarga atau teman,
·       duduk dengan tenang.
Di sekolah, setelah belajar satu atau dua mata pelajaran, siswa diberi waktu istirahat selama 10 atau 15 menit. Waktu istirahat diberikan sebanyak dua kali. Dengan beristirahat yang cukup dapat membuat tubuh dan otak menjadi segar kembali. Hal-hal yang dapat dilakukan pada waktu istirahat di sekolah, antara lain:
·       ke kamar kecil untuk buang air,
·       duduk santai sambil melihat teman bermain,
·       membeli jajan di warung sekolah,
·       membaca buku-buku yang berguna,
·       bermain dengan teman di halaman sekolah, atau
·       menghirup udara segar di luar kelas.
c.    Rekreasi pada Waktu Liburan
Selain tidur dan santai, rekreasi pada waktu liburan juga merupakan salah satu bentuk istirahat. Hari libur dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk berekreasi atau berwisata. Dengan berekreasi, pikiran kita tidak selalu terpusat pada kesibukan belajar atau bekerja. Tempat rekreasi tidak harus jauh atau yang membutuhkan biaya mahal. Banyak lokasi rekreasi yang dapat dikunjungi, misalnya pantai, gunung, atau museum.

3.4  Manfaat Rekreasi bagi kesehatan
Liburan adalah waktu yang paling banyak ditunggu setiap orang walaupun untuk liburan banyak hal yang bisa dilakukan dari mulai yang sederhana sampai liburan yang memakan biaya tinggi. Tetapi hal itu bukan masalah sepanjang kita memfokuskan pada aspek positif liburan terutama untuk kesehatan. Peneliti telah menunjukkan liburan ternyata sangat dianjurkan oleh para dokter karena memiliki pengaruh terhadap peningkatan kesehatan:
1.    Hidup lebih lama
Suatu penelitian yang dilakukan terhadap 749 wanita yang berumur 45-64 tahun di Amerika menunjukkan baik ibu rumah tangga maupun wanita kerja yang mengambil liburan memiliki peningkatan signifikan dalam penurunan serangan jantung. Ibu rumah tangga yang mengambil liburan sekali dalam enam tahun atau kurang memiliki hampir dua kali resiko timbulnya serangan jantung dibanding yang berlibur dua atau lebih per tahun.
2.    Menjaga sel otak
James Sands dari South Coast Institute for Applied Gerontology meneliti 112 wanita yang berumur 65-92 dan menemukan ada suatu hubungan antara rutinitas hidup yang banyak dengan menurunnya fungsi intelektual. Meskipun ada hubungan positif antara liburan dengan fungsi intelektual.
3.    Meningkatkan kepuasan hidup
Linda Hoopes dan John Lounsbury, peneliti Departemen Psikologi Universitas Tennessee mensurvey 128 pegawai sebelum dan sesudah liburan. Mereka menemukan ada suatu peningkatan dalam kepuasan hidup setelah liburan.
4.    Menurunkan ketegangan
Stress eksternal dan kegiatan kehidupan baik di tempat kerja atau rumah dapat membuat seseorang merasa gembira atau stress. Gejala-gejalanya termasuk perasaan lelah, tidak memiliki dorongan, tidak tertarik melakukan sesuatu, tidak antusias dan bahkan perasaan takut. Peneliti dari Departemen Psikologi Universitas Tel Aviv. Mina Westman dan Dove Eden menemukan perasaan tertekan dalam 76 pegawai menurun signifikan selama liburan.
5.    Memperbaiki kehidupan keluarga
Dilaporkan dalam An experiment in leisure (Science Journal, 1968), W.J. Kaiser menganalisa respon dari 390 pegawai pabrik baja yang melakukan liburan selama 13 minggu. Ia menemukan liburan ternyata dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan keluarga. Para pekerja dilaporkan lebih tertarik dan berbagi kegiatan dengan pasangan dan anak-anak mereka.

3.5  Usaha Untuk Menjaga Kesehatan
1. Hindari Stress
Setiap jaringan di dalam tubuh dikendalikan oleh suatu interaksi kompleks bahan-bahan kimiawi yang beredar dalam aliran darah dan hormon-hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar kelenjarendokrin yang dikendalikan oleh kelenjar utama yang berada di otak , sehingga proses-proses intelektual dan emosi yang terjadi di tempat lain di dalam otak mempengaruhi tubuh kita. Sampai saat ini kita belum memahami dengan jelas cara bagaimana bahan-bahan kimiawi otak berkaitan dengan gagasan dan emosi, tetapi hal yang penting adalah bahwa keadaan pikiran kita mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan tubuh kita.
Ketegangan, kecemasan, stres, emosi pasif seperti berkabung, merasa gagal, amarah yang ditekan menghasilkan hormon-hormon yang menekan sistem kekebalan tubuh kita. Oleh karena itu pengendalian stres sangatlah penting untuk menuju hari tua yang sehat dan tetap berkualitas.
2.    Cukup istirahat dan rekreasi
Pada umumnya orang dewasa dianggap cukup istirahat apabila dapat tidur nyenyak 6-8 jam dalam 1 hari . Istirahat ini sangat perlu bagi sel-sel tubuh kita untuk dapat beregenerasi menggantikan sel-sel tubuh yang sudah tidak baik lagi atau rusak. Sayangnya , justru banyak lanjut usia yang punya keluhan tidak dapat tidur karena stres dan adanya gangguan berbagai macam penyakit seperti rematik, penyakit jantung koroner, kencing manis dan kanker.
Dengan membiasakan tidur teratur dan cukup istirahat serta selalu berusaha mempertahankan kesehatan tubuh dan memeriksakan diri secara teratur pada dokter keluarga terhadap penyakit yang di derita akan membuat hari tua yang lebih baik dan berguna. Rekreasi juga merupakan salah satu faktor penting untuk dapat menghindari stres dan Melepaskan ketegangan sehingga seseorang menjadi rileks. Cukup rekreasi membuat seseorang menjadi lebih tenang dan terlepas dari segala persoalan yang menghimpit,sehingga lebih memudahkan seseorang dapat istirahat dan tidur lebih banyak. 
3.    Cukup Olah raga
Berolah raga secara teratur kemungkinan menderita sakit lebih rendah dibandingkan dengan orang yang kerjanya hanya duduk-duduk saja. Olah raga sangat bermanfaat baik secara langsung maupun tidak langsung untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dan memungkinkan kita untuk menghadapi stress. Olah raga telah terbukti berhasil mengatasi depresi , juga merupakan senjata yang ampuh melawan penyakit jasmani. Jenis dan takaran olah raga bersifat individu sehingga perlu di konsultasikan dengan dokter keluarganya.
4.    Makan cukup gizi (bergizi, berimbang, beragam, dan aman
Nutrisi yang baik merupakan bagian yang penting bagi setiap orang yang mau hidup hari tuanya berguna dan bebas dari penyakit degeneratif. Untuk memenuhi kecukupan gizi sangat dianjurkan penganeka ragaman makanan, agar semua zat gizi yang di perlukan oleh tubuh dapat dipenuhi dari makanan. Untuk menghambat proses degeneratif selain kecukupan gizi juga penting diperhatikan keseimbangan gizi sehingga masing-masing zat gizi tersedia dalam jumlah cukup dan ratio yang optimal sehingga tubuh dapat memperoleh cukup energi , cukup memproduksi hormon, enzym, dan zat kekebalan lain yang sangat diperlukan tubuh, dan juga dapat menggantikan bagian-bagian sel yang rusak. Kekurangan gizi akan mengakibatkan tubuh dapat menjadi sakit, tetapi kelebihan gizi dalam hal ini obesitas berakibat kurang baik dan juga dapat menimbulkan berbagai macam kelainan yang mempercepat terjadinya berbagai macam penyakit degeneratif.  Mempertahankan berat badan ideal
Berat badan ideal seseorang dapat dihitung secara kasar dengan rumus sbb :
BB Ideal = ( TB - 100 )Kg - 10%( TB - 100 )Kg
contoh: TB = 165 cm
BB Ideal = ( 165 - 100 ) - 10%( 165 - 100 )
= 65 - 6,5
= 58,5 Kg
Untuk mempertahankan berat badan ideal, harus ada keseimbangan antara masukan gizi makanan dan energi yang dibutuhkan. Masukkan gizi diperoleh dari makanan sehari-hari yang diatur dan disesuaikan dengan berat badan dan tinggi badan serta kondisi penyakit yang menyertai dan kebutuhan energi yang diperlukan dimana setiap orang itu berbeda sehingga pengaturan berat badan ideal itu perlu ditangani oleh tenaga medis dalam upaya menjadi sehat di hari tua.
5.    Hindari merokok dan Alkohol
Tembakau banyak di hubungkan dengan peningkatan terjadinya arterosklerosis, kanker, penuaan dini dan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, dll.
6.    Hindari polutan
Dalam era industrialisasi seperti sekarang ini, sungguh sangat tidak mudah menghindari diri dari polutan yang masuk kedalam tubuh. Kendati demikian kita dapat meminimalisasi ancaman polutan terhadap kesehatan kita dan membuat hidup kita lebih panjang serta menjadi lebih produktif dengan olah raga yang telah disesuaikan dengan umur, penyakit yang diderita, mengkonsumsi suplemen antioksidan , dan tata menu makanan yang benar.

3.6  Contoh Rekreasi Kesehatan
3.6.1 Pariwisata Kesehatan.
Jenis pariwisata kesehatan sangat variatif mulai dari yang sangat sederhana sampai ke yang sangat canggih yang tentu saja menuntut biaya yang sangat besar. Pariwisata kesehatan sendiri sebenarnya dapat dibagi dua yaitu pariwisata kesehatan fisik dan psikis. Parwisata kesehatan fisik meliputi sarana untuk penyembuhan penyakit kulit, relaxation, dan kecantikan sementara kesehatan psikis terdiri dari penyembuhan akibat obat-obat terlarang, depresi, dan gangguan mental.
Yang disebut belakangan biasanya dilakukan di rumah peristirahatan, rumah sakit dan pesantren serta hanya terbatas pada pengunjung yang memang menderita penyakit dan tidak dapat dinikmati oleh rekan, keluarga, dan sanak famili walaupun pada masa sekarang sudah mulai dikembangkan untuk bisa pula dinikmati oleh keluarga terdekat. Salah satu contoh Pesantren Suryalaya yang terletak di Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat dan sangat terkenal di seluruh Indonesia sekarang ini menyediakan program yang dapat diikuti oleh keluarga pasien sementara menunggu proses penyembuhan yang bersangkutan. Jenis pariwisata kesehatan ini dilakukan oleh keluarga menengah ke atas karena biayanya cenderung sangat mahal terutama pengobatan akibat narkoba, alhohol dan sejenisnya.
Jenis pariwisata kesehatan fisik yang berkaitan dengan kecantikan biasanya berupa spa, salon kecantikan dan pemandian air panas. Jenis pariwisata kesehatan ini lebih bisa dinikmati oleh segala lapisan masyarakat karena relatif lebih murah, banyak pilihan, dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing.

BAB IV
KESIMPULAN

Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dansosial. Jay B. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja,dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang.
Di dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang melakukan kegiatan. Ada yang bekerja di sawah, berangkat ke sekolah, berangkat ke kantor, berolahraga, memasak, dan sebagainya. Semua kegiatan tersebut memerlukan tenaga. Di sekolah, para siswa  melakukan kegiatan, seperti membaca, menulis, berpikir, dan bermain. Kegiatan itu tentu membuat kita merasa lelah.
Semua jenis kegiatan di atas memerlukan kerja otak dan otot. Makin banyak kegiatan yang dilakukan, makin banyak pula tenaga yang dikeluarkan. Akibatnya, tubuh menjadi lelah. Kelelahan tubuh yang terjadi harus diimbangi dengan istirahat yang cukup agar tubuh menjadi segar kembali.
Liburan adalah waktu yang paling banyak ditunggu setiap orang walaupun untuk liburan banyak hal yang bisa dilakukan dari mulai yang sederhana sampai liburan yang memakan biaya tinggi. Tetapi hal itu bukan masalah sepanjang kita memfokuskan pada aspek positif liburan terutama untuk kesehatan. Peneliti telah menunjukkan liburan ternyata sangat dianjurkan oleh para dokter karena memiliki pengaruh terhadap peningkatan kesehatan.
Berikut ini merupakan upaya untuk menjaga kesehatan agar kondisi tubuh tetap terjaga :
1.    Hindari Stress
2.    Cukup istirahat dan rekreasi
3.    Cukup Olah raga
4.    Makan cukup gizi, hindari merokok dan alkoho serta hindari poluta

DAFTAR PUSTAKA
Agus S. Suryo Broto. (2001) Teknoogi Pembelajaran Pendidikan Jasmani.
Yogyakarta:FIK UNY.
Cece Wijaya dan A.Tabrani Rusyan.(1994).Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Remaja Roedakarya Offset.
Sukintaka.(1992). Teori bermain Pendidikan Jasmani.
Yogyakarta: ESA Grafika Solo.
(2001) Teori Bermain Pendidikan.
Yogyakarta: ESA Grafika Solo


Bookmark and Share

Anda sedang membaca artikel Rekreasi Untuk Kesehatan. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/12/rekreasi-untuk-kesehatan.html

0 comments:

Poskan Komentar