EnsikloPenjas

Senin, 14 Mei 2012

Managemen dan Peraturan Perlombaan Renang

Managemen Perlombaan Renang
1.    Panitia penyelenggara yang telah ditetapkan oleh badan pengurus (PBPRSI) sebaiknya mempunyai kewenang , dan menyerahkan kepada referee,juri, atau petugas lainnya untuk mengatasi semua persoalan yang tidak tercantum oleh peraturan. Dan memiliki kekuatan untuk menunda perlombaan dan memberikan pengarahan sesuai dengan aturan yang telah diadopsi untuk mengatur perlombaan ini.
2.    Pada Olympic Games dan Kejuaraan Dunia pengurus FINA sebaiknya menetapkan minimal sejumlah petugas untuk mengatur suatu pertandingan. Diantaranaya:
·      Referee (1)
·      Pengawas diruang kontrol (1)
·      Juri Gaya (4)
·      Starter (2)
·      Ketua Pengawas Pembalikan (2 orang, 1 pada tiap akhir kolam)
·      Pengawas pembalikan (1 orangg tiap akhir lintasan)
·      Ketua Pencatat waktu (1)
·      Pengatur peserta (2)
·      Personel start salah (1)
·      Pembawa acara (1)
3.    Kolam renang dan kelengkapan teknik untuk Olympic Games dan Kejuaraan Dunia harus diperiksa dan disetujui oleh delegasi teknik dan komite teknik renang, bahwa perlombaan dapat dilangsungkan dikolam itu.
Dimana camera dibawah air digunakan untuk Televisi, peralatan itu harus dioperasikan dengan menggunakan remote control, dan tidak boleh mengganggu penglihatan dan pola perenang, dan tidak merubah konfigurasi kolam renang atau membuat tanda menjadi tidak jelas.
4.    Pada suatu pertandingan renang masing-masing peserta memiliki buku acara yang telah dibuat oleh panitia. di buku acara itu berisi nama perenang-perenang yang akan di perlombakan. biasanya terdapat 8-9 ataupun 10 lintasan pada kolam renang. jika di kolam renang itu terdapat 9 lintasan dan yang mengikuti perlombaan lebih dari 9 orang maka di buku acara terdapat beberapa seri.
ü seri 1 adalah untuk perenang-perenang yang memasukkan waktu renangnya di bawah perenang yang lain.
ü seri 2 adalah untuk perenang-perenang yang memasukkan waktu renangnya di atas kelompok seri 1 namun di bawah seri 3 dst.
Pada seri yang terakhir adalah untuk perenang-perenang yang memasukkan waktu paling cepat dibanding dengan perenang-perenang lain. dalam memasukkan waktu ini kadang perenang pun bisa berbohong akan waktunya.

Juri dan Petugas pada Lomba Renang
1.    Referee
Bertugas untuk mengawasi semua petugas (juri), menetapkan tugas mereka dan memberikan petunjuk kepada mereka, sesuia dengan tugas khusus yang berhubungan peraturan dalam kompetisi. Referee harus melaksanakan semua aturan dan keputusan FINA, dan memutuskan jawaban atas semua pertanyaan dengan jalannya perlombaan yang sedang berlangsung, dan nomor lomba atau kompetisi, dan menyeleaikan hal lain yang tidak trcakup dalam aturan.
·       Bila menggunakan Juri Finish (Kedatangan) tanpa 3 pencatat waktu digital, Referee harus menetapkan dimana tempat yang dibutuhkan.
·       Referee memastikan bahwa semua Juri yang dibutuhkan sudap berada pada tempat tugasnya untuk mengatur jalannya kompetisi. Referee boleh menetapkan cadangan bagi mereka yang absent (tidak hadir), tidak mampu atau tidak efficient. Referee boleh menetapkan Juri tambahan bila sesuai dengan kebutuhan.
·       Pada awal permulaan tiap nomor lomba. Referee memberikan tanda kepada perenang  dengan tiupan pluit pendek pendek, agar perenang melepaskan seluruh pakaian kecuali pakaian renang, di lanjutkan dengan tiupan pluit panjang sebagai petanda bagi merekan untuk ambil posisi diatas starting platform (atau untuk gaya punggung dan estafet gaya ganti, mereka harus segera masuk kedalam air). Tiupan pluit panjang kedua, hendaknya membawa perenang gaya punggung dan estafet gaya ganti untuk segera mengambil posisi start. Dimana perenang dan Juri telah siap untuk start, Referee memberi isyarat kepada starter dengan merentangkan tangan, tanda bagi starter bahwa perenang dibawah kendali mereka. Referee tetap merentangkan tangannya sampai tandan start diberikan
·       Referee harus menetapkan Disqualifikasi kepada perenang untuk pelanggaran terhadap aturan yang secara pribadi diketahuinya. Referee juga boleh menetapkan Disqualifikasi terhadap perenang yang melakukan pelanggaran dari yang dilaporkan kepadanya oleh juri lain yang berwenang.
2.    Ruang kendali Supervisor
Supervisor bertugas mengawasi kerja waktu otomatis (termasuk camera pendukung waktu), bertanggungjawab memeriksa hasil yang dicetak dari computer, bertanggungjawab memeriksa hasil pertukaran perenang dan melaporkan perenang yang mendahului start dalam estafet kepada referee, meninjau video yang digunakan mendukung waktu untuk memastikan perenang mendahului start, serat mengawasi pengunduran diri setelah seri atau final memasukkanhasil kedalam formulir yang resmi, membuat daftar semua rekor baru yang dibuat dan diperlukan mengurus score penilaian.
3.    Starter
Starter (pemberi isyart start) memiliki pengawasan penuh terhadap para perenang dari waktureferee mengalihkan para perenang kepadanya sampai lomba dimulai.
  • Starter harus melaporkan seorang perenang kepada referee yang menunda start,tidak patuh terhadap suatu perintah, atau atas kesalahan lainnya, tetepi hanya referee yang boleh menyatakan disqualifikasi.
  • Memiliki kewenangan unuk memutuskan apakah start telah dilakukan secara fair.
  • Saat pelombaan akan dimulai, starter harus berdiri disisi kolam dalam jarak mendekati 5 meter dari ujung tempat star, dimana pencatat waktu dapat melihat  dan mendengar tanda start dan perenang dapat mendengar tanda start.
4.    Pengatur Peserta
Pengatur peserta, mengatur perenang menjelang setiap event, melaporkan kepada referee setuap catatan pelanggaran dalam hal ini berkaitan dengan iklan, dan apabila perenang tidak hadir saat dipanggil.
5.    Ketua Pengawas Pembalikan (chief inspector of turns)
Ketua pengawas pembalikan harus memastikan bahwa pembalikan telah melakukan tugasnya selama kompetisi dan harus menerima laporan dari pengawas pembalikan apabila ada pelanggaran untuk segera dilaporkan kepada referee. Harus memastikan menyelesaikan lomba sesuai dengan peraturan yang benar
6.    Pengawas pembalikan (inspector of turn)
·       Satu pengawas pembalikan harus ditugaskan di tiap akhir lintasan pada tiap lintasan.
·       Masing-masing pengawas pembalikan harus memastikan bahwa perenang melakukan pembalikan menurut peraturan yang sesuai, dimulai dari awal tarikan tangan terakhir sebelum menyentuh dinding, dan mengakhiri dengan tarikan tangan lengkap setelah berbalik.
·       Dalam acara perorangan 800M dan 1500M masing-masing pengawas pembalikan tiap akhir lintasan harus mencatat jumlah Lap yang telah diselesaikan oleh perenang dalam lintasan itu, memberitahukan kepada perenang jumlah Lap yang masih tinggal yang harus diselesaikan dengan menunjukkan Lap Card, peralatan semi otomatik bila itu digunakan, termasuk menunjukannya dibawah air.
·       Masing masing pengawas pembalikan pada sisi tempat start harus memutuskan dalam acara estafet apakah  perenang melakukan start dengan masih bersentuhan dengan starting platform disaat perenang terdahulu menyentuh dinding.
·       Pengawas pembalikan harus melaporkan setiap pelanggaran pada kartu yang telah ditetukan, secara rinci dituliskan nomor acara, nomor lintasan, dan pelanggarannya, kirimkan kepada Ketua pengawas pembalikan, yang akan segera meneruskannya kepada Referee
7.    Juri Gaya (judge of stroke)
Juri gaya harus berlokasi di tiap sisi kolam serta  menentukan perenang melakukan gaya yang dipertandingkan dengan benar atau tidak. Juri gaya harus melaporkan suatu pelanggaran kepada referee, pada kartu yang telah ditentukan, dengan rinci menulliskan nomor  acara, nomor lintasan dan pelanggarannya.
8.    Ketua pencatat waktu (chief timekeeper)
Ketua pencatat waktu dengan lintasan yang menjadi tanggungjawabnya. Pada tiap lintasan terdiri dari 3 pencatat waktu. Ketua pencatat waktu harus mengumpulkan kartu dari pencatat waktu pada tiap lintasan, yang menunjukkan catatan waktu, harus mencatat atau menentukan waktu resmi pada kartu tiap lintasan.
9.    Pencatat Waktu
Setiap pencatat waktu harus mencatat waktu dari perenang yang telah ditetapkan baginya. Stopwacthnya harus mendapat sertifikat. Harus menghidupkan stopwatch pada tanda start dan harus mematikan stopwatch bila perenang menyelesaikan lomba. Segera setelah lomba pencatat waktu dari setiap llintasan harus mencatat waktudari stopwacthnya pada sebuah kartu, memberikannya kepada ketua pencatat waktu. Mereka tidak boleh clear(kembali NOL) stopwatch sampai mereka menerima tanda dari ketua pencatat waktu atau referee untuk kembali ke NOL.
10.    Ketua Juri Finish (chief of Finish Judge)
·  Ketua Juri Finish, harus menetapkan posisi tiap Juri Finish dan akan menentukan kedudukan
·  Setelah lomba, ketua juri finish harus mengumpulkan mengumpulkan hasil yang telah ditentukan dari tiap juri finish dan memastikan hasil dan kedudukan yangsama akan dikirim langsung kepada referee
11.    Juri finish (finish Judge)
·       Juri finish harus ditempatkan pada tangga yang berjenjang naik dengan posisi segaris dengan finish, dimana mereka dapat sepanjang waktu, dapat memandang dengan jelas area perlombaan dan garis finish, kecuali bila peralatan otomatis penjurian ditetapkan menjadi tugas mereka dengan menekan tombol, pada saat lomba telah selesai.
·       Steleah setiap event, juri finish harus menentukan dan melaporkan kedudukan dari tiap perenang sesuai dengan tugas yang diberikan kepada mereka.
12.    Pengelolah Hasil (desk control)
·       Ketua pengelolah hasil bertanggung jawab untuk memeriksa hasil dari cetakan computer atau hasil dari catatan waktu dan kedudukan dalam setiap event yang diterimanya dari referee.
·       Peneglolah hasil harus memeriksa pengunduran diri setelah seri atau final, memasukkan hasil pada sebuah formulir resmi, membuat daftar dari semua rekor baru yang ditetapkan dan mengurus score (menghitung score) secara tepat waktu.
13.    Pengambilan Keputusan para jury (official-decesion making)
Para juri masing-masing harus membuat keputusan mereka secara otonom dan independent, kecuali apa yang telah ditetapkan oleh peraturan renang.

Peraturan Perlombaan

A.  Susunan Seri, Semi final, dan Final
1.    Seri (heats)
Waktu terbaik dari seluruh peserta yang dibuat dalam waktu dua belas (12) bulan menjelang batas akhir (dead lina) hari perlombaan, harus didaftarkan pada formulir pendaftaran dan disusun berdasarkan urutan oleh panitia penyelenggara. Berikut ini aturan penempatannya:
  1. Bila waktu seri, ini akan ditempatkan sebagai final dan renangnya dilakukan  pada sesi final.
  2. Bila dua seri, perenang tercepatakan ditempatkan pada seri kedua, perenang tercepat berikutnya dalam seri satu, perenang tercepat berikutnya pada seri kedua, berikutnya pada seri satu dan begitu seterusnya.
  3. Bila tiga seri, perenang tercepat akan ditempatkan dalam seri ketiga, tercepat berikutnnya dalam seri kedua, tercepat berikutnya seri satu, dan perenang ke empat berikutnya harus ditempetkan dalam seri ketiga, perenang kelima dalam seri dua, danbegitu seterusnya.
  4. Bila ada empat seri atau lebih, ketiga seri terakhir dari acara itu harus disusun sesuai dengan tiga aturan diatas, seri terdahulu, tiga seri terakhir harus terdiri dari perenang tercepat berikutnya, dan seterusnya. Lintasan akan ditetapkan dengan cara descending (turun dari besar kekecil) dari waktu yang dimasukkan dalam setiap seri.
  5. Pengecualian, bila ada dua sri attau lebih dalam sebuah event, harus ada minimum tiga perenang dalam seri pendahuluan, tapi bila berikutnya ada yng mengundurkan diri ini akan mengurangi jumlah perenang, dengan begitu dalam seri ini aakan kurang dari tiga.
  6. kecuali dalam 50M pada kolam 50M, penempatan lintasan seharusnya (lintasan nomor 1sisi sebelah kanan kolam renang kalau kita menghadap kolam renang dari sisi tempat start) dengan menempatkan perenang atau tim tercepat di lintasan tengah pada kolam itu.
2.    Semi Final dan Final
1)   Dalam semi final, seri harus ditentukan seperti dalam aturan seri diatas dimana seri pendahuluan tidak ada, lintasan akan ditetapkan sesuai ketetapan susunan lintasan berdasarkan peraturan tersebut.
2)   Jika perenang dari serri yang sama atau dari yang berbeda memiliki catatan waktu yang sama sampai satu per seratus detik, pada posisi 8 atau 16 mereka harus a swim off untuk menentukan perenang mana yang beruntung memasuki final (a swim off dilakukan tidak kuarng dari 1jam). Jika semua perenang menyelesaikan seri mereka, jika catatan waktunya tetap sama maka harus dilakukan a swim off lagi.
3)    Bila perenang mengundurkan diri dari semi final ke final, cadangan akan dipanggil sesuai urutan klasifikasinyya dalam seri atau semi final.
4)   Pada kompetisi yang lain cara undian dapat dilakukan untuk menentukan posisi.

B.  Start

1.    Start dalam gaya bebas, dada kupu-kupu dan gaya ganti perorangan harus dengan loncat. Pluit panjang dari referee, perenang harus melangkah naik keatas Starting Platform (balok start) dan diam. Aba-aba take your marks dari starter, mereka harus segera ambil posisi start, dengan setidaknya kaki didepan dari starting platform, posisi tangan tidak ditentukan bila semua perenang telah diam. Starter dapat memberikan tanda.
2.    Start gaya punggung dan estafet harus dari air, pada bunyi peluit panjang pertama dari referee para perenang harys segera masuk ke air. Pada pluit panjang kedua dari referee perenang harus segera kembali tanpa menunda-nunda ke posisi start dimana seluruh perenang telah ambil posisi start, starter harus memberikan aba-aba ‘take your marks”, bila semua perenang telah diam, starter harus memberi aba-aba tanda start.
3.    Dalam Olympci Games, World Championships dan acara FINA lainya aba-aba “Take Your Marks” harus dalam bahasa Inggris, dan dalam  start digunakan beberapa pengeras suara, pada tiap Starting Platform dipasang satu (1) pengeras suara.
4.    Seorang perenang yang terjun sebelum tanda start diberikan maka perenang tersebut akan didiskualifikasi. Bila tanda start dibunyikan sebelum disqualifikasi dinyatakan, lomba tetap dilangsungkan, dan seorang perenang atau para perenang (melakukan pelanggaran) akan disqualifikasi setelah lomba selesai.
C.  Gaya
a)   Gaya Bebas  (Free Style)
Yang dimaksud gaya bebas perenang boleh berenang gaya apasaja, kecuali dalam gaya ganti perorangn atu gaya ganti estafet gaya ganti. Gaya bebas bukan gaya punggung, dada atau punggung)
1.    Setiap finish atau tiap menyelesaikan jarak, bagian dari tubuh perenang harus menyentuh dinding.
2.    Bagian dari tubuh perenang harus memecah permukaan air sepanjang dia berlomba, pengecualian ini boleh dilakukan bagi perenang untuk menyelam sepenuhnya yaitu  selagi melakukan pembalikan, untuk jarak tidak lebih dari lima belas  meter setelah start dan tiap pembalikan. Pada titik itu kepala harus memecahkan permukaan air.
b)     Gaya Punggung (Back Stroke)
1.    Menjelang tanda start, perenang harus diatas garis permukaan air menghadap kesisi tempat start, dengan kedua tangan memegang Grip, berdiri diatas atau didalam parit (Gutter) atau menekuk jari diatas bibir parit tidak dibolehkan.
2.    Pada tanda untuk start dan setelah pembalikan perenang harus melakukan tolakan  dan berenang dengan punggungnya sepanjang lomba, kecuali saat melakukan pembalikan. Posisi normal pada punggung dapat meliputi satu gerakan badan berputar keatas, tetapi tidak mencapai 90 derajat dari bidang horizontal, posisi kepala tidak dikaitkan.
3.    Sebagian dari tubuh perenang harus memecah permukaan air sepanjang lomba. Diizinkan bagi perenang untuk menyelam sepenuhnya selama pembalikan, pada saat finish atau untuk satu jarak yang tidak lebih dari 15 meter setelah start dan setiap setelah pembalikan. Pada titik itu kepala harus memecahkan permukaan air.
4.    Bila melakukan pembalikan perenang harus menyentuh dinding dengan sebagian dari tubuhnya. Dalam pembalikan bahu boleh berputar lebih dari vertikal sampai dadanya menghadap ke air, setelah itu satu tarikan tangan langsung atau tarikan dua tangan bersamaan dapat dilakukan untuk memulai pembalikan. Perenang harus kembali keposisi pada punggung selagi dia meninggalkan dinding.
5.    Dalam finish, perenang harus menyentuh dinding pada posisi terlentang (pada punggung).
c)    Gaya Dada (Breast Stroke)
1.    Dari awal melakukan tarikan tangan pertama setelah start dan setiap pembalikan, badan harus tetap telungkup (dada menghadap air). Berputar menjadi terlentang (punggung menghadap air) sekali waktu pun tidak dibolehkan. Sepanjang lomba satu siklus harus satu tarikan tangan dan satu tendangan kaki itu harus dilakukan.
2.    Semua gerakan tangan harus bersamaan dan dalam bidang horizontal, tanpa melakukan gerakan bergantian.
3.    Tangan harus di dorong dari dada kedepan bersamaan, di atas, di dalam dan melampaui permukaan air. Siku harus berada dibawah permukaan air, kecuali pada stroke terakhir sebelum pembalikan, selama pembalikan dan stroke terakhir dalam finish. Kedua tangan dibawa kebelakang, dipermukaan air atau dibawah permukaan air. Tangan tidak boleh ditarik ke belakang melampaui garis paha, kecuali pada tarikan pertama setelah start dan pembalikan.
4.    Setiap siklus lengkap, sebagian dari kepala perenang harus memecah permukaan air. Setelah start dan setiap pembalikan, perenang boleh melakukan sekali tarikan tangan penuh ke belakang kearah kaki. Kepala harus memecah permukaan air pada tarikan tangan kedua, sebelum tangan ditarik kedalam dari bidang yang terlebar. Sekali tendangan dolphin kebawah dilajutkan dengan tendangan kaki gaya dada itu dibolehkan mana kala seluruhnya dibawah permukaan air. Berikutnya seluruh gerakan kaki harus bersamaan (simultan) dan dalam bidang horizontal yang sama tanpa gerakan bergantian.
5.    Kedua kaki harus diputar keluar selagi melakukan tendangan untuk mendapatkan daya dorong. Satu gerakan menggunting, Flutter atau tendangan dolphin ke bawah itu tidak dibolehkan.
6.    Pada tiap pembalikan dan pada finish, sentuhan ke dinding harus dilakukan dengan kedua tangan bersamaan (simultan), diatas atau dibawah permukaan air, kepala boleh tenggelam setelah tarikan tangan terakhir menjelang menyentuh dinding. Sebelumnya menyentuh dinding, selagi melakukan tarikan tangan satu siklus lengkap atau tidak lengkap, kepala pada satu titik harus memecahkan permukaan air.
d)   Gaya Kupu (Butterfly Stroke)
1.    Sejak awal dari tarikan tangan pertama setelah start dan tiap pembalikan tubuh harus tetap telungkup (dada menghadap air). Tendangan kaki menyamping dibawah permukaan air dibolehkan. Sekali waktu pun tidak boleh berputar terlentang (punggung menghadap air).
2.    Kedua lengan harus dibawa kedepan bersamaan diatas permukaan air dan ditarik kebelakang bersamaan (simultan) selama lomba.
3.    Seluruh gerakan kaki ke atas dan ke bawah harus simultan, tungkai atau kaki tidak perlu pada level yang sama, tetapi tidak boleh bergantian antara satu dan lainnya. Gerakan tendangan kaki gaya dada tidak di bolehkan.
4.    Pada tiap pembalikan dan finish, sentuhan kedinding harus dilakukan dengan kedua tangan simultan, diatas atau di bawah permukaan air.
5.    Pada start dan pada pembalikan, seorang perenang dibolehkan melakukan tendangan sekali atau lebih dan satu tarikan tangan dibawah air, yang mana itu membawanya kepermukaan air. Untuk perenang dibolehkan menyelam sepenuhnya sampai pada satu jarak tidak lebih dari 15 meter, itu setelah start dan tiap pembalikan. Pada titik 15 meter itu kepala harus memecahkan permukaan air. Perenang harus tetap diatas permukaan air sampai pembalikan berikutnya atau finish.
e)    Gaya Ganti (Medley Swimming)
1.     Dalam acara gaya ganti perorangan, perenang melakukan empat gaya renang, dalam urutan sebagai berikut, gaya kupu, punggung, dada dan gaya bebas
2.    Dalam acara estafet gaya ganti, para perenang melakukan empat gaya renang, dalam urutan sebagai berikut, gaya punggung, dada, kupu dan gaya bebas.
3.    Tiap seksi gaya itu harus diselesaikan sesuai dengan aturan yang mana digunakan untuk gaya tersebut.

D.  Perlombaan

·       Perenang harus berenang sendiri
·       Seorang perenang harus menyelesaikan lomba(finish) dalam lintasan yang sama dimana dia start.
·       Setiap perlombaan, perenang bila pembalikan harus membuat sentuhan fisik dari dinding akhir kolam.(tidak boleh berjalan didasar kolam)
·       Berdiri di dasarr kolam  pada waktu melakukan perloombaan tidak akan menyebabkan perenang didiskualifikasi, kecuali dia berjalan.
·       Tidak boleh menarik tali lintasan
·       Menghalangi atau merintangi perenang lain ddengan berenang melintas ke lintasann lain akan di diskualifikasi.
·       Tidak seorangpun diperbolehkan menggunakan alat ayng dapat membantu kecepatan, daya tahan dan daya apapun selama melakukan perlombaan.(kec. Kaca mata renang)
·       Satu regu estafet harus terdiri  dari empat perenang.
·       Dalam estafet jika seorang perenag yang kakinya tidak menyentuh platform sebelm snggota regu (perenang) terdahulu menyentuh dinding akan didiskulifikasi.
·       Sau regu estfet akan didiskulifikasi dari lomba bila seorang regunya.
·       Perenang yang telah menyelesaikan finish harus segera keluar dari kolam.
·       Kesalahan yang membahayakan (menghilangkan kesempatan) seorang perenang meraih sukses, referee mempunyai kewenangan untuk membolehkan perenang itu tanding pada seri berikutnya atau berenang ulang.

E.  Panjang Kolam

1.    Panjang
Panjang kolam yang digunakan dalam perlombaan adalah 50 meter.
2.    Lebar
Lebar minimal kolam yang digunakan dalam perlombaan adalah 21 meter.
3.    Kedalaman
Kedalaman kolam yang digunakan dalam perlombaan adalah 1,8 meter diseluruh bagian kolam.
4.    Dinding
Dinding kolam renang harus sejajar dan vertikal. Harus dibuat dari bahan padat dan permukaannya tidak licin sampai 0,8 meter di bawah permukaan air.
5.    Lintasan
Jumlah lintasan pada perlombaan adalah delapan lintasan dengan lebar lintasan sebesar 2,5 meter. Pada lintasan satu dan delapan, antara lintasan dengan dinding, harus ada ruang selebar 50 cm dan dibatasi dengan tali pembatas.
6.    Tempat Start (balok start)
Tinggi tempat start adalah 0,5 meter – 0,7 meter dari permukaan air. Panjang dan lebar permukaan balok start adalah 0,5m x 0,5m dan terbuat dari bahan yang tidak licin. Kemiringan maksimum adalh 10°. Pegangan untuk start gaya punggung terpasang antara 0,3m – 0,6m diatas permukaan air. Pegangan ini harus segaris dengan permukaan dinding ujung kolam dan tidak menonjol keluar. Setiap balok start harus diberi nomor diempat sisinya.
7.    Tali Pembatas Lintasan
Tali lintasan terpasang sepanjang lintasan dengan ujung-ujung dikaitkan pada kaitan-kaitan yang terpasang pada dinding-dinding.

Pencatatan Waktu (Timing)
  1. Pengendalian peralatan penjurian otomatis harus dibawah pengawasan seorang juri (petugas) yang telah ditentukan. Catatan waktu dari peralatan otomatis harus digunakan untuk menetapkan pemenang. Semua kedudukan dan waktu diterapkan untuk semua lintasan. Dalam suatu peristiwa dimana peralatan otomatis macet atau jelas jelas menandakan bahwa peralatan itu gagal mengaktifkan peralatan otomatis itu, maka catatan waktu dari juri pencatat waktu adalah resmi.
  2. apabila peralatan otomatis digunakan, hasil yang harus dicatat hanya 1/100 detik. Bila waktu sampai 1/1000 detik tersedia dgit yang ketiga tidak dicatat atau digunakan untuk menetapkan waktu atau kedudukan.
  3. Suatu peralatan waktu yang di hentikan oleh seorang juri tentunya stopwatch harus dipertimbangkan. Apabila peralatan otomatis tidak digunakan, catatan waktu manual dari para juri ditetapkan sebagai berikut:
1.         Bila dua(2) dari tiga (3) stopwatch mencatat waktu sama dan satu tidak sama, waktu yang sama akan menjadi catatan waktu resmi.
2.         Bila tiga (3) semua stopwatch tidak sama, catatan waktu yang berada ditengah akan menjadi waktu resmi.
3.         bila hanya dua dari tiga stopwatch yang bekerja, rata-rata waktu menjadi waktu resmi.
4.         seorang perenang akan dikenai diskualifikasi selagi mengikuti suatu acara lomba, dengan begitu disqualifikasi harus dicatat dalam hasil resmi, tetapi tidak ada catatan waktu  dan kedudukan dan tidak akan disebutkan waktunya.
5.         Dalam hal diskualifikasi pada nomor estafet, split waktu yang sah sebelum didiskualifikasi harus dicatat dalam hasil resmi.
6.         selagi estafet , split waktu untuk semua jarak 50 meter  dan 100 meter dari perenang yang pertama dicatat dalam hasil resmi.

 Nomor –nomor yang Dilombakan pada Perlombaan Renang

1. Gaya Bebas
Gaya bebas yang dilombakan antara lain jarak :
a. Gaya bebas jarak 50 meter           (Pa / Pi)
b. Gaya bebas jarak 100 meter         (Pa / Pi)
c. Gaya bebas jarak 200 meter         (Pa / Pi)
d. Gaya bebas jarak 400 meter         (Pa / Pi)
e. Gaya bebas jarak 800 meter         (Pa / Pi)
f.. Gaya bebas jarak 1500 meter       (Pa / Pi)
2. Gaya Punggung
Gaya punggung yang dilombakan antara lain jarak :
a. Gaya punggung jarak 50 meter      (Pa / Pi)
b. Gaya punggung jarak 100 meter    (Pa / Pi)
c. Gaya punggung jarak 200 meter    (Pa / Pi)

3. Gaya Dada
Gaya dada yang dilombakan antara lain jarak :
a. Gaya dada jarak 50 meter (Pa / Pi)
b. Gaya dada jarak 100 meter          (Pa / Pi)
c. Gaya dada jarak 200 meter           (Pa / Pi)

4. Gaya Kupu
Gaya kupu yang dilombakan antara lain jarak :
a. Gaya kupu jarak 50 meter (Pa / Pi)
b. Gaya kupu jarak 100 meter          (Pa / Pi)
c. Gaya kupu jarak 200 meter           (Pa / Pi)

5. Gaya Ganti
Gaya ganti yang dilombakan antara lain jarak :
a. Gaya ganti jarak 200 meter           (Pa / Pi)
b. Gaya ganti jarak 400 meter           (Pa / Pi)

6. Estafet Gaya Bebas
Estafet gaya bebas yang dilombakan antara lain:
a. Estafet 4 x 100 meter                    (Pa / Pi)
b. Estafet 4 x 200 meter                    (Pa / Pi)

7. Estafet Gaya Ganti 4 x 100 meter          (Pa / Pi)




Modul lainnya yang sama KLIK disini!!

Bookmark and Share

Anda sedang membaca artikel Managemen dan Peraturan Perlombaan Renang. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

http://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/05/managemen-dan-peraturan-perlombaan.html

0 comments:

Poskan Komentar