EnsikloPenjas

Jumat, 08 Juni 2012

Makalah Studi Perkembangan Motorik

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Perkembangan merupakan proses yang terjadi pada setiap mahkluk. Perkembangan anak meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif dan psikososial. Perkembangan fisik berkaitan dengan perkembangan gerakan motorik, yakni perkembangan gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara saraf, otak, otot, tulang dan lainnya.
Pengetahuan mengenai proses perkembangan merupakan inti daripada pendidikan. Tanpa pengetahuan tentang aspek-aspek perkembangan prilaku manusia, guru/pelatih hanya dapat menduga jenis taknti dan intervensi apa yang akan digunakan dalam mengembangkan keterampilan. Walaupun sejumlah studi telah dilakukan berkaitan dengan aspek-aspek perkembangan prilaku motorik namun masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan studi mengenai proses pekrmbangan.
Para pakar dalam bidang psikologi perkembangan cenderung tertarik meneliti perkembangan motorik hanya sebagai suatu indikator visual dari fungsi-fungsi kognitif. Sedangkan para pakat dalam bidang psikologi sosial dan emosional.
Sayangnya proses perkembangan manusia hanya dipelajari dari salah satu aspek saja sehingga terjadi ketidaksempurnaan pandangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan dipelajari dalam pengertian ranah (kognitif, afektif, psikomotor) hubungan antara usia dan perilaku (masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, usia pertengahan dan usia lanjut) dan dari sifat-sifat biologis atas pengaruh suatu lingkungan

1.2  Rumusan Masalah
Dari latarbelakang yang sudah dipaparkan pada tahap pertama, maka penulis mempunyai berbagi rumusan masalah mengenai perkembangan motori :
1.    Apa yang dimaksud dengan perkembangan motorik ?
2.    Bagaimana proses perkembangan motorik dan studi mengenai perkembangan motorik ?
3.    Bagaimana sejarah mengenai bidang studi perkembangan motorik ?
4.    Ada berapa macam metode yang digunakan dalam studi perkembangan motorik ?
5.    Bagaimana cara merancang penelitian dalam perkembangan gerak ?

1.3. Tujuan
Selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Motorik juga untuk mengetahui :
1.    Pengertian perkembangan motorik
2.    Proses perkembangan motorik dan studi perkembangan motorik
3.    Sejrah bidang studi perkembangan motorik
4.    Macam-macam metode perkembangan  motorik
5.    Cara merancang penelitian dan perkembangan gerak





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Perkembangan Motorik
Menurut Hurlock (1998) – perkembangan motorik: perkembangan pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir.
Menurut Sugiyanto dan Sudjarwo (1992) – perkembangan: proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh ke arah keadaan yang makin terorganisasi dan terspesialisasi. Perkembangan terjadi dalam bentuk perubahan kualitatif, kuantitatif atau kedua-duanya secara serempak. Perkembangan gerak “motor development”: suatu proses sejalan dengan bertambahnya usia – secara bertahap dan bersinambung gerakan individu meningkat dari sederhana, tidak terorganisasi, tidak terampil – keterampilan gerak yang kompleks dan terorganisasi dengan baik – penyesuaian keterampilan – proses penuaan.
Menurut Zulkifli (2001) - perkembangan motoris: gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerjasama antara otot, otak dan saraf. Ciri-ciri gerakan motoris: gerak dilakukan dengan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu. Gerak yang dilakukan tidak sesuai untuk mengangkat benda dan gerak serta.
Menurut Keogh – perkembangan gerak: perubahan kompetensi atau kemampuan gerak dari mulai bayi (infancy) sampai masa dewasa (adulthoud) serta melibatkan berbagai aspek perilaku manusia, kemampuan gerak dan aspek perilaku yang ada pada manusia mempengaruhi perkembangan gerak dan perkembangan gerak sendiri mempengaruhi kemampuan dan perilaku manusia.  

2.2 Perkembangan Motorik
Studi mengenai pertumbuhan dan perkembangan manusia telah lama menarik perhatian para pakar dalam bidang psikologi dan pendidikan. Pengetahuan mengenai proses perkembangan merupakan inti daripada pendidikan. Tanpa pengetahuan tentang aspek-aspek perkembangan prilaku manusia, guru/pelatih hanya dapat menduga jenis taknti dan intervensi apa yang akan digunakan dalam mengembangkan keterampilan. Walaupun sejumlah studi telah dilakukan berkaitan dengan aspek-aspek perkembangan prilaku motorik namun masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan studi mengenai proses perkembangan.
Para pakar dalam bidang psikologi perkembangan cenderung tertarik meneliti perkembangan motorik hanya sebagai suatu indikator visual dari fungsi-fungsi kognitif. Sedangkan para pakat dalam bidang psikologi sosial dan emosional.
Studi perkembangan motorik dipelajari sebagai lintas bidang dari fifiologi latihan, bio mekanik, perilaku motorik, dan kontrol motorik baik sebagai psikologi perkembangan maupun sosiologi. Tahun 1970 banyak riset dilakukan berkaitan dengan perkembangan motorik. Dan sejak saat itu studi ini menjadi bidang yang diminati para peneliti dalam bidang pendidikan jasmani dan psokologi.
Sayangnya proses perkembangan manusia hanya dipelajari dari salah satu aspek saja sehingga terjadi ketidaksempurnaan pandangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan dipelajari dalam pengertian ranah (kognitif, afektif, psikomotor) hubungan antara usia dan perilaku (masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, usia pertengahan dan usia lanjut) dan dari sifat-sifat biologis atas pengaruh suatu lingkungan.
Studi pekrmbangan motorik hendaknya ditinjau dari perspektif manusia secara utuh baik meliputi aspek-aspek biologis maupun lingkungan mencakup perilaku kognitif dan afektif yang berdampak pada perkembangan. Jika semua itu mempunyai nilai nyata bagi pelaksana (guru/pelatih) maka studi perkembangan motorik tidak hanya terfokus kepada penampilan keterampilan-keterampilan dalam mengontrol lingkungan tetapi juga harus menganalisis dan mendokumentasikan apakah setiap individu pada semua usia dalam keadaan itu dapat melakukannya dengan normal atau tidak.

2.3 Studi Tentang Proses Perkembangan Gerak
Perkembangan merupakan suatu proses yang berlangsung terus menerus, berawal saat konsepsi dan berakhir pada saat kematian. Perkembangan  merupakan  sebuah  proses  yang  terus  menerus  yang  dimulai  dengan  masa pembuahan (antara sperma dan ovum) dan berhenti hanya dengan kematian.
Perkembangan mencakup semua aspek perilaku manusia karena itu hanya dapat dipisahkan secara artificial ke dalam domain-domain, kategori atau periode usia. Pengakuan terhadap konsep perkembangan “lifespan” yang semakin luas mendorong para peneliti melakukan studi tentang keterampilan atlet pada masa adolensia dan dewasa dan juga studi tentang gerakan pada masa bayi, masa kanak-kanak, dan usia lanjut. Banyak hal yang dapat diketahui dengan mempelajari perkembangan motorik pada semua tingkat usia dengan memandangnya sebagai suat proses uang berkesinambungan.
Setiap individu mempunyai masa perkembangan dan masa pencapaian kemampuan gerakan yang spesifik dan unik. Periode usia hanya menunjukan rentang perkiraan waktu saat mana perilaku-perilaku tertentu menonjol. Perkiraan yang berlebihan pada periode waktu ini akan mengurangi makna tentang kontinuitas, kespesifikan, dan individualitas daripada prose perkembangan.
Demikian  pula halnya  dengan  studi  tentang  keterampilan  atlet  selama  masa  remaja  dan  atau dewasa  menjadi  sangat  penting.  Oleh  karena  itu  perlunya  mempelajari  gerak  manusia  selama masa bayi, anak-anak, dan kehidupan selanjutnya merupakan suatu tuntutan
Perkembangan  gerak  pada seluruh jenjang  usia  akan  mengalami  peningkatan  apabila dilakukan melalui proses pembelajaran  seperti dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah-sekolah. Proses perkembangan ini akan terus berlangsung seiring dengan bertambahnya umur.
Keterlibatan berbagai faktor kemampuan gerak  dan kemampuan  fisik satu  sama  lain berin teraksi dengan cara yang sangat kompleks. Terutama terkait dengan kemampuan kognitif dan afektif mereka. Masing-masing kemampuan tersebut akan dipengaruhi oleh factor biologis dan lingkungannya. Pengaruh dari faktor  biologis ini biasanya  terjadi saat  terjadinya  pembuahan  yang  mengh asilkan benih  manusia (zygote) yang kemudian berkembang menjadi organ isme  atau janin sebagai calon manusia  yang dikenal  sebagai fetis  atau bayi  dalam  kandungan. Faktor  biologis ini secara  tidak langsung dipengaruhi pula oleh makanan yang ibu makan saat mengandung,  perawatan pada  ibu, dan proses kelahiran.
Pengaruh  dari  faktor  lingkungan  dimana  faktor  ini  merupakan  kondisi  yang  memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan. Faktor lingkungan ini memiliki beberapa aspek seperti:
1.        Alamiah  sosial dimana bentuk pergaulan, tingkat sosial, tingkat  ekonomi, bentuk daerah tempat tinggal member andil dalam  terbentuknya  sikap  kognitif  dan  afektif individu.
2.        Budaya dimana kebiasaan dalam konteks keluarga dan diluar keluarga akan memberi warna terhadap perilaku individu.
Jadi, dalam proses perkembangan gerak secara konstan  seharusnya  mengingatkan individu. Setiap individu memiliki  keunikan  tersendiri  dalam  hal perkembangan  dan kemahiran akan kemampuan gerak. Ada beberapa teori yang mengungkapkan  mengenai keunikan  itu. Salah satu diantaranya adalah Gallahue. Pada  tahun  1989 Gallahue pernah memaparkan  mengenai keterkaitan lingkungan belajar  dan satu dengan lainnya dalam proses perkembangan gerak sebagai berikut. untuk Makalah Studi Perkembangan Motorik yang lebih lengkap download disini!





Bookmark and Share

Anda sedang membaca artikel Makalah Studi Perkembangan Motorik. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/06/makalah-studi-perkembangan-motorik.html

0 comments:

Poskan Komentar