EnsikloPenjas

Selasa, 29 Mei 2012

Gaya Belajar dan Mengajar PENJAS

Gaya belajar dan merupakan dua hal yang baru di dalam melangsungkan proses pemblajaran. Gaya belajar merupakan kepribadian atau personality dan kesanggupan siswa untuk terlibat dalam proses belajar. Sedangkan gaya mengajar merupakan interaksi yang dilakukan oleh guru dengan siswa dalam proses belajar mengajar agar materi yang disajikannya dapat diserap oleh siswa. Adpun gaya-gaya belajar itu dapat di uraikan di bawah ini :

     Gaya Kognitif
Gaya Lognitif adalah gaya yang konsisten dan sering yang dilakukan siswa terutama dalam menaangkap rangsangan, caara mengingat, berpikir, dan memecahkan masalah. Gaya belajar kognitif dapat di bagi menjadi tiga tipe siswa dalam belajar. Ketiga tipe tersebut terdiri dari field dependence dan fild independence, implusif-reflektif, dan preseptif/reseptif-sistematis/intuitif. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak uraian berikut ini.

1. Tipe Field Dependence Dan Fild Independence
Dua tipe ini memiliki perbedaan. Adpun perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :
NO
Tipe Dependence
Tipe Independence
1
2
3
4
5
Dipengaruhi lingkungan dan pendidkan waktu kecil.
Didiidk untuk selalu memperhatikan orang lain.
Bicara lambat agar dapat di pahami orang lain.
Mempunyai hubungan social yang luas.
Guru cendrumg menggunakan metode diskusi dan demokratis.
Kurang dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidkan masa lalu.
Dididik untuk mandiri .
Berbicara cepat tanpa mengiraukan orang lain.
Kurang mementingkan hubungan social.
Guru cendrung menggunakan metode ceramah.

2. Impulsif-replektif
Siswa yang impulsif cendrung mengambil keputusan dengan cepat tanpa memikirkannya secara mendalam. Sedangkan siswa yang replektif sangat mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum mengambil kepususan. Untuk mengetahui tipe belajr impulssif dan replektif pada siswa dapat diteliti dengan menggunakan instrumen berupa test, misalnya siswa diberi beberapa bentuk gambaran seperti bola, lapangan, mobil, rumah, dan sebagainya.
Jadi, guru harus mencermati masing-masing tipe gaya belajar yang di miliki siswa. Kedua tipe gaya belajar ini memiliki keunikan. Jadi, guru perlu menelaah keadaan siswa sebelum memberikan keputusan yang menyangkut harga diri siswa. Selain itu juga dengan masing-masing gaya belajar yang di punyai siswa, guru lebih mudah mencari alternatif solusi manakala siswa diadapkan pada kesulitan belajarnya.

3. Presetif/reseptif-sistematis/intuitif
Siswa yang persetif cendrung menyaring informasi yang masuk ke dalam dirinya dan selalu mencari hubungannya. Sementara siswa yang reseptif lebih memperhatikan pada informasi yang detail dan tidak peduli dengan pertautan informasi itu. Siswa yang sistematis mencari pemecahan setiap persoalan dengan metode yang sistematis. Sedangkan siswa intuitif cendrung mengemukakan jawaban tanpa menggunakan informasi yang sistematis.
Dari ketiga tipe gaya belajar tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tipe gaya belajar relative berbeda. Tidak semua siswa mampu belajar sendiri. Dan setiap tipe mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu, guru harus menyadari akan adanya tipe-tipe yang berbeda pada belajar siswa tersebut.

     Gaya Respons
Gaya respons merupakan gaya siswa dalam memberikan responsnya kepada informasi yang disampaikan oleh guru. Gaya ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai berikut.

1.Siswa Penurut
Siswa yang selalu taat pada aturan sekolah dan selalu menyesusaikan diri dengan ketentuan serta memandang guru sebagai orang yang memberi pujian dan penghargaan.Siswa tipe seperti ini cendrung memusatkan diri pada tugas yang diberikan.Mereka tidak pernah melawan dan selalu menerima apa saja yang guru katakan.

2.Siswa Pemberontak
Siswa bertipe ini cendrung memusuhi gurunya.Biasanya hasil belajarnya rendah,dan cendrung bersikap pesimis tentang masa depan dan jarang melibatkan dirinya dalam kegiatan kelas.

3.Siswa yang Mandiri
Tipe siswa seperti ini biasanya rajin penuh percaya diri.Ia tidak mau mengadakan hubungan lebih dekat dengan gurunya dan biasanya memiliki pola piker yang kritis.

4.Siswa yang Tidak Mandiri
Siswa tipe ini selalu menggantungkan dirinya kepada orang lain termasuk pada gurunya.Tingkat ketakutannya tinggi apalagi kalau menghadapi ujian.Ia mudah tersinggung dan kurang percaya diri.

5.Siwa yang Mudah Putus Asa
Siswa tipe ini merasaa tidak puas dengan dirinya,banyak menyendiri dan menghindar dari temen-temenya.Ia kurang sensitive dengan orang lain.Anak yang memiliki gaya yang cendrung mudah putus asa.harus mendapat perhatian khusus dari guru.Apabila tidak dikendalikan emosinya biasanya anak itu terjerumus kepada hal-hal yang negative.Oleh karena itu,peran guru dan orng tua sangat dibutuhkan untuk lebih memperhatikan dan memberikan dukungan kepada tipe anak seperti itu.

6.Siswa yang Ingin Mencari Perhatian
Siswa tipe ini selalu ingin berhubungan social dengan siapapun.Ia sering membuat banyolan-banyolan yang membuat orang lain tertawa,dan sangat memperhatikan pendapat orang lain.

7.Siswa Pendiam
Siswa tipe ini perasaan rendah diri,dan terhadap orang lain selalu merasa curiga,defensive,dan cepat marah.Gurun dipandangnya sebagai ancaman,dan dengan orang tuanya juga tidak dekat.Anak tipe ini sangat sensitive dan takut akan kegagalan.

Ketujuh gaya belajar respon ini akan memberi input pada guru agar ia lebih peka dalam memberikan respon kepada siswa.karena tipe siswa yang berbeda-beda itulah,maka guru perlu lebih tanggap akan karakterristik siswa orang perorang,termasuk mendengar keluhan yang siswa sampaikan kepadanya.Apabila hal ini guru lakukan,maka proses belajar dan pembelajaran disekolah akan dapat berjalan sebagai mana yang diharapkan.

Implementasi dan manfaat gaya belajaran
Dalam memanfaatkan gaya belajar siswa,sering muncul pertanya, Bagaimanakah guru memanfaatkan gaya belajar siswa dalam proses belajar dan mengajar untuk bisa memanfaatkannya guru perlu melakukan iagnosis tantang keadaan yang ada dengan mengadakan wawacara,observasi atau tes.

Dengan mengetahui gaya belajar siswa,guru dapat menyesuaikan gaya mengajarnya dengan kebutuhan siswa. Untuk dapat memperhatikan dan menyelami perlakuan yang sesuai dengan gaya belajar siswa,guru harus menguasai skill dalam berbagai gaya mengajar seperti gaya komando,gaya praktek,gaya inklusi,gaya reciprocal,gaya problem solving,gaya guide,gaya discovery,dan gaya-gaya mengajar lainnya.

Gaya Mengajar

Menurut Moston dan Asworth gaya mengajar terdiri dari 2 kelompok,yaitu Gaya mengajar langsung dan tidak langsung. Paparan lebih lengkap dijelaskan sebagai berikut :
       1. Gaya Mengajar Komando
Gaya ini bertujuan mengarahkan siswa dalam melakukan tugas gerak secara akurat dan dalam waktu yang singkat. Siswa harus mengikuti segala intruksi yang disampaikan oleh guru. Dalam gaya komando peran guru sangat dominan yaitu :
Membuat segala keputusan dalam pembelajaran
Membuat segala keputusan yang terkait dengan : Mata pelajaran,susunan pelaksanaan tugas,memulai dan mengakhiri waktu pelaksanaan pengajaran,interpal dan mengklarifikasi berbagai pertanyaan siswa.
Memberi umpan balik kepada siswa mengenai peran guru dan materi. Adapun peran siswa adalah hanya mengikuti dan melakukan tugas yang diintruksikan guru.

      2. Gaya Mengajar Praktek
Tujuan dari gaya ini adalah menawarkan kepada siswa waktu untuk melakukan latihan secara individu atau privat. Juga guru memberikan umpan balik secara individu dan privat.
Dalam gaya ini siswa memiliki peranan untuk melaksanakan tugas dan segala keputusan dalam pelaksanaan tugas itu diserahkan pada siswa. Adapun peranan guru adalah menjawab berbagai pertanyaan yang siswa ajukan serta menjelaskan mengenai penampilan siswa dan member umpan balik pada akhir pembelajaran.

      3. Gaya Mengajar Reciprocal
Gaya ini dimulai dengan memperhatikan perubahan yang lebih besar dalam membuat keputusan dari guru kepada siswa. Siswa bertanggung jawab untuk mengobservasi penampilan dari teman atau pasangannya dan memberikan umpan balik segera pada setiap kali melakukan gerakan.

Dalam gaya ini guru mempersiapkan lembar tugas yang menjelaskan tugas yang nharus dilakukan,berikut keriteria evaluasi yang berfungsi untuk menentukan bahwa gerakan yang dilakukan oleh pasangannya itu sudah sesuai dengan rujukan. Deskripsi semacam ini akan membantu siswa selaku pengamat dalam anlisis tugasnya.

Disamping lembar tugas yang menguraikan peranan pengamat dan pelaku juga lamanya waktu yamg dibutuhkan beserta jumlah gerakan yang harus dilakukan dalam setiap kali pengajaran berlangsung.
Secara umum setiap kali guru akan memberikan pelajaran, guru harus memulai dengan memberikan peragaan dan menguraikan cara melaksanakan skill itu dan mengklarifikasi lembar tugasnya. Latihan selanjutnya,siswa melakukannya bersama-sama dengan pasangan masing-masing dimana yang satu bertindak selaku pengamat dan yang lainnya melakukan aktivitas pengajaran pendidikan jasmani berupa gerakan.
Selain itu,Guru menyuruh siswa untuk bergantian dalam melakukan tugasnya. Yang sebelum bertugas sebagai pengamat menjadi pelaku dan sebaliknya. Kegiatan ini dapat diulang berulang kali tergantu gerakan mana yang masih dianggap perlu dilatih.

      4. Gaya Mengajar Ingklusi
Tujuan dari gaya ini adalah untuk membelajarkan siswa pada level kemampuan masing-masing. Setiap siswa diharuskan terlibat dalam proses pembelajaran ini,karena siswa dapat memilih aktivitas yang mereka anggap mampu untuk melakukannya.

Peranan siswa adalah mencoba melakukan gerakan untuk setiap tingkatan kesulitan. siswa dapat memilih aktivitas yang mereka anggap mampu. Siswa dapat melakukan aktifitasnya pada level yang lebih sukar apabila dianggap mampu.

Sementara itu peranan guru adalah mempersiapkan tugas yang akan dilakukan siswa dan menentukan tingkat kesukaran didalam tugas tersebut. Guru harus mempersiapkan keriteria untuk masing-masing tahapan tugas.
Keempat gaya mengajar itu diketrgorikan sebagai gaya mengajar langsung karena yang lebih banyak berperan adalah guru.
      
      5. Gaya mengajar Eksplorasi
Gaya mengajar ini memokuskan proses belajar pada siswa. Dalam gaya mengajar ekplorasi, tugas gerak didesain untuk memungkinkan siswa bergerak secara bebas seperti yang siswa itu ingini.
Gaya mengajar ini sama dengan gaya mengajar problem solving.
Gaya ini memungkinkan untuk memberikan siswa peluang mandiri dan mengali kemampuannya sendiri. Gaya ini pula dapat menghasilkan sikap percaya diri yang lebih besar pada siswa.

      6. Gaya Mengajar Guided Discovery
Tujuan gaya ini adalah untuk mencari alternative jawaban dalam bentuk gerak yang ditanyakan oleh guru.
Peran siswa adalah memperhatikan peranan yang diuraikan oleh guru, Mencari jawaban untuk setiap pertanyaan secara berurutan, dan menentukan jawaban secara tepat berdasarkan konsep gerak yang benar. Peran guru adalah mendesain pertayaan, menyajikan pertayaan kepada siswa, memberikan umpan balik dan menjelaskan konsep gerak yang tepat.

      7. Gaya Mengajar Divergent Produktion
Tujuan dari gaya ini adalah untuk melibatkan siswa dalam menemukan berbagai jawaban terhadap satu jenis pertanyaan. Peranan siswa adalah menganalisis berbagai respons dan memverfikasi respons tersebut untuk tugas yang diintruksikan oleh guru untuk kepadannya. Sementara peran guru adalah membuat keputusan yang tepat mengenai jawaban siswa serta menerima respons tersebut.





Bookmark and Share

JANGAN LUPA KLIK IKLANNYA YAA..
1 X KLIK SANGAT BERARTI

Anda sedang membaca artikel Gaya Belajar dan Mengajar PENJAS. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/05/gaya-belajar-dan-mengajar-penjas.html

0 comments:

Poskan Komentar