EnsikloPenjas

Senin, 30 April 2012

Sejarah Senam

Senam pertama kali diperkenalkan pada zaman Yunani kuno. Senam berasal dari kata Gymnastics, Gymnas berarti telanjang, sebab pada waktu itu orang-orang berlatih tanpa memakai pakaian. Sedangkan Gymnasium adalah suatu tempat yang dipergunakan untuk mengadakan latihan senam. Pada zaman itu Gymnastik dilakukan dalam rangka upacara-upacara kepercayaan yaitu guna menyembah dewa Zeus.
Pada awal permulaaan abad ke-20, senam telah menjadi rencana pendidikan di sekolah-sekolah Amerika. Hal ini berkat usaha dari Dr.J.F.Williams, Dr.Dubly sorgen dan Thomas D.Wood.
Frederik Jahn adalah bapak Gymnastik, dia memkombinasikan latihan-latihan gimnastik dengan pertunjukan-pertunjukan patriotik. Dia juga menemukan beberapa perelatan senam, diantaranya adalah palang horizontal, palang sejajar, kuda-kuda melintang, dan bak lompat.
Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Pada waktu itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan “Taiso”. Pemakaian istilah “senam” sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport.

Sejarah Perkembangan Senam

1. Senam Pada Jaman Kuno (l.k. 2000 s/d 1000 tahun S.M)
a. Jaman Primitif
Pekerjaan orang primitive untuk menyambung hidupnya dengan jalan berburu, menangkap ikan dan berperang. Oleh karena alat-alat yang dipakai sederhana sekali, maka yang dikembangkannya adalah kekuatan fisiknya. Bagi masyarakat primitive mempertahankan hidup dengan jalan perang mempunyai peranan yang paling penting, sebab kelanggengan suatu bangsa atau suku tergantung dari hasil peperangan. Biasanya peperangan diakhiri dengan tari-tarian berupa bentuk gerak yang penting dalam kehidupan mereka. Suatu tari merupakan bagian dari pemujaan mereka terhadap nenek moyangnya.
Pendidikan pada jaman itu ditujukan kepada anak dari anggota sukunya dan ditekankan kepada menguatkan badan. Mereka ikut berburu dan berperang untuk diterima sebagai anggota suku, pada upacara pembaptisan sebagai orang dewasa, anak-anak yang menjelang akil balig diuju ketangkasannya dan ketahanannya menahan rasa sakit.
b. Cina
Sejak tahun 2700 SM. Di dataran Cina ada suatu kegiatan yang menyerupai senam, terutama dalam bentuk penyembuhan atau pengobatan. Latihan berupa macam-macam gerakan pasif dan aktif, latihan pemanasan dan massage. Beberapa abad lamanya Cina mempunyai kebudayaan yang boleh dikatakan tidak berubah-ubah.
Ajaran Cina jaman kuno ini adalah filsafat moral yang menekankan pentingnya keluhuran budi. Untuk memperoleh hikmahnya kehidupan, orang harus menempuh jalan kesucian dan kesetiaan. Ajaran tersebut antara lain ajaran Kong Hu Cu yang kemudian diteruskan oleh pengikut-pengikutnya.
Adat kebiasaan di dataran Cina banyak diketahui dari kumpulan tulisan-tulisan Kong Hu Cu dan murid-muridnya. Kecuali latihan pernapasan dan melulut, ada suatu tarian atau dansa yang tujuannya adalah menyembuhkan. Dansa adalah kegiatan yang merupakanh bagian yang penting dalam pendidikan Cina Kuno. Dengan berdansa orang-orang Cina berharap dapat melawan penyakit kurang darah, tungkai yang membengkak dan penyakit busung air. Hal inni telah dikenal sejak dahulu kala. Senam medis dari Cina merupakan tradisi yang sudah berabad-abad usianya dan bertahan sampai sekarang. Disamping melalui lukisan-lukisan dan patung-patung kayu dapat diketahui permainan anak-anak Cina (kebanyakan dilakukan di Biara-biara) yang berupa latihan kesetimbangan pada tambang dan latihan berbagai macam senam lantai.
c. India
Unsur-unsur senam yang ada di India kuno adalah teknik bernapas dan pengetahuan tentang penyembuhan penyakit. Kegiatan ini mempunyai arti keagamaan, antara lain cita-cita hidup dari orang berkasta pendeta/padri yang ingin lepas dari derita di alam fana, pemujaan kepada dewa brahmana. Dalam pelajaran menurut agama Budha, ditujukan caranya menuju kehidupan yang lebih baik yaitu dengan jalan penguasaan jasmani, pengaturan pernapasan dan meditasi.
Bernapas selalu dihubungkan dengan kekuatan alam. Setiap kali berlatih, kita bernapas, dan bernapas berarti kita menghirup udara. Udara yang kita hirup bermuatan prana, dan prana inilah yang merupakan suatu sumber kekuatan yang memelihara alam semesta. Senam Yoga misalnya, lebih dari pada usaha sekedar untuk tujuan medis. Dalam tujuannya yang hakiki senam Yoga melepaskan diri dari hidup keduniawian. Pelajaran ini berkembang ke Negara lain, diantaranya Jepang, Cina dan juga Indonesia (dengan perubahan-perubahan).
Dalam buku Weda, pelajaran terdiri dari latihan yang kita kenal dengan latihan tubuh, misalnya :
- Latihan ketangkasan (headstand, berdiri diatas tengkuk atau sikap lilin dan sebagainya.
- Latihan memanjat tambang/tiang dengan kepala diatas/dibawah
- Latihan merangkak/merayap
Lama kelamaan seperti yang kita lihat, Yoga memegang peranan dalam senam yang beraliran estetis.
d. Mesir
Peninggalan yang terkenal dari Mesir Kuno adalah Piramida, dapat kita baca bagaimana kehidupan sehari-hari telah terjadi, bagaimana orang hidup dan bekerja. Juga mengenai olahraga dapat kita ketahui pada gambar-gambar yang telah ditinggalkan bahwa orang Mesir sudah mengenal latihan bebas (senam) yang bilamana dilihat dari gaya dan cara melakukannya menyerupai gymnastic Jerman Kuno. Latihan-latihan yang lain mirip juga dengan latihan Yoga. Disamping itu terdapat juga macam-macam bentuk senam lantai.
e. Yunani Kuno
Sepanjang Sejarah Negara Yunani, senam yang disebut dengan kata Gymnastic memegang peranan yang penting dalam arti kata seluas-luasnya. Gymnastic pada jaman Yunani Kuno dapat kita lihat pada lukisan di jambangan, yaitu di Kreta sekitar 2000 tahun SM. Suatu jenis olahraga bagaimana orang yang beradu melawan sapi memegang tanduknya melajam pada sapi yang menyerbu, kemudian melakukan baling-baling (cartwheel) di atas punggungnya dan mendarat kembali di belakang binatang itu.

2. Senam Pada Jaman Yunani Dan Romawi (1000-476 S.M.)
a. Yunani (1000 S.M.-146 S.M.)
þ Sparta
Sparta di bangun 1000 tahun sebelum Masehi. Permainan Olympiss untuk menghormati dewa-dewa mempunyai tujuan spiritual. Pada masa itu hanya orang yang berkuasa/orang yang terkemuka, orang-orang yang mempunyai hak lebih yang mendapatkan pendidikan.
Pada tahun 550 sebelum Masehi terjadilah pembalikan. Budak-budak yang merasa tertindas memberontak. Untuk mencegah kekacauan, kaum militer memegang kekuasaan. Kalau dulu olahraga mempunyai tujuan spiritual, sekarang olahraga dipakai untuk menyusun kekuatan (militer). Laki-lakinya yang kuat, perempuannya tidak terlalu perasa dan dapat melahirkan anak yang sehat. Kekuatan tidak lain adalah latihan-latihan militer. Rakyat harus kuat dan latihannya terdiri dari :
1. Baris-berbaris
2. Lari cepat, dan
3. Gulat
þ Athena
Athena tumbuh dengan pesat dan setiap orang dapat menduduki jabatan di pemerintahan dan dapat bergaul dengan kaum bangsawan (kebalikan dari Sparta).
Sparta pendidikan terbatas pada segi intelek dan segi militer, kalau Athena semua aspek. Sparta menekankannya pada kekuatan fisik saja, sedangkan tujuan gymnastic di Athena adalah manusia yang selaras (harmonis) antara jiwa dan raga (Socrates). Di Athena rakyat hidup di alam yang lebih demokratis. Gymnastik merupakan bagian dari pendidikan yang menyeluruh. Latihannya antara lain panthatlon yang terdiri dari :
1.      Lari
2.      Lompat
3.      Lempar lembing
4.      Lempar cakram
5.      Gulat
Jatuhnya Yunani,Yunani yang terpusat pada pemerintahan kota Athena terbuka pintunya terhadap dunia bebas.
Pada Abad ke 3 S.M. teknik dan pengetahuan berkembang dengan pesat sekali. Akan tetapi setiap orang mencari peruntungannya sendiri-sendiri, mencari kekayaan untuk diri sendiri. Kebudayaan Yunani tidak berakar kuat, segala pesta upacara keagamaan dan permainan yang begitu megah mulai hilang. Segala macam kegiatan olahraga lebih banyak diajukan untuk pengobatan. Arti spiritual hilang. Dengan hilangnya cita-cita dan semangat, Yunani menjadi lemah dan akhirnya orang Hellena dikuasai Roma. Tahun 146 S.M. Yunani menjadi jajahan orang Romawi.
b. Romawi (146 S.M.- 476 M.)
Pendidikan yang dilakukan di Roma berbeda dengan Yunani. Kalau di Yunani pendidikan dipusatkan di sekolah, sebaliknya di Roma keluargalah tempat mendidik anak.
Keluarga dimana sang ayah berkuasa (Pater Familias) memerintah dengan keras dan memberikan segala ketangkasan kepada anak-anaknya. Gymnastic mendapat tempat yang penting yaitu untuk persiapan militer. Mereka mendapat pelajaran bertanding dengan tongkat dan "turnen" pada kuda yang terbuat dari kayu. Kalau gymnastic di Yunani merupakan bagian dari pendidikan, sebaliknya di Roma gymnastic hanyalah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan praktis. Orang Romawi hidup lebih praktis, sebagai anggota masyarakat harus dapat mempertahankan Negara.
Gymnastic terdiri dari :
þ Perkelahian tongkat
þ Turnen pada kuda tiruan terbuat dari kayu
þ Baris-berbaris
þ Lari lintas alam
þ Seni menunggang kuda
Gymnastic pada jaman Yunani dan Romawi disebut Senam Klasik. Masa itu disebut juga masa Hellenisme, yaitu masa kebudayaan orang-orang Hellena (Yunani). Dengan runtuhnya peradaban Yunani dan Romawi gymnastic menghilang, dan mulai saat itu mulai pertengahan (476-1500 M.) kegiatan senam dilarang dan dianggap tabu. Setelah tahun 1500 timbul perubahan, yaitu datangnya jaman kebangkitan (Renaissance). Senam dimulai lagi, tetapi Senam Klasik ditentang, karena terlalu keras dan kasar. Sebagai gantinya datanglah Senam Human (Humanische Gymnastiek).

3. Senam Pada Abad Pertengahan (Tahun 476 – 1500 M.)
a. Jatuhnya Romawi
Pemerintah yang kuat mendatangkan kemakmuran bagi Romawi. Kemakmuran yang berlebihan mengubah cara hidup. Orang Romawi ingin menikmati kekayaannya. Mereka mulai hidup santai. Pemudanya mulai menarik diri dari militer, angkatan perangnya lebih banyak serdadu sewaan. Olahraganya lebih dipusatkan kepada mandi uap. Pendidikan pater familias tidak popular lagi. Tugas mendidik diserahkan kepada budak (orang Yunani). Ternyata kemajuan dibidang materi dan spiritual dari Yunani diambil alih Romawi. Pendidikan Romawi tidak mempunyai dasar yang kuat dan tidak seirama dengan kemajuan material.
Pada abad ke empat salah satu suku bangsa German berhasil menyerbu ke Roma. Maka runtuhlah kerajaan Roma (476). Orang-orang German terkenal dengan sifat-sifat yang negative kasar, suka berkelahi, hukum adatnya ialah yang menang perang adalah yang berkuasa. Ini berlaku juga dalam pertandingan dan permainan yang kadang-kadang kasar dan kejam. Juga dikalangan bangsawan sama kasar dan kerasnya seperti kasar dan kerasnya Tournoy (berlaga dengan membawa tongkat di atas kuda).
Dengan sendirinya anak-anak muda German pendidikan tidak lebih dari ketangkasan. Tidak ada latar belakang keagamaan lagi dalam permainan, tidak ada perhatian terhadap perkembangan jiwa dan perasaan. Baru dengan datangnya agama Kristen terjadilah perubahan.
Tersebarnya agama Kristen menyebabkan cara berfikir berubah. Jatuhnya kesusilaan, kebencian terhadap ekses (penyimpangan) pada jaman itu sangat ditentang oleh penyebar-penyebar agama dan mereka ini berusaha mengadakan perbaikan.
b. Gymnastic adalah Tabu
Abad pertengahan ditandai dengan didirikannya gereja-gereja dan biara-biara. Para pendeta/biarawan dan ksatria/pahlawan merupakan unsure-unsur yang khas (karakteristik) dalam masyarakat abad pertengahan. Pada jaman itu system pemerintahan adalay system feudal. Raja membagi negaranya dalam bagian-bagian dan diberikan kepada ksatria-ksatria yang patut menerimanya. Ksatria harus taat kepada agama dan patuh kepada raja. Maka terjadilah kasta agama dan kasta bangsawan.
Ada suatu aliran dari penganut agama di mana pengikut-pengikut mencoba menaklukan nafsu badan dengan hidup bertapa, menjauhkan diri dari masyarakat bahkan menghukum diri sendiri secara berlebih-lebihan (aliran asceticisme).
Hidup berdasarkan kebendaan (materiil) ditekan, sehingga akibatnya banyak yang hidup melarat dan menderita. Dengan sendirinya Gymnastic tidak mempunya tempat lagi dan dianggap tabu.

4. Senam Pada Jaman Kebangkitan (Renaissance) (Tahun 1500-1600 M.)
Dualisme Dalam Pandangan Umat Kristen
Abad pertengahan adalah abad yang dikuasai oleh pandangan hidup agama Katolik. Hidup adalah persiapan untuk menuju ke kerajaan Tuhan di alam yang lain.
Pada abad ini dikuasai oleh dua golongan :
1. Rahib (monnik)
2. Kaum bangsawan dan Ksatria (ridder)
Sejarah Gymnastic pada abad ini terbagi dua bagian :
Bagian Pertama
Masa ini dipengaruhi oleh alam pikirannya Agustinus (tahun 354-430 M.). Alam pikiran yang tidak mau tahu tentang gymnastic. Pandangan ini tidak lain dilatarbelakangi oleh reaksi-reaksi terhadap kebudayaan Romawi yang negative, terhadap kekacauan yang terlalu meng-cultus-kan jasmani.
Bagian Kedua
Pada bagian ini pandangan terhadap gymnastic dikuasai oleh cara berpikir dari Thomas Acquino (tahun 1224-1274 M.). Jasmani dan Rohani adalah dua unsure yang tak dapat dipisah-pisahkan. Oleh karena itu unsure jasmani dianggap penting. Gymnasticpun diajarkan sampai ke dalam biara-biara. Pendidikan untuk ksatriapun berdasarkan kesadaran umat Katolik akan pentingnya Gymnastic, tetapi pendidikannya diarahkan kepada kehormatan, keperwiraan dan keperkasaan. Sebaliknya pendidikan jasmani bagi rakyat, sifatnya hanya rekreasi.
Kegiatan Gymnastic dalam bentuk permainan masih diadakan seperti misalnya permainan bola, memanjat tiang dan menari, anak-anak (berumur 14 tahun) dibawah pimpinan dayang (Zucht-meister) dididik naik kuda, anggar, berburu dan pada akhir pendidikannya diberikan gelar ksatria.
Terjadinya Revolusi Jiwa (Renaissance)
Pada abad 15 dan 16 di Eropa terjadi perubahan dalam tata kehidupan. Suatu aliran baru yang disebut Humanisme telah menjadi pendobrak pembaharuan dalam dunia pendidikan, sehingga gymnastic mendapat tempat yang baru.
Kematangan yang terjadi ketika revolusi jiwa atau renaissance :
þ Reformasi
þ Humanisme
þ Kemajuan Ilmu Pengetahuan (Spesialisasi)
Pentingnya pendidikan jasmani mereka mempunyai pendapat yang sama dengan kita masa kini (abad 20).
a. Vittorino Da Feltre (1379-1446 M.)
Gymnastic sebagai pendidikan jasmani belum berkembang, baru kemudian seorang pendidik yaitu Da Feltre mempraktekan gymnastic sebagai pendidikan jasmani.
Cita-cita kaum Humanis juga masuk ke dalam gereja dan oleh karena itu pula pendapat bahwa pendidikan jasmani penting dapat diterima.
b. Sedoletti
Sadotti mulai menghargai pendidikan jasmani seperti halnya pendeta lainnya. Ia menghendaki gymnastic dan musik diajarkan kepada anak-anak dan sedapat mungkin dalam bentuk ritmis.
c. Vives (1492-1540 M.)
Ia menekankan kepada pentingnya gerak yang luwes dan enak dipandang. Ia menentang metode yang militeristik, pendekatan terhadap murid harus secara anak didik bukan secara militer. Tujuan utamanya ialah tubuh yang sehat dan bebas dari ketegangan jiwa.
d. Montagna (1533-1592 M.)
Ia menekankan kepada pengembangan jasmani dan disiplin yang tinggi. Apa yang terlihat secara lahiriah harus tersirat secara batiniyah. Apa yang terkandung dalam hati harus terlihat secara lahiriah. Oleh karenanya jasmani harus dilatih.

5. Senam Pada Abad Ke 17
Pada abad ini yaitu abad ke 17 orang mencari "Kebenaran". Ilmu pengetahuan melepaskan diri dari gereja.
Baru saja pelajaran agama/gereja menyebar di masyarakat, tidak lama kemudian ilmu pengetahuan berkembang untuk mencari kebenaran. Dua cara dalam mencari kebenaran :
þ Di Inggris ialah Emperisme
þ Di Perancis (dan Jerman) ialah Rasionalisme.
Kedua pendekatan tersebut sangat mempengaruhi cara berfikir dan perkembangan sikap terhadap pendidikan jasmani.
Emperisme ( John Lock)
Menurut Emperisme, dalam mencari kebenaran ilmu pengetahuan itu dating dari luar, dari hubungan dengan lingkungannya. Jadi pengetahuan itu timbul oleh karena pengalaman. Pengalaman itu timbul dari pengamatan panca indra.
Pengamatan adalah apa-apa yang kita tangkap melalui panca indra, indra hanya dapat bekerja dengan baik apabila tubuh kita baik (sehat).
Bila badan/jasmani sakit, maka panca indra tidak berfungsi secara sebaik-baiknya. Agar fungsi indra fungsinya baik, badan harus sehat. Baik badan maupun jiwa harus dilatih "mensana in corporesano" Oleh karena itu gymnastic penting untuk perkembangan intelek.
Rasionalisme (Herbart)
Rasionalisme cara berfikirnya bertentangan dengan Emperisme. Menurut pemahaman Rasionalisme panca indra kita tidak dapat melihat kebenaran. Dengan panca indra kita mampu melihat matahari memutari bumi, dan bumi itu datar, ternyata panca indra kita menipu diri kita sendiri, oleh karena itu tidak boleh mempercayai panca indra. Hanya pikiran atau rasio kita yang dapat menjejaki kebenaran.
Rasionalisme menitik beratkan pada perkembangan akal atau rasio. Tujuannya ialah untuk memperoleh pengetahuan. Gymnastic tidak penting oleh karena tidak dapat membantu untuk memperoleh pengetahuan dan terutama dibawah aliran Rasionalisme, badan adalah bagian yang lebih rendah daripada jiwa. Oleh karena itu badan/jasmani kurang penting.

6. Senam Pada Abad Ke 18
Aliran-aliran yang timbul pada abad ini :
a. Aliran Romantik (J.J. Rousseuau).
Aliran ini adalah aliran yang mementingkan perasaan dan angan-angan atau fantasi. Dia berpendapat :
"Kalau kita hendak mengembangkan intelegensi murid, kembangkanlah kekuatannya. Latihlah jasmaninya. Maka kuat jasmaninya, makin patuhlah ia kepada jiwa. Sebaliknya makin lemah jasmani, makin merajalela ia".
Oleh karena itu, Rousseau berpendapat Gymnastic sangat penting. Maka dikembangkanlah senam sekolah (school gymnastiek).
b. Aliran Filantrop (Bassedow) (1723-1790 M)
Bassedow adalah pelopor dari aliran Filantrop dan ia adalah orang pertama yang memasukan pendidikan jasmani sebagai mata pelajaran di sekolah.
c. Penerus Aliran Filantrop
þ Johan Christian Gutsmuths (1744-1811 M.)
þ Vieth (1763-1836 M)

7. Senam Pada Abad Ke 19
a. Senam Elementer
þ Pestalozzi (1746-1827)
Pestalozzi menciptakan suatu system pendidikan yang lebih diarahkan kepada kebutuhan seseorang. Ia juga ingin mengangkat rakyat kecil melalui senam. Ia sebetulnya sebagai penganut dari teori Rousseau, tetapi dalam kenyataannya ada perbedaan. Pastelozzi berpendapat , "bahwa gerakan tubuh yang menjadi hakekat senam, tetapi kemungkinan gerak pada persendian itulah senam".
Dari sinilah mulai terbit "senam dengan kemungkinan-kemungkinan gerak-nya" yang berlawanan dengan Gutsmushs, penganjur gerak yang wajar, praktis dan gembira.
Mulai dari situlah sejarah senam yang sebenarnya, senam dalam arti kata "latihan yang metodis, tersusun dan disadari".
Pestalozzi membagi bentuk latihan:
Latihan tubuh terdiri dari :
a. Latihan persendian paha
b. Latihan persendian pinggul
c. Latihan persendian tulang belakang. Gerakannya terdiri dari :
1) Gerakan lurus
2) Gerakan berputar
Latihan persendian dari Pestalozzi masuk ke seluruh eropa ;
-          Ke negeri spanyol sebagai latihan militer
-          Ke negeri Prancis dipakai di sekolah-sekolah
-          Ke negeri Swedia dipakai sebagai latihansetempat (latihan yang dilokalisir)
-          Ke negeri Jerman dipakai sebagai latihan bebas, hamper seluruh system senam tidak terlepas dari latihan persendian dari pestalozzi.
-          Sistem Swedia dipakai sebagai latihan persendian dan kesehatan
-          Sistem Denmark latihan persendian ini dipakai untuk memperbaiki kelainan-kelainan tubuh
-          Sistem Austria, latihan persendian dipakai untuk kelainan-kelainan tubuh akibat kebiasaan hidup yang salah di sekolah.
-          Sistem latihan yang kemudian latihan persendian sebagai salah satu unsure untuk meningkatkan prestasi.
b. Turnen dari Jerman
F. L. Yahn (1778-1852). Keberhasilan Phylantropin dalam membuka lembaran baru pendidikan jasmani di sekolah, maka dating kekuasaan Napoleon di Prancis. Kekuasaannya yang despotis menghambat perkembangan gymnastic di sekolah.
Yahn tidak tinggal diam, dia menggerakan semangat nasional bangsa Jerman melalui gymnastic. Kondisi itu sangat menguntungkan bagi Yahn, karena alam pikiran masyarakat terhadap gymnastic menunjang. Gymnastic adalah alat untuk membentuk keserasian tubuh, gymnastic adalah alat untuk mempertinggi ketahanan rakyat, dan gymnastic adalah alat untuk mengimbangi ketegangan jiwa yang berlebihan.
Untuk pertama kalinya Yahn memakai istilah Turnen sebagai pengganti kata gymnastic. Turnen dari Yahn menjadi pusat perhatian seluruh rakyat, dari segala lapisan masyarakat, tua-muda, kaya miskin, bangsawan dan rakyat jelata.
Selain mengadakan latihan senam di sekolah Yahn mengadakan juga latihan senam diluar sekolah yang disebut "Hasenhaide". Sebagai buku pedomannya yang tersebar diseluruh Jerman berjudul "Die Deutsche Turnkunst".
Yahn dihormati sebagai pahlawan, dengan perkumpulan Turnennya dia dianggap sebagai bapak Senam-Alat. Muridnya Ernst Eiselen yang menambahkan alat gelang-gelang dan kincir laying.
Latihan secara metodis menurut Yahn adalah :
1.      Lari
2.      Macam-macam lompatan : lompat jauh, lompat galah, lompat tali dan lompat simpai.
3.      Memanjat tali yang digantung di pohon
4.      Melempar : lempar jauh, lempar sasaran dengan bola, lempar lembing, batu dan tolak peluru.
5.      Tarik tambang, mengangkat beban atau partner, mendorong, voltigeren, renang, gulat.
Latihan memakai alat / turnen :
1. Balok
2. Palang tunggal
3. Palang sejajar
Permainan :
Permainan tanding dan menyelinap.
c. Jatuhnya Turnen
Turnsperre (1820-1842). Turnen dan organisasi-organisasi mahasiswa dilarang keras dan harus dibubarkan. Turnplaiz di tutup, ini yang disebut Turn-sperre.
Akibat adanya Turnsperre, latihan tidak mungkin dilakukan di lapangan terbuka sehingga terpaksa harus pindah ke ruang tertutup. Latihan lari, lompat dan lempar tidak mungkin dilakukan ditempat yang terbatas, maka diciptakanlah suatu latihan yang sesuai dengan tempat tersebut. Maka dari sinilah timbul Turnen Perkakas (Senam-Alat).
Karena kegiatan Yahn dibatasi, maka datanglah masa baru bagi Senam-Sekolah, senam dengan metode yang lebih baik. Orang yang pertama pada masa ini ialah Adolf Spiesz. Maka dari sinilah tercipta latihan "bebas yang geometris" latihan yang dibuat-buat, gerak menurut 8 penjuru mata angina.
Kemudian terjadi pula latihan memakai perkakas (alat besar) yang kemudian berkembang menjadi "Senam Alat" terdiri dari : Kuda Lompat/Vaulting Horse, Gelang-gelang/Still Ring, Palang Tunggal/Horizontal Bar, Perkakas tersebut berkembang terus menjadi 6 macam perkakas untuk putra dan 4 macam perkakas untuk putrid yang dipertandingkan.

8. Senam Medis
Senam Medis atau senam penyembuhan adalah latihan tubuh yang dilakukan untuk memperbaiki penyimpangan sikap dan bentuk tubuh sehingga menjadi normal kembali.
1. Senam Jaman Kuno
Di dataran Cina latihan pernapasan, massage dan macam gerakan pasip dan aktif dikenal dalam tulisan Kong Fou 2700 S.M. Di Yunani senam penyembuhan dikenal sejak Hippokrates (+ 400 S.M.).
a.       Galenus (131-201)
Pada tahun 131-201 Galenus mengembangkan terus karya Hippokrates. Di dalam bukunya ia menguraikan latihan aktip, pasip dan gabungan pasip-aktip, ia menyuruh pasiennya melakukan latihan jasmani sesuai dengan kegunaannya.
Pada abad pertengahan ilmu pengetahuan medis ini tidak mengalami kemajuan. Baru kemudian pada jaman Renaissance hidup kembali; suatu pertanda bahwa ilmu pengetahuan medis telah tumbuh dengan pesat.
b.      Mercurialis ( 1530-1606)
Bersama dengan kemajuan ilmu pengetahuan, gymnastic yang telah diakui sebagai alat pendidikan di sekolah, telah menjadi perhatian tokoh-tokoh di bidang medis. Mercurialis adalah seorang tabib dan ahli filsafat yang juga menentang jiwa dan kebudayaan abad pertengahan.
Pada tahun 1569 terbit bukunya yang sangat terkenal, yaitu "De arte Gymnastica". Buku tersebut menggambarkan dan menerangkan tentang Gymnastiek dilihat dari sudut medis-hygienis.
Menurut Mercurialis gymnastiek mempunyai 3 arti :
2.      Propylactis (pencegahan)
3.      Therapeutis (penyembuhan)
4.      Conservatis (pemeliharaan)
Gymnastiek ini diberikan istilah senam-hygienis. Ia menentang senam yang mengejar prestasi (senam-atletis).
d.      Tissot (1750-1826)
C.J Tissot seorang dokter dari Perancis terkenal dengan bukunya "Gymnastique Medicale at Chirurgicale" Ia menguraikan manfaat gerak-kerja dan istirahat, ilmu penyakit dan orthopaedie.
Tissot membagi latihan dengan 3 kelompok :
a. Latihan aktif; bermain, berburu, gerak jalan
b. Latihan pasif; digendong, diayun, dikayuh
c. Latihan aktif-pasif; menunggang kuda.
2. Senam Medis Modern
P.H. Ling (1776-1839). Sebelum Pehr Hendrik Ling latihan senam yang sudah ada dimanfaatkan oleh para ahli medis untuk tujuan kesehatan. Jadi secara tidak langsung latihan senam yang umum dipakai sebagai alat untuk mencapai tubuh yang sehat.
Metode Ling sangat berbeda dengan apa yang dipelajari di Denmark. Ling akhirnya menyadari bahwa senam baru inilah yang dapat membawa kesejahteraan kepada rakyat. Penyakit rakyat, reumatik dan TBC yang melanda Swedia menambah sukses Ling dalam mempropagandakan senam untuk kesehatan.
9. Terjadinya Sistem Swedia
a. P.H. Ling memberikan suatu criteria untuk senam:
"Suatu gerak, baru dapat dimasukan sebagai latihan senam, kalau mempunyai pengaruh terhadap tubuh atau anggota tubuh".
P.H. Ling adalah penemu perkakas "jenjang" (wandrek atau ribatol) dan "peti lompat" (vaulting box). Dari sinilah dimulai metode Swedia dan sejak itulah diikuti oleh Negara-negara lain.
b. Hjalmar Ling
Hjalmar Ling berdasarkan ilmu pengetahuan alam, prinsip latihannya :
- Latihan harus diseleksi dengan teliti
- Pelaksanaan gerak harus tepat
- Dilakukan dengan sikap permulaan dan sikap akhir yang benar
- Semua latihan mempunyai dosis yang sesuai dengan tujuannya.
c. Torngren
Torngren yang melanjutkan cita-cita Hjalmar Ling menerbitkan bukunya "Leerboek der Gymnastiek" (1905) dan dipakai sebagai buku pedoman di sekolah.
d. Senam Swedia di Jerman
Rohtstein
Barrenstreit (1860-1863)

10. Perkembangan Senam di Denmark
Pada tahun 1804 buku Gutsmuths diterbitkan diDenmark, dan gymnastic dipegang oleh Nachtegall sebagai penerus Gutsmuths. Pada tahun +1885 Denmark dipengaruhi oleh system Swedia. Kemudian muncul tokoh yang merubah kehidupan masyarakat Denmark yaitu Niels Bukh (1880-1950).
Pembaharuan Bukh terhadap system Swedia:
a. Tidak ada latihan yang statis lagi
b. Tidak ada latihan pernapasan yang berdiri sendiri
c. Tidak ada latihan melepaskan yang berdiri sendiri
Pembagian metodik menurut Bukh:
1. Latihan kelentukan, latihan kekuatan, latihan kecekatan
2. Latihan lari dan lompat
3. Latihan ketangkasan
4. Latihan kerapian.

11. Senam Pada Abad Ke 20
Pada semua bidang kehidupan, perpindahan dari abad 19 ke abad 20 ditandai oleh perubahan yang besar. Tidak heran bila dilapangan gymnast/senam terjadi juga perubahan besar. Aliran rasionalisme diganti oleh system senam atas dasar emosional.
1. Aliran Senam Irama.
2. Aliran Medis Estetis.
3. Pembaharuan Dalam Musik

12. Pembaharuan Dalam Metode/Sistem
Ada dua aliran senam: pertama adalah senam perkakas dibawah pimpinan Jahn, kedua adalah senam system Swedia pimpinannya Hjalmar Ling.

13. Aliran Elektis
Kombinasi dari system Jerman dengan Swedia dan pengaruh aliran-aliran baru, terjadi pembagian senam sebagai berikut:
1. Senam kwalitatif
2. Senam kwantitatif
3. Senam praktis
Tokoh yang mendukung system Swedia adalah Rohtstein dan penerusnya adalah Von Stoken dan Euler. Dia berkata; "turnen malahan merupakan suatu latihan yang menyenangkan daripada senam".

14. Pembaharuan Dalam Metode Swedia
Senam Swedia ternyata terus mengalami penyempurnaan, beberapa tokohnya:
1. Eline Flask (1872-1942)
2. Maja Carlquist
3. Elli Bjorksten
4. Thulin (1875-1905)

15. Sistem Austria
Gaulhofer dan Streicher
Isi pembaharuan system ini antara lain :
1. Pembaharuan dari segi sekolah
2. Pembaharuan dari segi guru
3. Pembaharuan dari segi anak didik

16. Senam di Indonesia
1. Senam pada jaman Penjajahan Belanda (1912-1945)
a.       Pengaruh Sistem Jerman di negeri Belanda. Carl Euler (1809-1885). Spiesz.
b.      Pengaruh Sistem Swedia di negeri Belanda. Hubert Van Blijenburgh.
c.       Pengaruh dari Denmark di negeri Belanda. Niels Bukh, J. Thulin
d.      Pengaruh Sistem Austria. Gaulhofer dan Streicher
2. Senam pada Jaman Penjajahan Jepang (1942-1945)
3. Senam pada Jaman Kemerdekaan Republik Indonesia
a. Burger dan Groll
b. Metode STO Bandung
c. Ganefo.
Pengertian Senam
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya. Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik.
Untuk mengetahui pengertian senam, kita harus mengetahui cirri-ciri senam antara lain:
  1. Gerakan-gerakannya selalu dibuat atau diciptakan dengan sengaja
  2. Gerakan-gerakannya harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah ketrampilan, meningkatkan keindahan gerak, meningkatkan kesehatan tubuh)
  3. Gerakannya harus selalu tesusun dan sistematis
Berdasarkan cirri-ciri diatas, batasan senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis.
Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat, kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada 4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat.
Penilaian diberikan oleh 4 (empat) orang wasit yang dipimpin oelh seorang wasit kepala. Setiap peserta pertandingan harus melakukan 2 (dua) macam rangkaian pada setiap nomor atau alat, satu rangkaian wajib (yang telah ditentukan terlebih dahulu) dan satu rangkaian pilihan atau bebas masing-masing. Nilai seseorang adalah rata-rata dari dua nilai tengah dengan membuang nilai tertinggi dan nilai terendah dari 4 (empat) orang wasit. Pesenam dengan nilai akumulasi tertinggi menjadi juara ke I dalam kategori serba bisa, tertinggi kedua menjadi juara ke II dan seterusnya.
Juara regu ditentukan dengan penjumlahan 5 (lima) nilai terbaik dari 6 (enam) anggota regu dan setiap alat. 6 (enam) peserta terbaik dari semua atlet turut dalam pertandingan final pada tiap-tiap atlet dan nilai akhir yaitu rata-rata dari rangkaian bebas/pilihan dan wajib terdahulu disatukan dengan nilai rangkaian bebas/pilihan dalam final. Nilai ini menentukan urutan pemenang tiap alat.
Para wasit memberikan nilai pada waktu bersamaan. Nilai maksimum adalah : 10,000. Hukuman-hukuman diberikan dengan pengurangan nilai pada pelaksanaan yang salah, penguasaan yang kurang baik, dibantu orang lain, jatuh dari alat atau melampaui batas waktu. Selain itu dinilai pula faktor kesulitan gerak dan penampilan estetikanya. Besar pengurangan nilai adalah persepuluhan. Peraturan penilaian direvisi setiap 2 (dua) tahun. Semua gerakan mempunyai faktor kesulitan yaitu : A, B dan yang tersukar adalah C. Rangkaian latihan biasaya terdiri atas sikap-sikap statis yang memerlukan tenaga yang besar disambung dengan gerakan-gerakan berirama y agn sesuai. Sementara sejumlah berntuk gerak memerlukan kekuatan yang lain memerlukan mobilitas atau keterampilan.
Macam-macam Senam
Senam Lantai
Senam lantai pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga yang menamakan tumbling. Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras, unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan, atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau pada saat meloncat ke depan atau belakang. Jenis senam ini juga disebut latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus. Bila pesenam membawa alat berupa bola, pita, atau alat lain, itu hanyalah alat untuk meningkatkan fungsi gerakan kelentukan, pelemasan, kekuatan, ketrampilan, dan keseimbangan.
Senam lantai dilakukan di atas area seluas 12×12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam. Rangkaian gerakan senam harus dimulai dari komposisi gerakan ringan, sedang, berat, dan akrobatik, serta mengandung gerakan ketangkasan, keseimbangan, keluwesan, dll. Pesenam pria tanpil dalam waktu 70 detik dan wanita tampil diiringi music dalam waktu 90 detik. Gerkan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.
Macam-macam bentuk gerakan senam lantai antara lain:
1.      Guling ke depan
2.      Guling ke belakang
3.      Lompat harimau
4.      Keseimbangan kepala
5.      Keseimbangan tangan
6.      Handspring
7.      Back handspring
8.      Meroda
9.      Stut
10.  Round off
11.  Kep
12.  Neck kip
13.  Head kip
14.  Kayang
15.  Sikap lilin
16.  Sikap kayang
17.  Salto
Senam Artistik
Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya.
Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.
Peralatan Senam Artistik
Ukuran alat
  1. Untuk putra ada 6 alat
-            floor exercise (lantai) : ukuran 12×12 m
-            pommel horse (kuda-kuda pelana) ; panjang 1.60 m dan tinggi 1.10 m
-            parallelbar (palang sejajar) : panjang 3.50 m, jarak 0.48 s/d 0.52 m, tinggi 1.75 m
-            rings (gelang-gelang) : tinggi 2.55 m dan jarak 0.50 m
-            horse vault (kuda-kuda lompat) ; panjang 1.60 m dan tinggi 1.35 m
-            horizontal bar (palang tunggal) : panjang 2.40 m dan tinggi 2.55 m
2.       Untuk putrid ada 4 alat
-          horse vault (kuda-kuda lompat) : panjang 1.60 dan tinggi 1.20 m
-          univen bars (palang bertingkat) : panjang 2.40 m, tinggi palang bawah 1.50 m, tinggi palang atas 2.30 m
-          balance beam (balok keseimbangan) : panjang 5.00 m dan tinggi 1.20 m
-          floor exercise (lantai) : ukuran 12×12 m
Peraturan Umum Senam Artistik
  1. Kejuaraan Beregu (kompetisi I)
  2. Setiap regu terdiri dari 6 pesenam putra/putri
  3. Terdiri dari rangkaian wajib dan rangkaian pilihan, pada putra 6 alat, putrid 4 alat
  4. Juara beregu (kompetisi I) adalah regu dengan jumlah nilai terbanyak dari jumlah 5 pesenam terbaik pada masing-masing alat untuk rangkaian wajib dan rangkaian pilihan.
Nilai maksimum untuk putra adalah: 12 nomor pertandingan x 50 = 600 (wajib dan pilihan), 60 nomor pertandingan x 50 = 300 (pilihan)
Nilai maksimum untuk putri adalah: 8 nomor pertandingan x 50 = 400 (wajib dan pilihan), 4 nomor pertandingan x 50 = 200 (pilihan)
  1. Kejuaraan perorangan serba bias (kompetisi II)
1.      Peserta finalis diambil dari 36 pesenam terbaik dari hasil kompetisi I, atau 1/3 dari jumlah peserta
2.      Dibatasi 3 pesenam dari tiap Negara/daerah
3.      Hanya melakukan rangkaian pilihan untuk putra 6 alat dan putrid 4 alat
4.      Juara perorangan serba bisa (kompetisi II) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata-rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan), ditambah dengan nilai kompetisi II pada seluruh alat
Nilai maksimum untuk putra = 120
Nilai maksimum untuk putri = 80
  1. Kejuaraan perorangan per alat (kompetisi III)
1.      Peserta finalis diambil dari 8 pesenam terbaik dari hasil kompetisi I pada alat tersebut
2.    Dibatasi 2 pesenam dari tiap Negara/daerah dan hanya 3 alat yang boleh diikuti oleh seorang pesenam
3.      Hanya melakukan rangkaian pilihan untuk putra 6 alat dan putrid 4 alat
4.    Juara perorangan per alat (kompetisi III) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai rata-rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan) ditambah dengan nilai kompetisi III pada masing-masing alat
Nilai maksimum putri =20
Senam Aerobik
Aerobik adalah suatu cara latihan untuk memperoleh oksigen sebanyak-banyaknya. Senam Aerobik adalah olahraga untuk peningkatan kesegaran jasmani bukan olahraga prestasi, akan tetapi olahraga preventif yang dapat dilakukan secara masal.
Pembagian senam Aerobik menurut cara melakukan dan musik pengiring, yaitu:
1.      High impact aerobics (senam aerobik aliran gerakan keras)
2.      Low impact aerobics (senam aerobik aliran gerakan ringan)
3.      Discorobic (kombinasi antara gerakan-gerakan aerobik aliran keras dan ringan disko)
4.      Rockrobic (kombinasi gerakan-gerakan aerobik dan ringan serta gerakan-gerakan rock n’roll)
5. Aerobic sport (kombinasi gerakan-gerakan keras dan ringan serta gerakan-gerakan kalestetik/kelentukan)
Tahap-tahap melakukan senam aerobik adalah sebagai berikut:
  1. Pemanasan selama 10 menit
  2. Latihan inti selama 15 – 20 menit
  3. Pendinginan/pelemasan selama 5 menit 

Artikel Lain Yang Sama KLIK Disini !!

Bookmark and Share

Anda sedang membaca artikel Sejarah Senam. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/04/sejarah-senam.html

0 comments:

Poskan Komentar